
Tania sudah sampai di apartemennya, Calvin masih berdiri sambil bersandar didepan pintu masuk.
"Heii, bagaimana aku mau menutup pintu kalau kamu masih berdiri disitu..? Seru Tania kepada Calvin yang masih terpaku menatap Tania.
"Biarkan aku masuk, 20 menit saja. Aku janji setelah itu aku akan pulang sayang." Rayu Calvin kepada Tania.
"Tapi ini sudah jam 12 malam sayang, kamu mau masuk kantor besok. Aku takut kamu kenapa-kenapa kalau pulangnya terlalu kemalaman."
"Tolonglah Taniaku, beri aku waktu sedikit saja untuk bersamamu.!" Calvin sudah memeluk Tania sambil memohon.
"Baiklah, janji..?"
"Aku tidak janji." Calvin langsung menutup pintu dan berlari keruang tengah lalu menghidupkan televisi.
Tania hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat Calvin masuk tanpa izinnya.
"Aku ini aneh, mengapa juga aku menahan dia masuk, inikan apartemen miliknya, aku disini hanya numpang." Pikir Tania kembali sambil tertawa kecil masuk kedalam kamarnya.
Calvin sudah menjatuhkan tubuhnya diatas Sofa panjang.
"Sayang aku haus." Teriak Calvin kepada Tania yang berada dalam kamarnya.
"Ambil saja didapur sayang, aku lagi ganti baju." Jawab Tania dari dalam kamar.
__ADS_1
"Baiklah, jangan lama-lama berada dalam kamar." Teriak Calvin kembali.
Setelah selesai ganti baju Tania pun menghampiri Calvin yang berbaring di sofa sambil menoton pertandingan bola. Calvin beberapa kali berteriak karena Club kesayangannya hampir saja di jebol pertahanannya oleh tim lawan.
Tania sudah duduk di sofa di sebelah Calvin berbaring, sudah cukup lama dia duduk menemani Calvin tapi Calvin tak menoleh ke arahnya sekalipun. Dia terlihat sangat serius hingga membuat Tania menjadi kesal melihatnya saat ini.
"Sayang, kalau kamu masih lama nonton, aku akan masuk kedalam kamar. Aku mau tidur...!" Ucap Tania dengan nada ketus.
"Iya sayang tidurlah..!" Jawab Calvin tanpa menoleh ke arahnya karena tegang dengan melihat club kesayangannya.
Tania pun pergi kedalam kamarnya dengan perasaan kesal kepada Calvin.
"Bola, bola, dan bola. Pacaran saja dengan bola ." Kata Tania sambil menutup pintu dengan keras membuat Calvin menoleh ke arahnya. Akhirnya Calvin baru tersadar jika dia telah melupakan Tania.
"Sayang, boleh aku masuk..?" Tanya Calvin berada didepan pintu.
"Tidak perlu, pacaran saja dengan bola..!" Teriak Tania dalam kamar.
Calvin pun membuka pintu dan mendekati Tania yang sedang menutup wajahnya menggunakan bantal. Calvin duduk diujung tempat tidur tepat dikepala Tania berbaring.
"Maaf sayang, aku pikir tadi kamu tidak suka kalau aku berada disini, jadi aku hanya fokus nonton bola." Calvin berusaha mencari cara agar Tania tidak marah kepadanya sambil mengelus kepala Tania dengan lembut.
"Pulang sana..!" Jawab Tania masih dengan nada ketus.
__ADS_1
"Baiklah.., kalau begitu aku pulang.." Calvin pun melangkah meninggalkan Tania didalam kamar.
Calvin mengambil jasnya dan memasang kembali sepatunya. Saat dia hendak membuka pintu, Tania langsung memeluknya dari belakang.
"Jangan pergi, aku ingin kamu tetap disni.." Ucap Tania.
"Aku tahu kamu akan mengejarku Tania, aku hanya mengetes seberapa besar cintamu kepadaku, ternyata kamu sangat mencintaiku." Calvin langsung berbalik dan membalas pelukan Tania.
"Maafkan aku sayang, aku hanya tidak ingin kamu tidak memperhatikanku." Ucap Tania sudah membenamkan wajahnya didada Calvin.
"Aku juga minta maaf Tania sayang." Calvin mencium kepala Tania.
"Jadi, setelah ini kita mau ngapain? Tanya Calvin yang masih memeluk erat Tania.
"Aku mau tidur...!" Jawab Tania langsung melepaskan pelukannya karena dia tahu apa yang sedang Calvin pikirkan.
"Okelah.., selamat malam sayang, selamat tidur. Aku pulang yah." Calvin kembali mengecup keningnya sebelum dia pergi meninggalkan Tania.
"Sayang..,hati-hati dijalan. Jangan ngebut.."
"Oke Sayangku.., aku mencintaimu Tania." Teriak Calvin sudah berjalan agak menjauh dari Tania.
Tania masih berdiri didepan pintu melihat Calvin, dia tidak akan beranjak sebelum bayangan Calvin hilang dari pandangan matanya.
__ADS_1
"Aku juga mencintamu Calvin., semoga kamu baik-baik saja." Ucap Tania khawatir