
Benar saja, Hana akan balik kedalam negeri setelah mendengar kabar kalau Clara sudah mengandung. Tanpa pikir panjang, malamnya Hana sudah memesan tiket pulang.
Ditempat lain, Felysa yang masih belum merelakan Cakra memukul meja setelah mendengar kalau Clara sedang hamil. Entah siapa yang memberi tahunya tentang kabar ini, yang pasti dia masih belum menerima kenyataan akibat ulahnya sendiri.
"Clara, kamu benar-benar telah merebutnya dariku, lihat saja akan ku buat Cakra kembali bertekuk lutut kepadaku dan meninggalkan kamu dengan anakmu itu." ucap Fely sambil membaca pesan dihpnya dari seseorang.
Hari ini Clara berniat pergi belanja keperluan dapur bersama bi Iyam disupermarket. Clara mendapatkan hadiah mobil mewah dari Cakra dan akhirnya dia bisa keluar jalan-jalan tanpa harus menunggu Cakra untuk mengantarkannya.
"Bi Iyam sudah siap..?"
"Iya non, tunggu dikit lagi." Teriak bi Iyam dari dalam kamarnya.
"Ayo non Clara, aku sudah siap.., tapi apa tuan Cakra tahu kalau non Clara akan pergi..? Jangan sampai tuan marah kepada bibi non, bisa jadi bibi akan dipecat." Kata bi Iyam merasa cemas dengan kelakuan Clara yang begitu berani baginya. Karena Cakra sudah berpesan bahwa Clara tidak boleh kemana-kemana tanpa izinnya. Entah sejak kapan Cakra menjadi over protektif terhadap istrinya itu.
__ADS_1
"Tenang, jangan cemas bi, aku ratunya dan dia rajanya. Dia tidak akan berani mengusik bibi jika aku sudah membujuknya dengan pelukanku." Clara begitu percaya diri dan masih dengan sifatnya yang sedikit keras kepala.
"Hehehe baiklah non, aku hanya figuran disini.." Bi Iyam hanya bisa Pasrah.
"Hahaha bi Iyam benar-benar lucu, sepertinya bibi sudah seprti pemeran sinetron." Clara tertawa mendengar perkataan bi Iyam.
"Jadi.. berangkat kita bi." Clara keluar dengan gayanya yang seperti umur belasan tahun, dia hanya mengunakan kaos oblong, celana pendek serta sepatu kets dan topi hitam menghiasi kepalanya. Rambutnya dibiarkan terurai kebelakang dan tas kecil mengantung dibadannya. Kalau orang melihat pasti tidak percaya jika dia sedang hamil dan sudah mempunyai suami. Clara gadis setengah tomboy dan sedikit seksi untuk masalah penampilan, jadi wajar saja kalau Cakra sampai terlihat berlebihan kepada istrinya karena dia tahu laki-laki manapun yang melihat penampilan istrinya pasti akan terbuai dengan kecantikannya.
"Ayo non." Bi iyam juga terlihat rapi mengikuti penampilan majikannya.
Clara yang sedang asik memilih beberapa cemilan agak tergeser dari tempatnya berdiri karena seorang wanita yang berjalan menabraknya dan beberapa camilan ditangannya terjatuh kelantai.
"Owww... maaf ya." Sambil memegang mulutnya tapi tatapannya begitu sinis melihat Clara yang sedang memungut cemilan yang berserakan dilantai. Clara berdiri dan menatap orang yang sedang berdiri depannya itu.
__ADS_1
"Kamu..? mba Fely..? Hey... apa matamu itu bisa kamu digunakan untuk melihat jalan...!" Bentak Clara.
"Apa..? Beraninya kamu mengatakan aku seperti itu." Fely sangat kaget melihat reaksi Clara kepadanya.
"Berani..! Memangnya kamu siapa sampai aku takut kepadamu?"
"Hei kamu...!" Fely menunjuk wajah Clara.
"Apa..? Jika sudah tidak ada urusan silahkan menyingkir dari hadapanku."
"Jadi sekarang kamu sudah menjadi nyonya besar yah, sepertinya Cakra sudah memperlakukanmu seperti seorang ratu. Tapi kamu jangan bangga dulu, dia juga memperlakukan aku seperti itu waktu kami masih bersama jadi bukan kamu hanya saja yang spesial baginya. Dan kelihatannya kamu tidak sedang hamil, jangan-jangan kamu hanya berbohong untuk mendapatkan perhatian Cakra. Lihat saja, dia akan kembali kepadaku...!" Fely benar-benar terlihat angkuh dihadapan Clara karena telah mendapatkan cinta Cakra terlebih dahulu.
"Yah... benar saja dia memperlakukan kamu seperti seorang ratu, tapi itu sudah berakhir mba Felysha karena sekarang, aku ratunya. Dan satu lagi, berhenti menjadi mata-mata dalam hidup kami. Apa sekarang kamu tidak laku sampai mencari seorang laki-laki saja kamu tidak mampu mendapatkannya..? Atau memang kamu belum bisa move dari suamiku...?" Clara berbicara dengan santai sedangkan Fely terbelalak mendengarkan perkataan Clara.
__ADS_1
"Kamu..?" Fely melayangkan temparan kewajah Clara tetapi Clara menahannya dan meremas tangannya hingga wajah Fely terlihat meringis menahan sakit.
"Jangan pernah berani menyentuhku karena kamu belum tahu sifat asliku, kamu bisa saja menangis dihadapanku jika melihat aku marah." Ancam Clara yang sudah melepaskan tangan Fely dari genggamannya.