Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
Suamiku Bosku two, part 45


__ADS_3

Tring, Tring.. bunyi bel apartemen.


Tania berjalan ke arah pintu, dia sudah memasang senyuman lebarnya menyambut suaminya didepan pintu.


"Sayang..?" Ucap Tania sambil memeluk Calvin didepan pintu.


"Ehmm, mengapa tidak menghubunggiku seharian.?" Tanya Calvin sambil berjalan duluan tidak seperti biasanya yang selalu merangkul Tania saat didepan pintu masuk. Calvin tidak memberikan senyumannya dan langsung menuju sofa di depan televisi.


"Aku seharian mengurus skripsiku sayang di kampus, bulan depan aku akan maju ujian. Aku pikir juga kamu sedang sibuk jadi aku tidak mau menganggumu." Tania menyadarkan bahunya dengan manja dibahu Calvin.


Calvin terlihat tidak senang sejak kedatangannya tadi.


"Kamu marah padaku? atau sayang lapar? atau aku ambilkan air minum dulu didapur. aku sudah membuatkan makanan untukmu." Tania langsung berlari kedapur dengan cepat melihat ekspresi Calvin yang memasang wajah kesal sejak tadi mungkin dia lelah dikantor.


Tania kembali berlari ke arah Calvin, dengan mempertahankan air ditangannya agar tidak tertumpah. Barusan lagi Tania melihat Calvin dengan wajah sekesal ini kepadanya.


"Ini air minumnya sayang." Tania memberikan air putih digelas kaca kepada Calvin yang duduk bersandar di sofa sambil mengacak-acak dasinya agar terlepas dari kerak bajunya.


"Lain kali hubunggi aku, walapun hanya menanyakan kabar." Ucap Calvin dengan sedikit ketus.


"Iya sayang maafkan aku." Tania masih menundukkan kepalanya disamping Calvin.

__ADS_1


"Mana handphonemu.?" Calvin menatapnya dengan penuh tanda tanya.


"Akan aku ambilkan didalam kamar." Tania kembali berlari masuk kedalam kamar.


"Ini sayang..?" Tania memberikan handphonenya kepada Calvin.


ada apa dengannya..? tidak seperti biasanya dia seperti ini. gumam Tania dalam hatinya.


"Ini apa Tania..?" Tanya Calvin membuka isi pesan di handphonenya.


"Apa sayang." Tania melihat isi chatnya, ternyata itu pesan chatnya bersama aldo yang sedang membahas kemajuan skripsi mereka.


"Kamu selingkuh?" Bentak Calvin dengan keras lalu mebuang gelas kaca ditangannya hingga berserakah dilantai.


"Kamu sama saja seperti ibumu.?"


"Ibu.?" Kata-kata Calvin membuat Tania tercengang, dia tidak tahu ibu mana yang Calvin maksud.


"Iya ibumu, wanita yang bertemu dimall itu adalah ibumu. Dia dulu pacar papiku tapi dia selingkuh dan hubungan mereka putus begitu saja. Aku tidak ingin kamu seperti dia, diam-diam menusuk dari belakang." Kata Calvin sinis kepada Tania.


Tania berdiri dan melepaskan tanganya dari tangan Calvin.

__ADS_1


"Calvin...! kamu tahu apa tentang hidupku..? kamu pikir aku serendah itu? aku kira dengan menikahimu aku bisa menemukan orang yang benar sayang kepadaku ternyata aku salah menilaimu selama ini, kamu sama saja seperti mereka yang telah membuangku dari kehidupan mereka. Aku tidak ingin terlahir seperti ini didunia ini, aku juga ingin merasakan kebahagiaan seperti anak-anak diluar sana yang bisa bersama orang tua kandungnya dan hidup bahagia..! kamu sadar tidak kata-katamu itu menyakitkan perasaanku.." Tania cukup keras berbicara mebuat Calvin terdiam. Tania lansung berlari meninggalkan Calvin masuk kedalam kamar dan menutup pintu dengan keras.


Calvin akhirnya baru tersadar dia sudah terbawa emosi sampai menyakiti orang dia sayangi dengan kata-katanya. Dia mendekati pintu kamar mencoba membuka pintu ternyata Tania menguncinya dari dalam.


"Tania, maafkan aku. Aku tidak bermaksud menyakitimu. Aku hanya belum menerima jika kita oraang tua kita pernah saling menyakiti dulunya , aku hanya takut kehilanganmu seperti papiku kehilangan ibumu."


Tidak ada suara sahutan dari dalam pintu, Calvin masih berdiri sambil menyandarkan badannya dipintu.


Calvin mengapa kamu sangat bodoh sekali, dia pasti menangis didalam sana. Pasti dia sangat terluka karena emosimu yang tak mampu kamu bendung mendengar kabar bahwa ibu kandung Tania adalah mantan pacar yang paling dibenci oleh papinya.!


/////


Awal mula penyelidikan Rey. Penyelidikan Rey tidak berlangsung lama, dia pergi kerumah orang tua angkat Tania. Sampai disana dia tidak berlama-lama karena dengan sedikit mengancam kepada orang tua angkat Tania untuk memberikan sedikit banyak informasi tentang ibu kandung Tania.


Pertama orang tua angkatnya tidak mau memberi tahu tapi ternyata Rey sangat pandai dengan mebuka mulut mereka dengan sebuah amplop tebal yang berisikan uang didalamnya akhinya tanpa waktu lama mereka menjelaskan tentang asal mula Tania bisa berada ditangan mereka.


Dengan langkah cepat Rey menemui papi Cakra karena dalam surat wasiat yang dia tuliskan diselembar kertas kusam itu tertera nama Cakra Reyvaldo Wibowo.


Isi surat itu, "Maaf aku tidak bisa menerima anak ini karena aku masih mencintai orang lain, Cakra Reivaldo Wobowo."


mungkin Tuhan sudah mengaturnya mengapa Felysha nama ibu dari Tania itu bisa menuliskan nama Cakra didalamnya.

__ADS_1


Cakra sempat terkejut mendengar bahwa menantunya itu adalah anak dari wanita yang telah dia benci seumur hidupnya. Mungkin saat bertemu Tania bayang-bayang Felysha kembali mucul dibenak papi Cakra.


__ADS_2