Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
BAB 59 Suamiku Bossku


__ADS_3

"Baiklah, aku akan memberi tahumu...! tapi janji, setelah itu jangan bertanya lagi tentang apapun..!" Teriak Cakra tidak sadar dan sudah menghentikan mobilnya.


"Baiklah mas.., cepat katakan..!"


"Kamu istriku.., sampai disitu saja aku jelaskan dan untuk selanjutnya jangan bertanya apapun Clara. Aku mohon, aku sangat mencintaimu, aku takut untuk kehilanganmu. Jadi aku mohon mengerti dengan perasaanku Clara, aku mohon jangan menyakiti dirimu sendiri, aku bisa gila jika kamu pergi dari dariku." Buliran bening keluar dari kedua matanya, Cakra tidak mampu lagi menahan tangis dan gejolak didadanya.


"Aku istrimu, berarti kamu suamiku dan berarti kita sudah menikah..? Dan William, mengapa aku bisa berpisah dengannya.?"


"Clara, jangan sebutkan namanya lagi, aku benci mendengar nama itu." Ucap Cakra tanpa menoleh ke arahnya.


"Aku tidak bisa mengingat semuanya., kepalaku terasa sakit mas.." Clara memegang kepalanya.


"Clara, aku sudah bilang jangan terlalu banyak berpikir...! Sekarang kita menemui dokter Bryan." Cakra kembali menghidupkan mobilnya dan segera melaju karena panik melihat Clara yang masih memegang kepalanya.


Sampai di klinik dokter Bryan, Cakra bergegas membawa Clara masuk keruangannya. Dia membaringkan Clara sambil memegang tangannya dan menciumnya beberapa kali. Bryan sudah memeriksa kondisi Clara tapi Cakra masih menunjukkan wajah paniknya.


"Bagaimana kondisinya dok..?"


"Kondisi kesehatannya sudah lebih baik dari sebelumnya. Hanya saja dia masih perlu istirahat untuk beberapa hari ini. Coba perkenalkan kembali dia dengan orang-orang yang sebelumnya dia ketahui, lambat laun semua akan berjalan dengan baik." Kata Bryan.


"Baiklah dok terimakasih.., kalau begitu kami pamit pulang dok." Cakra berjabat tangan kepada Bryan.


"Pak Cakra, tolong sampaikan salamku untuk Hana.." Ucap Bryan.

__ADS_1


"Hana..? Apa dokter pacarnya..? Mengapa aku bisa melupakan dia beberapa hari ini..? Dan dimana dia sekarang mas..?"


"Clara, aku bukan pacarnya tapi sebentar lagi aku akan menjadi pacarnya, hehehe."


Cakra hanya tersenyum melihat Bryan yang tergila-gila dengan adiknya. Dan akhirnya mereka pergi meninggalkan Bryan masih dengan wajah kasmarannya.


"Mas aku mau pulang, tapi bolehkah aku besok bertemu dengan Hana..? Apa kamu mengetahui rumahnya..?"


"Iya sayang, aku akan mengantarmu." Cakra tersenyum ke arahnya.


"Sayang..? Aku menyukainya mas." Clara juga tersenyum ke arah Cakra.


Sampai diapartemen, Cakra langsung masuk kedalam kamar dan membaringkan Clara yang sudah tertidur sejak dalam perjalanan pulang. Dia kembali mengangkat tubuh Clara sampai dikamarnya dan berbaring disamping istrinya itu. Dia mengecup keningnya dan kemudian mengecup bibirnya dengan lembut. Cakra akhirnya memutuskan untuk kembali kekantor.


"Clara..? Kamu sudah bangun..?"


"Hemmm, aku mau kamu disini.." Clara menunjuk tempat tidur disampingnya.


Cakra kembali berbaring disampingnya. Clara memeluknya dan membuat Cakra sedikit kaget.


"Maafkan aku mas, aku belum bisa mengingat semuanya, bahkan suamiku sendiri aku lupakan." Clara masih memeluknya.


"Semua salahku karena tidak mampu menjagamu dengan baik Clara, andai saja waktu itu aku mengantarmu pasti ini tidak akan terjadi."

__ADS_1


"Mas.." Panggil Clara dengan manja.


"Iya sayang, ada apa..?"


"Biasanya kalau sedang berdua seperti ini apa yang kita akan lakukan..?"


"Haaa.. pertanyaan macam apa itu Clara hehehe." Cakra terbelalak, dia bingung mau menjawab apa.


"Iya mas, biasanya kita ngapain.?" Clara sudah menyentuh bibir Cakra dengan tangannya sejak dia mencium Cakra dia menjadi ketagihan ingin menyentuh kembali bibir itu.


"Kita biasanya.." Belum selesai dia bicara Clara langsung ******* bibirnya dengan lembut. Cakra terkejut melihat tingkah Clara yang begitu agresif sekarang, biasanya dulu Cakra yang selalu mengemis untuk meminta bercinta.


"Clara, aku takut kamu belum siap dengan ini.. ?" Cakra sudah melepaskan ciumannya, dia tidak ingin melakukan karena takut dengan kondisi Clara yang belum pulih dengan sempurna.


"Ini kewajibanku sebagai seorang istri mas, aku bisa melihat dari cara kamu memandangku, aku bisa merasakan itu."


Akhirnya Cakra juga sudah terbawa dengan nafsu kembali ******* bibir Clara dengan lembut. Tangannya sudah membuka kancing baju Clara satu persatu dan dia membuka bajunya juga. Cakra kembali mencium Clara dibagian-bagian sensitifnya hingga Clara mendesah menahan kenikmatan yang tiada tara.


"Mas..., aku bisa mengingat momen ini. Benar mas aku bisa mengingat kita melakukannya." Clara berbicara sambil mendesah.


"Akan kita lakukan setiap hari sayang agar ingatanmu cepat pulih."


Sungguh mereka sudah terbuai dengan kenikmatan dunia disiang bolong.

__ADS_1


__ADS_2