Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
Suamiku Bosku two, part 67


__ADS_3

Pip..pip..pip. suara klakson mobil.


"Itu pasti papa Laura." Ucap Laura berlari keluar rumah.


Raka dan Julie mengikutinya dari belakang menemui Calvin.


"Papa..? Laura rindu." Laura langsung memeluk Calvin.


"Iya sayang papa juga rindu." Ucap Calvin sambil mengendong Laura.


"Laura juga rindu sama mama." Laura tiba-tiba menangis dipelukan Calvin.


"Papa juga rindu mama sayang. Sekarang kita pulang. Pamit dulu sama om dan tante."


"Laura pulang yang om Raka dan tante Julie." Sambil menyalami tangan keduanya.


"Terima kasih telah menjaga Laura beberapa hari ini Julie, maaf sudah merepotkan kalian."


"Nggak kok kak, kita senang Laura ada disini."


Calvin mengangkat Laura masuk kedalam mobil.


"Dada om Raka dan Tante Julie." Laura melambaikan tangannya.

__ADS_1


Didalam mobil Laura terus bercerita tentang kegiatannya bersama Bunga dan Raka.


"Papa, om Raka bilang katanya pernah cinta sama mama Tania."


"Hahaha ommu itu belum juga berubah." Ucap Calvin sambil tertawa.


"Kapan mama pulang pa.?" Ucap Laura.


"Besok sayang. Nanti kita sama-sama menjemput mama di bandara."


"Hore mama pulang, mama pulang." Teriak Laura senang.


//////


Flashback 5 tahun lalu saat melahirkan Laura.


Tania rela pulang balik luar negeri untuk memeriksakan kesehatannya dan terkadang Calvin menemaninya. Tapi saat ini syukurnya tumor rahim yang ada pada tubuhnya akhirnya sembuh total karena Tania sudah menjalankan pola hidup sehat. Calvin sangat selektif dalam menjaga pola makan Tania saat ini.


//////


Keesokan harinya Calvin dan Laura menjemput Tania dibandara. Laura berada dalam pelukan Calvin dan dia sangat gembira akan bertemu dengan dengan mamanya. Setelah cukup lama menunggu akhirnya Tania tiba dengan selamat. Dia melihat dari kejauhan kedua orang yang sangat disayanginya itu sedang menunggu kedatangannya.


Tania langsung mempercepat langkahnya mendekati mereka dan memeluk Laura dan Calvin secara bersamaan.

__ADS_1


"Aku rindu sayang." Ucap Calvin.


"Aku juga, padahal ini cuma seminggu bagiamana jika sebulan." Ucap Tania.


"Mama aku pengen adik seperti Bunga." Ucap Laura polos menyela pembicaraan orang tuanya.


"Kan sudah ada adik Bunga sayang."


Jawab Tania.


"Nggak mau, aku pengennya adik dari perut mama, bukan dari perut tante Julie."


Calvin menatap Tania, raut wajahnya menjadi sedih mendengar ucapan Laura.


"Iya sayang, sebentar papa akan bikinkan adik buat Laura." Jawab Calvin mengalihkan pembicaraan.


"Hore Laura punya adik." Ucap Laura senang.


Sampai dirumah Tania langsung masuk kedalam kamar sedangkan Laura berlari kepada ART dan menuju kamarnya bersama ART tersebut.


Diatas tempat tidur Tania merebahkan tubuhnya terlihat dia sangat berpikir tentang ucapan Laura tadi.


"Kamu baik-baik saja.?" ucap Calvin berbaring disampingnya sambil memeluknya.

__ADS_1


"Aku rasa tidak sayang, aku merasa menjadi wanita yang lemah sekarang. Aku tidak bisa mewujudkan impianmu untuk memiliki banyak anak. Maafkan aku sayang." Ucap Tania sambil menangis.


"Ini bukan salahmu sayang, kita sudah mempunyai malaikat kecil yang cantik. Kalian sudah sangat membuat hidupku bahagia jadi aku tidak mengharapkan apa-apa lagi didunia ini. Aku mencintaimu dalam keadaan apapun, cukup ada disampingku dan mememaniku sampai tua itu sudah sangat berharga untukku." Ucap Calvin lalu memeluk Tania dengan erat dan mengecup bibirnya dengan lembut.


__ADS_2