Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
Suamiku Bosku two, part 8


__ADS_3

"Sekarang aku boleh pergi tuan muda..?"


"Apa Rey tidak memberi tahumu? Calvin sudah berbaring ditempat tidur.


"Memberitahu apa tuan..?" Tania masih berdiri disamping tempat tidur Calvin.


"Kamu tidur di sofa itu setiap malam." Calvin menunjuk sofa yang tidak berjarak jauh dari tempatnya tidur.


"Di situ tuan..? Jadi apa gunanya aku mempunyai kamar.?" Tania juga menunjuk sofa itu.


"Untuk tempatmu menangisi hari-harimu dirumah ini..!" jawaban dari Calvin membuat Tania tercengang. Dia sudah menutup matanya dan membelakangi Tania. Tania akhirnya merebahkan tubuhnya disofa kecil tanpa mengunakan bantal dan selimut. Tania juga membelakangi Calvin dan air matanya menetes merindukan rumahnya yang sederhana tapi bagaiakan surga baginya.


Pagi Hari Tania sudah di melihat jam 06.00 pagi. Dia merasa ada yang aneh dengan tubuhnya pagi ini.


"Selimut..? bantal..? Siapa yang memakaikan aku semua ini..? tidak mungkin laki-laki manja itu.." Pikir Tania.


Tania akhirnya melipat selimutnya dan mendekati Calvin yang masih tertidur pulas. Tugasnya kali ini adalah membangunkan Calvin dari tidur panjangnya dan dia sudah seperti seorang istri yang membuka mata langsung berhadapan dengan laki-laki asing tapi dengan status yang berbeda karena dia hanya seorang pembantu.


"Tuan muda.., bangun. Kita akan terlambat pergi kesekolah..!" Tania mengerak-gerakan badan Calvin dan sedikit menguncangnya karena Calvin tidak membuka matanya sedikitpun.


"Heii...! bisa tidak kamu membangunkan aku lebih sopan...!" Teriak Calvin.


"Lebih sopan..? Baik tuan." Pasrah.

__ADS_1


"Mulai besok bangunkan aku dengan mengelus kepalaku dengan lembut dan berbisik ditelingaku. Bukan menguncang badanku dan meneriakkiku....! kamu paham..!" Masih dengan nada tinggi.


"Baru mendengarnya saja sudah menjijikan, bagaimana jika itu aku lakukan." Tania membatin.


"Paham tuan..!"


"Sekarang pergilah aku mau mandi dan kamu juga cepat bersiap...!" Calvin sudah mendorong tubuhnya dari atas tempat tidur.


"Syukurlah aku pikir mandi pun harus aku yang layani. Mungkin masa kecilnya kurang bahagia jadi hidupnya harus diulang lagi dari awal." Tania sudah berjalan keluar dari kamar Calvin masih dengan omelannya didalam hati.


Didalam kamar, Tania bergegas mandi dan bersiap dengan baju sekolahnya. Tak lupa dimelihat jadwal mata pelajaran dan memasukan buku kedalam tasnya dan perlengkapan lainnya. Setelah selesai dia kembali ke kamar Calvin, pintu Calvin tidak pernah terkunci jadi dia bebas keluar masuk dikamar Calvin.


"Maaf tuan aku lambat.."


"Cepatlah pakaian bajuku dan sisir rambutku...!"


"Tuan tidak sarapan..?" Tanya Tania.


"Aku buru-buru..! Jawab Calvin.


"Tapi tuan dan nyonya mungkin sedang sarapan..?" Kata Tania kembali.


"Jam segini mereka sudah berangkat kekantor.." Calvin langsung meningalkan Tania.

__ADS_1


Sebenarnya Tania setiap pagi selalu sarapan dengan ketoprak, ini pertama kalinya dia berangkat sekolah tanpa makan atau minum apapun. Tania juga sudah mengikuti Calvin dari belakang menuruni anak tangga. Terlihat Rey sudah berdiri dan tersenyum kepada mereka berdua.


"Rey ambilkan beberapa roti dan air minum didapur.., aku akan sarapan dimobil..!"


"Baik tuan muda.."


Tania masih dengan muka lesu karena sejak semalam dia belum makan apapun.


Rey sudah membawa makanan dan membukakan Calvin pintu mobil. Tania hendak duduk dikursi depan bersama dengan Rey.


"Mau apa kamu duduk disitu..? apa sekarang kamu menyukai Rey dan mendampinginya..!"


"Haa..? Maaf tuan. Jadi aku akan naik angkot begitu maksudnya..?"


"Bodoh..! kamu duduk disampingku." Kata Calvin sambil memaki Tania.


Tania membuka pintu mobil dan duduk disamping tuan muda Calvin.


"Ini makanlah...!" Calvin memberikan roti dan susu kotak kepada Tania.


"Iya tuan muda., terimakasih." Tania sudah tersenyum.


"Jangan berpikir yang aneh-aneh aku hanya tidak ingin kamu merepotkan aku jika kamu sakit."

__ADS_1


"Iya tuan muda."


"Ternyata dia baik juga.." Tania kembali. membatin.


__ADS_2