Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
Suamiku Bosku two, part 63


__ADS_3

Dipemakaman semua keluarga Felysha berkumpul dan belum ada yang mengetahui jika Tania adalah anak kandungnya termaksud orang tua Felysha. Setelah pemakaman selesai dilaksanakan barulah satu persatu orang pergi.


Papi Cakra dan mami Cakra juga sudah pergi meninggalkan Calvin dan Tania yang masih berdiri didepan kuburan tersebut. Tak lama berselang datanglah seorang pria paruh baya menggunakan pakaian serba hitam dan memakai kaca mata hitam. Dia langsung berjongkok didepan kuburan terebut dan membuka kaca matanya untuk menyeka air matanya.


Calvin dan Tania juga akan beranjak pergi tapi ditahan oleh laki-laki tersebut.


"Kalian ada hubungan apa dengan Felysha.?" Tanya pria tersebut.


"Bukan siapa-siapa." Jawab Tania.


"Aku Ardian." Ardian menjabat tangan Calvin dan Tania.


"Calvin, Tania." Jawab Calvin dan Tania secara bergantian.


"Tania.? Tania Febiola.? Ini kamu nak.?" Ardian ingin memeluk Tania tapi Calvin menarik Tania didekatnya.


"Anda kenal saya.?" Jawab Tania.


"Aku ayahmu nak.., aku mencarimu tapi Felysha menyembunyikanmu dariku selama ini. Boleh ayah memelukmu.?" Tanya Ardian.


Calvin membiarkan Ardian memeluk Tania, Ardian terus menangis dipelukan Tania.


Tania masih cukup bingung dengan panggilannya kepada Ardian. Mereka duduk di kursi panjang dan Calvin menunggu mereka dari jarak yang jauh melihat Tania berbicara dengan Ardian. Sesekali Tania menyeka air matanya saat berbicara.


Setelah selesai Ardian dan Tania berjalan ke arah Calvin menunggu.


"Jaga anak dan calon cucuku." Sambil memegang pundak Calvin.


"Kami pamit pulang om." Jawab Tania masih terdengar kaku memanggil Ardian dengan sebutan papa.


"Iya, hati-hati." Jawab Ardian.


Didalam mobil Tania duduk dikursi depan disamping Calvin.

__ADS_1


"Apa yang kalian bicarakan?" Ucap Calvin.


"Pak Ardian mencantumkan namaku sebagai pewaris tunggal semua harta kekayaannya." Jawab Tania.


"Jawabanmu..?" Tanya Calvin.


"Aku tidak tahu mau menjawab apa sayang."


"Kita pergi kedokter kandungan sayang, kakimu semakin bengkak."


"Iya sayang."


Merekapun pergi ke dokter kandungan untuk memeriksakan kandungan Tania. Sampai dirumah sakit seorang dokter sudah menyiapkan alat dan memberikan gel diperut Tania lalu menggerakkan alat USG diatas perutnya.


"Mau tahu jenis kelamin bayinya nyonya Tania."


"Mau dok." Jawab Tania bahagia.


"Ini kelaminnya, bayi anda perempuan." Dokter tersebut memperlihatkan Tania pada layar yang ada diruangan tersebut.


"Sampai saat ini perkembangan janinnya cukup bagus dan berat badannya juga normal dan semoga kedepannya akan berjalan baik." Jawab dokter tersebut.


Setelah selesai melakukan pemeriksaan Tania turun dari tempat tidur dibantu oleh perawat. Calvin sedang menunggunya diruang kerja dokter tersebut. Dia masih sangat takut untuk menemani Tania didalam ruang pemeriksaan.


"Jadi bagaimana hasilnya sayang..?" Tanya Calvin.


"Bagus sayang. Semua dalam keadaan normal dan kamu tahu bayi kita ternyata seorang perempuan."


"Benarkah..? Sepertinya aku akan segera mencari nama yang bagus untuk anak kita." Calvin sangat senang dan wajahnya berseri-seri sambil mencium perut Tania.


"Nyonya Tania, usia kandungan anda memasuki trimester ketiga. Anda harus lebih hati-hati dalam beraktifitas sehari-hari dan jangan lupa untuk rutin memeriksakan kandungan anda."


"Iya dok terima kasih." Ucap Tania.

__ADS_1


Dilain tempat, Raka dan Julie sedang berbahagia. Mereka mengurus semua persiapan pernikahan mereka mulai dari membagikan undangan sampai dengan konsep dekorasi yang akan mereka gunakan saat acara pernikahan nanti.


"Raka, ternyata aku jodohmu." Julie menyandarkan kepalanya dibahunya.


"Aku mencintaimu Julie."


"Kamu sudah tahu kabar meninggalnya ibu kandungnya Tania?" Ucap Raka.


"Iya sudah, dia menelponku pagi tadi. Tapi aku tidak bisa menemaninya pergi ke pemakaman." Ucap Julie.


"Semoga dia bisa menghadapi cobaan ini." Ucap Raka.


//////


Sebulan kemudian acara pernikahan Raka dan Julie dilangsungkan. Penikahan bertema merah muda ini menjadi pilihan mereka karena Julie menyukai warna merah muda.


Tania datang menggunakan baju merah muda. Perutnya sudah sangat besar, begitu pula dengan badannya. Tania menggandeng tangan Calvin dan kelihatannya dia sangat sulit untuk berjalan karena tubuhnya yang melebar.


Hampir semua teman SMA mereka mendapatkan undangan termaksud Erika, mantan pacarnya Raka. Dan benar saja Erika datang dengan angkuhnya berjalan melewati para tamu undangan lain menuju tempat duduk paling depan.


"Apa cantiknya dia,, merusak pemandanganku saja." Ucap Calvin melihat Erika.


"Siapa?" Tanya Tania sambil mencari orang yang menjadi pusat perhatian Calvin.


"Sana." Jawab Calvin sambil memajukan mulutnya kepada Erika.


"Oh dia, emang dia cantik. Jangan benci berlebihan nanti kamunya jatuh cinta sama dia.


"Jatuh cinta..? Biar hanya tinggal di wanita dibumi ini aku tidak akan jatuh cinta kepada nenek sihir itu." Jawab Calvin yang sudah memalingkan wajahnya.


"Seharusnya kamu itu bersyukur karena dia kita bisa bertemu. Andai saja dulu dia tidak menjahiliku dan menumpahkan kuah Bakso di bajumu pasti kita akan bersama saat ini."


Calvin terdiam sejenak, "Ternyata ada juga gunanya nenek sihir itu sayang. "

__ADS_1


"Husss kamu itu, nggak baik bicara seperti itu, ingat aku lagi hamil." Ucap Tania.


"Baiklah." sambil mengelus perut Tania.


__ADS_2