Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
Suamiku Bosku two, part 12


__ADS_3

Rey sudah menunggu didepan pintu kamar Calvin. Calvin masih menarik tangan Tania menaiki anak tangga dan terlihat Calvin begitu marah kepada Tania.


"Buka pintu...! Kamu tunggu disitu Rey..."


"Iya tuan.." Jawab Rey patuh sambil membuka pintu kamar Calvin.


Calvin masuk dan menjatuhkan tubuh Tania diatas tempat tidurnya.


"Tuan mau apa..?" Tania sudah terlihat panik.


Calvin naik diatas tempat tidur dan menindih tubuh tania tapi tidak begitu rapat karena Calvin masih menahan tubunya dengan kedua tangannya., Tania menutup matanya pasrah karena sangat tidak mungkin dia menolak tubuh Calvin yang lebih besar dari tubuhnya.


"Ini untuk sifatmu yang keras kepala...!" Calvin mencium kening Tania dengan lembut dan kambali berdiri sambil tersenyum kepada Tania yang masih menutup matanya.


"Ternyata dia memang masih polos." Guman Calvin dalam hati. "Cepat ganti bajumu dengan baju yang Rey berikan padamu, jika kamu masih mebantah aku akan melakukannya sekali lagi dan tentu akan turun ke sini." Calvin menyentuh bibirnya sendiri, Tania hanya mengintipnya dari selah jarinya dan tahu apa yang Calvin maksud.


"Baik tuan muda, maafkan aku.." Tania langsung bangun dan berlari menuju kamarnya untuk menganti pakaian. Rey yang berada didepan pintu hanya bisa melihat Tania dengan sedih karena dia tahu apa yang akan dilakukan tuan mudanya kepada gadis polos seperti Tania.


Didalam kamar, Tania mengambil tisu basah dan membersikan keningnya sambil menatap cermin, air matanya jatuh membasahi kedua pipinya. "Ciuman pertamaku ternyata diambil oleh laki-laki brengsek itu., semua rencanaku gagal untuk menjaga first kis ku untuk calon suamiku...!" Tania masih mengomel dan pikiranya langsung kembali ke Calvin yang akan marah jika dia harus menunggunya lama.


Tania membuka tas kecil yang berisikan baju yang akan dia kenakan.


"Yah ampun ini baju atau hanya kain yang tidak selesai dijahit..? aku tidak percaya kak Rey membeli ini untukku..! bagaimana aku harus keluar dengan baju seperti ini..?"


Tok.. tok.. tok.. "Tania apa kamu sudah selesai..?"

__ADS_1


"Tunggu kak Rey sedikit lagi aku selesai..!"


Tania masih berhias dengan peralatan lengkap yang dibelikan oleh Rey. Tania hanya memoles wajahnya dengan sedikit make up ringan karena sebenarnya tanpa make up pun dia sudah terlihat sangat cantik.


"Aku siap..!" Tania keluar dari dalam kamar. Rey dan Calvin sudah berdiri didepan kamarnya dan mereka berdua Calvin dan Rey sangat terkejut dengan penampilan Tania yang sungguh luar biasa malam ini.


"Tania kamu sangat cantik, aku tidak bohong ini ungkapan hatiku yang paling dalam." Gombal Rey dan takjub dengan penampilan Tania.


"Makasih kak Rey.." Jawab Tania tersipu malu.


"Rendah sekali levelmu Rey, gadis seperti dia banyak diklup malam berkeliaran." Kata Calvin.


"Dia gadis yang cantik dari luar dan dalam, pantas saja Raka tergila-gila dengannya." Calvin hanya bisa memuji dalam dalam hati melihat Tania berubah jadi cinderella malam ini.


"Ayo Tania..!" Rey memegang tangan Tania.


"Mengandeng tangannya tuan muda, bukannyan kami terlihat pantas jika seperti ini..?"


"Katakan jika kamu masih ingin makan Rey..!"


"Baikalah tuan muda..!" Rey langsung melepaskan tangannya.


"Tania..!" Panggil Calvin.


"Iya tuan muda..?" Tania sudah mendekat kepada Calvin.

__ADS_1


"Tetap berada disisiku dan jangan pernah menjauh.., kamu mengerti..!"


"Iya tuan muda..!" kata Tania patuh.


Tania duduk berdampingan dengan Calvin didalam mobil. Calvin mulai mencuri-curi pandang kepada Tania, tapi Rey bisa melihatnya dari kaca spion mobil bagian tengah dan Rey tersenyum dalam hati melihat tuan mudanya. Akhirnya mobil mereka masuk di area klup malam.


"Calvin memegang tangan Tania dan masuk keruangan VVIP yang ada dalam klup itu. Teman Calvin yang ada dalam ruangan itu ada 5 orang, terlihat mereka mengandeng wanita satu persatu dan saat Calvin masuk, mata mereka tertuju kepada Tania yang mengunakan drees pendek berwarna gold nute yang tambah mempercantik dirinya.


"Siapa dia Vin..?" Tanya teman Calvin yang tepat berada disamping mereka duduk.


"Bukan siapa-siapa..? Jawab Calvin datar.


"Oh dia mainan barumu yah..? dia terlihat menarik juga. Aku pinjam dia malam ini bolehkan..? hitung-hitung untuk merayakan ulang tahun persahabatan kita.


Praakk... Pukulan keras mengenai wajah temanya yang sedang duduk disampingnya.


"Jika aku mendengarnya lagi perkataan itu.., akan ku pastikan mulutmu tidak akan bisa dipakai untuk makan lagi..!!"


"Maafkan aku Calvin.., aku janji tidak akan mengulanginya lagi." temannya sudah berlutut dikaki Calvin. Dan semua orang yang ada diruangan itu menjadi takut dan tidak ada yang berani menatap Tania.


"Sana pergi....! jangan pernah muncul lagi dihadapanku..."


"Terimakasih Calvin, aku benar-benar minta maaf." Temannya sudah berdiri tapi masih ada sisa-sisa darah yang menetes dari hidungnya, suaranya masih terdengar gemetar saat berbicara kepada Calvin.


"Rey.., pesankan aku ruangan lain..!" Perintah Calvin.

__ADS_1


"Siap tuan muda..." Kata Rey dan sudah keluar dari ruangan setelah menyaksikan tuan mudanya yang begitu santai setelah memukul seseorang sedangkan Tania masih berada dibelakang Calvin tangannya tidak lepas dari genggaman Calvin. Muka Tania begitu pucat melihat Calvin memukul orang sampai seperti itu.


__ADS_2