Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
BAB 68 Suamiku Bossku


__ADS_3

Kepulangan Hana...


Clara sudah berada dibandara bersama dengan mami dan papinya sedangkan Cakra seperti biasanya selalu sibuk dengan pekerjaannya dikantor. Sekitar satu jam mereka menunggu dan akhirnya batang hidung Hana nampak juga sedang melambaikan tangan kepada mereka yang sedang berdiri menantinya.


Hana begitu bersemangat melihat kedua orang tuannya dan sahabat sekalian iparnya yang berdiri membalas lambaian tangannya.


"Mami, papi.., aku sangat merindukan kalian." Hana memeluk mereka secara begantian. dan dia mengeser tubuhnya berhadapan dengan Clara.


"Aku sangat merindukanmu bebs, dan yang paling aku rindukan adalah calon bayi yang ada didalam perutmu ini." Hana mengelus lembut perut Clara yang masih terlihat datar.


"Aku juga sangat merindukan kamu bebs, dapat salam juga dari mas Cakra maaf dia tidak bisa ikut bersama kami untuk menjemputmu."


"Aku sudah tahu itu, dia memang tidak menyayangiku.." Hana cemberut.


"Ayo sayang kita pulang.,Clara juga akan tidur dirumah malam ini karena kakakmu sedang keluar kota. Akhir-akhir ini dia sangat sibuk dan Clara lebih sering tidur dirumahnya mami." Mami Anita sudah merangkul anaknya sambil berjalan menuju parkiran mobil.


Dalam perjalanan Clara duduk berdampingan dengan Hana, sedangkan mami dan papinya ada dimobilnya yang satunya. Hana terus mengelus lembut perut Clara dan terkadang dia menciumnya beberapa kali.


"Hana, itu terasa geli tau." Clara mengeser tubuhnya sedikit menjauh karena Hana yang selalu saja mempermainkan perutnya.


"Baiklah.." Kata hana.


"Badanmu belum banyak berubah, dan wajahmu mengapa semakin bertambah muda sepertinya kakakku memperlakukan kamu dengan baik." Kata Hana kembali sambil memandang sahabatnya itu.

__ADS_1


"Aku memang cantik dan masih muda, dan sampai kapanpun tetap cantik hahaha."


"Idiihh mas Cakra sudah meracuni otakmu, sifatmu sudah mirip dengannya." Hana hanya memandang geli sahabatnya itu.


"Itu karena hati dan tubuh kami telah bersatu hehehe."


"Clara sejak kapan otakmu jadi mesum seperti ini..?" Hana masih dengan pandangan yang sama kepada Clara.


"Sejak kakakmu meracuni otakku hahaha." Clara seperti senang sekali meledek Hana.


"Semoga saja keponakanku tidak mengikuti sifat kalian yang berlebihan kepedeannya."


"Hehehe." Clara tersenyum puas melihat ekspresi Hana.


Tiba dirumah, Clara tidur bersama Hana dan semalam mereka gunakan untuk bercerita pengalaman Hana selama diluar negeri dan Clara hanya menjadi pendengar yang baik.


"Siapa..?"


"Bryan..."


"Heeemm sering.."


"So..?"

__ADS_1


"So what, bebs..?"


"Ah sudahlah.., mungkin dia sudah melupakanku.."


"Mungkin dia lagi belajar melupakan seseorang yang tidak pernah peduli dengan perasaannya.."


"Clara.., kata itu sangat menyakitkan untukku."


"Dan itulah yang dia rasakan Hana, Sama menyakitkan bukan.."


"Jadi aku harus bagaimana sekarang.?" Hana terlihat berpikir mendengar perkataan Clara.


"Entahlah selesaikan masalamu karena aku sudah sangat bahagia sekarang hahaha."


"Kau..! dasar.." Hana melempar bantal kepada Clara.


"Hana, perutku..!"


"Astaga maaf, aku melupakannya." Hana kembali mengelus lembut perut Clara.


Keesokan harinya Hana pergi kerumah sakit rencana akan menemui Bryan dan meminta maaf atas segalanya. Dia tidak bisa membohongi perasaannya kalau sebenarnya dia juga memiliki perasaan yang sama seperti Bryan. Hanya saja Hana terlalu mementingkan egonya dan gengsinya untuk menerima Bryan. Selama diluar negeri perasaannya begitu gundah dan pikiranya tak pernah ada hentinya untuk memikirkan Bryan dan rasa bersalahnya semakin besar dari hari-kehari karena tega menolak cinta Bryan.


Hana sudah berada dirumah sakit dia melihat Bryan sedang berbicara dengan seorang dokter wanita yang bisa dibilang sangat cantiklah. Hana masih berdiri dari kejauhan memandang Bryan, dokter tersebut terlihat sedang tersenyum kepada Bryan dan Bryan juga membalas senyuman dokter wanita itu.

__ADS_1


Bryan melihat ke arahnya tetapi dia kembali fokus kepada wanita didepannya yang sudah menarik tangannya pergi dari tempatnya berdiri. Hana bisa menyaksikan dengan jelas senyuman yang dilayangkan Bryan kepada wanita itu.


"Benarkan.., aku sudah menduganya. Dia pasti dengan cepat melupakan aku padahal kalau dia sangat menyukaiku pasti dia akan menungguku. Aku tidak salah menolaknya karena ternyata dia playboy." Hana berjalan dengan perasaan sedih.


__ADS_2