
"Hana..?" teriak seorang laki-laki kepadanya, Hana masih saja berjalan lurus dan tidak berpaling kepada suara tersebut.
"Hana..? apa kamu tidak merindukan aku.?" terdengar teriakan kedua dan Hana masih tetap terus berjalan lurus.
"Baiklah, kalau itu memang pilihanmu aku tidak akan mengganggumu lagi." Terdengar teriakan ketiga, tapi Hana masih berjalan menuju parkiran mobilnya.
"Wanita itu benar-benar keras kepala." Kali ini Bryan mengejarnya dan menarik tangannya kemudian memeluk Hana ditengah keramaian.
Hana hanya membenamkan wajahnya kedalam pelukan Bryan dan air matanya jatuh membasahi baju Bryan.
"Kamu jahat, Bryan." Hana memukul dada Bryan tetapi Bryan masih memeluknya dengan erat.
"Terserah apa katamu, aku hanya ingin memelukmu sekarang."
"Hiks, hiks, hiks." Tangisan Hana semakin keras dan Bryan hanya tersenyum melihat seorang Hana yang super duper cueknya menangis dalam pelukannya.
__ADS_1
"Siapa dia..?" kata Hana yang berusaha melepaskan pelukan Bryan tetapi tubuhnya masih terikat seakan Bryan tak ingin dia pergi lagi.
"Bukan siapa-siapa..?"
"Itukan... kamu tidak jujur, sifat ini yang membuatku ragu padamu."
"Seharusnya kamu lebih peka Hana. Seharusnya kamu menanyakan kabarku bukan malah menanyakan orang tidak ada hubungannya denganmu."
"Dan bagaimana perasaanmu kepadaku..?" Kata Hana mengulangi perkataan Bryan.
"Masih sama seperti dulu tidak pernah bergeser ataupun berpindah kelain hati. Hanya saja aku sudah ikhlas jika kamu tidak mencintaiku, aku sangat rela Hana, yang penting rasa ini untukmu akan selalu ada disini." Bryan menunjuk dadanya dan Hana masih dalam pelukannya.
Tiba-tiba saja Bryan berlutut dihadapan Hana, "Will you marry me Hana..?" Bryan begitu romantis ditengah kerumunan orang yang sudah mengelilingi mereka.
Sebenarnya perasaan Bryan begitu dag dig dug karena ini yang kedua kalinya dia melamar Hana, pertama kalinya dia melamar Hana disebuah restoran mewah tetapi Hana menolaknya dan untung saja pada saat itu mereka hanya berdua. Tetapi kali ini dia tidak bisa bayangkan jika Hana menolaknya untuk kedua kalinya ditengah kerumunan orang yang ikut menunggu jawaban dari Hana.
__ADS_1
Hana tak mampu menahan air matanya sambil menutup mulutnya seakan takjub dengan tingkah Bryan kepadanya. Semua orang sudah berteriak menyemangati Bryan dan terdengar teriakan mereka. "Terima, terima, terima, terima."
"Yes I will.." Jawaban dari Hana membuat semuanya menjadi bersorak gembira dan jangan ditanyakan lagi bagaimana senangnya Bryan, dia sudah memeluk tubuh Hana dan mengangkatnya sambil berputar bagaikan dalam sebuah film-film romantis.
Dua anak muda yang sedang kasmaran ini bisa mengacaukan satu rumah sakit karena ulah mereka yang sedang dimabuk cinta.
Hana baru sadar jika orang sudah banyak berkumpul dan dia bersembunyi dibalik badan kekar Bryan. Bryan membawa pergi Hana dari kerumunan orang dengan cucuran keringat dan saat itu matahari begitu panas dan bisa dibilang tepat dibawah kepala mereka.
Bryan sudah membawa Hana kedalam ruangan pribadinya. Bryan memegang erat tangan Hana menatap dengan senyuman terindahnya.
"Kapan kita akan melangsungkan pernikahan sayang." Ucap Bryan dengan wajah genitnya.
"Kapanpun kamu mau, aku siap dokter Bryan."
"Bolehkah aku mengecup bibirmu..?
__ADS_1
"Tidak boleh....? Kata Hana tegas.
"Hahahaha." Bryan hanya tertawa mendengar perkataan Hana.