
Didalam mobil Tania masih mengeluarkan air matanya, sebenarnya Rey menjadi kasihan kepada gadis yang duduk dikursi belakang mobilnya. Tapi Rey tidak bisa berbuat apa-apa karena baginya kepentingan Calvin adalah yang utama.
"Kamu sudah makan dik..?" Tanya Rey membuka percakapan ditengah keheningan.
"Sudah.." Jawab Tania menyeka air matanya dari kedua pipinya.
"Oh baguslah." Rey sebenarnya masih bingung akan bertanya apa lagi karena dia bisa pastikan gadis ini lagi dalam suasana hati yang tidak baik untuk diajak berbicara.
Bip.. bip.. bip.. bunyi pesan hp Tania.
"Tan..?" Raka mengirimi dia pesan.
"Iya.."
"Ada dimana.?" Raka kembali mengirim pesan.
"Dalam perjalanan."
"Kemana?" Tanya Raka kembali.
"Tidak tahu."
"Kamu diculik...?"
__ADS_1
"Tidak Raka, aku belum bisa jelaskan. Kamu tenang saja, aku bisa jaga diri." Kata Tania dalam pesannya.
"Oke, aku menunggumu disekolah besok."
"Siplah.. See you.." Jawab Tania dengan memberikan emoticon senyum tapi sebenarnya dia tidak sedang tersenyum.
Mobil sudah memasuki rumah mewah Calvin., Tania mulai menatap disekelilingnya, ini pertama kalinya dia menginjakkan kakinya di sebuah rumah mewah. Dalam hati ada perasaan takjub dengan keindahan rumah itu dan ada pula perasaan takut jika membayangkan dirinya akan menjadi seperti apa nantinya.
"Sini aku bawakan, kelihatannya itu sangat berat." Rey sudah menarik tas milik Tania.
"Tidak perlu kak, aku bisa membawanya."
"Baikalah sepertinya kamu terlihat sangat mandiri."
"Ikut denganku..!" Rey sudah berjalan dan Tania sudah menginjakan kakinya didepan pintu masuk rumah itu.
"Semoga ini akan baik-baik saja." Kata Tania dalam hati.
"Jangan takut orang dirumah sini sangat baik, kamu hanya perlu sedikit bersabar Menghadapinya." Kata Rey Tanpa menoleh ke arahnya tapi seakan dia tahu kalau perasaan Tania sedang ketakutan.
Diruang keluarga sudah berkumpul orang-orang yang sedang memandanginya dari atas sampai ke ujung kakinya. Mereka melayangkan senyuman kepadanya setidaknya dia bisa sedikit lega dengan respon awal penghuni rumah kepadanya.
"Rey..., aku berharap ini terakhir kalinya. Aku sudah sudah pusing memikirkan anak itu." Mami Clara menahan Rey yang sedang berjalan melewatinya menuju kamar Calvin.
__ADS_1
Diruang keluarga mereka berkumpul ada Hana, Bryan, Clara, Cakra dan kedua orang tuanya.
"Oh iya nyonya Clara, aku lupa memperkenalkannya kepada kalian."
"Tania perkenalkan dirimu." Rey berbisik kepada Tania.
"Duduk dulu sayang." mami Clara mendekati Tania dan menyuruh Tania duduk disofa.
"Eh iya maaf, namaku Tania. aku masih bersekolah dan aku kesini.. "
"Sudah sayang tante bisa mengerti, sekarang antar dia kemarnya yang berada dilantai dua Rey." Kata Mami Clara. Papi Cakra hanya bisa melayangkan senyuman kepada Tania.
"Iya Nya." Kata Rey dan menudukan kepalanya kepada semua orang yang ada didalam ruang keluarga tersebut.
"Clara, bukannya dia terlihat sangat muda..?" Kata Hana kepada Clara sedangkan Rey dan Tania sudah menaiki tangga menuju kamar Tania.
"Sepertinya begitu, aku seperti melihat diriku yang muda pada dirinya. Aku bisa merasakan perasaannya saat ini entah mengapa Calvin memilihnya." Clara masih menatap Tania.
"Sayang mendekatlah.....," Cakra memeluk Clara yang sudah duduk disampingnya."
"Mas Cakra, usiamu sudah tua dan berhentilah berbuat yang aneh-aneh didepan orang banyak. Aku pikir kamu sudah berubah." Kata Hana dan membuat semua orang tertawa.
"Aku memang sudah tua tapi cintaku kepada Clara tidak akan pernah tua."
__ADS_1
"Ihhh.. dasar memalukan..!" mereka kembali tertawa.