Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
BAB 43 Suamiku Bossku


__ADS_3

Hari Hana..


Hari ini Hana pergi ke mall untuk berbelanja baju bayi. Mungkin ini bisa dibilang masih sangat dini tapi karena dia terlalu bersemangat akan mempunyai keponakan sampai-sampai semua keperluan calon keponakannya harus dia yang memilih. Hana sudah memborong semua peralatan bayi padahal jenis kelaminnya saja belum diketahui. Clara dan Cakra hanya membiarkannya dari pada ribut jadi mereka hanya mengikuti alur cerita Hana.


"Kamu sedang hamil? Tapi kamu tidak terlihat sedang hamil? Mana suamimu? Pasti dia tidak bisa mengantarmu karena sibuk bekerja, padahal gadis secantik kamu tidak pantas untuk diperlakukan seperti ini. Andai aku yang jadi suamimu pasti aku akan menemanimu setiap waktu." Ucap laki-laki yang berpostur tinggi dan tampan bagi ukuran gadis-gadis tapi tidak berlaku untuk Hana. Laki-laki itu sedang berdiri disampingnya dan sedang berbelanja baju bayi juga.


Hana hanya menatap laki-laki itu dan kembali memilih beberapa baju bayi.


"Kamu bisu yah..? Astaga maafkan aku. Aku kira kamu wanita normal." Laki-laki itu kembali berbicara kepadanya.


"Hey, apa maksudmu..? Urus saja urusanmu dan jangan pernah menggangguku." Teriak Hana.


"Wooow, aku suka wanita seperti ini.., Namaku Bryan. Namamu..?" Bryan menjulurkan tangannya tetapi Hana hanya diam dan tampak acuh.


"Baiklah, kalau kamu tidak memberi tahuku aku akan mencari tahu dengan caraku." Bryan menarik kembali tangannya.


Hana sudah pergi menuju kasir meninggalkan Bryan yang masih terpikat dengan pesonanya. Setelah selesai membayar, ternyata Hana sangat kewalahan membawa semua barangnya menuju parkiran. Tiba-tiba Bryan datang dan mengambil beberapa barang dari tangan Hana, Hana melihat orang yang merampas barang yang ada ditangannya langsung berhenti berjalan.

__ADS_1


"Kamu lagi..! Apa maumu..? Aku sudah bilang jangan mengangguku. Apa kamu tuli...?" bentak Hana.


"Aku hanya ingin membantumu, aku tidak sengaja melihatmu sedang membawa banyak barang jadi aku mendekatimu, aku hanya berniat membantumu, tidak lebih." Bryan terlihat sangat serius dengan ucapannya.


Hana diam sejenak sambil melihat ekspresi Bryan yang sungguh-sungguh hanya ingin membantunya.


"Okelah.." Bryan mengikuti langkah kaki Hana sampai di parkiran, Hana yang memarkirkan mobilnya agak jauh sedikit lelah untuk berjalan.


"Ini mobilmu..?" Bryan menunjuk mobil Hana.


"Seleramu boleh juga sebagai seorang wanita yang terlihat manja."


"Sekarang pergilah..! Terima kasih telah membantuku."


"Boleh aku mengatahui namamu..?" Ternyata Bryan belum juga menyerah.


"Sini mendekatlah, aku akan memberintahu namaku." Hana memanggil Bryan untuk mendekat yang agak berjarak darinya.

__ADS_1


"Iya cepatlah beri tahu." Bryan terlihat sangat penasaran.


"Namaku..? Aku tidak akan pernah memberi tahumu." Hana berbisik ketelinga Bryan dan langsung masuk kedalam mobilnya meninggalkan Bryan yang masih diam ditempatnya.


"Kamu..? Lihat saja, nanti aku akan mendapatkannya." Bryan menghentakkan kakinya karena kesal.


"Bryan..?" Panggil seorang wanita paruh baya yang sedang menggendong seorang bayi.


"Iya ma, tunggu." Bryan berlari ke arah mamanya.


"Sedang apa kamu disitu..?"


"Hehehe, nggak penting ma, ayo kita pulang. ponakan Om udah gede yah, nanti Om carikan tante yang cantik secantik ibumu." Ucap Bryan mencium bayi yang ada digendongan mamanya.


"Kamu itu seharusnya sudah nikah bukannya masih mencari." Sindiran kecil membuat Bryan menjadi terasa kecil dihadapan mamanya.


"Harusnya mama itu mendukung bukannya malah menjatuhkan harkat dan martabat aku didepan malaikat kecil ini." Bryan kembali mencium bayi mungil itu.

__ADS_1


__ADS_2