Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
BAB 54 Suamiku Bossku


__ADS_3

Hana menghentikan langkah kakinya didepan pintu ruang perawatan Clara. Matanya berkaca-kaca kini dia bisa melihat jelas mata indah Clara terbuka lebar walaupun tatapannya masih lemah. Orang tuanya sudah duduk sampingnya dan ibunya Clara juga ikut meneteskan air matanya, dia tidak bisa menahan haru melihat putrinya bisa membuka matanya kembali.


Hana berjalan mendekati Clara. Dlia duduk sembari memegang erat tangan Clara. Clara hanya memandang mereka satu persatu seperti mencari seseorang dan dia belum mengeluarkan sepatah katapun. Bryan akhirnya masuk kedalam ruangan Clara dan didampingi beberapa perawat.


Cakra sedang dalam perjalanan menuju Rumah sakit. Selang beberapa saat akhirnya Cakra tiba dengan nafas yang masih tergesah-gesa berdiri didepan pintu kamar perawatan Clara. Cakra berjalan dan mendekati Clara yang sedang terbaring lemah, air matanya tidak bisa dia tahan dan akhirnya pecah setelah Clara menatapnya. Cakra duduk disamping kanannya sedangkan Hana duduk disamping kirinya.


"Cakra, bisa kita berbicara sebentar..?" Bryan terlihat ragu melihat Cakra tidak bisa menerima kenyataan ini.


"Ada apa..? Aku belum ingin meninggalkannya dok." Cakra masih terpaku dihadapan Clara. Sungguh dia tidak percaya dengan keajaiban ini.


"Ini tentang kondisi kesehatan Clara."


"Baiklah." Akhirnya Cakra masuk keruangan Bryan.


Setelah sampai didalam ruangan Bryan, Cakra duduk dan mendengarkan perkataan Bryan. Air matanya kembali jatuh setelah mendengarkan penjelasan Bryan yang begitu panjang.


"Kamu bisa memulainya dari awal dengan mulai berkenalan dengannya. Jangan memaksakan ingatannya untuk kembali seperti sedia kala dan biarkan dia berusaha mengingatnya secara perlahan." Kata-kata Bryan terngiang-ngiang ditelinga Cakra yang sudah kembali berjalan menemui Cakra.

__ADS_1


Cakra kembali duduk samping Clara lalu menciumi tangannya dan kedua air matanya jatuh ditangan Clara.


"Mengapa kamu menangis..? Apa aku mengenalmu..? " Ucap Clara dengan lemah kepada Cakra. Ini pertama kalinya dia berbicara kepada semua orang yang ada diruangan itu.


"Heemmm... aku tidak menangis aku hanya terharu." Kata Cakra berusaha tegar dengan kenyataan ini. Tangannya gemetar memegang tangan Clara, ingin sekali dia memberi tahu bahwa dia adalah suaminya tetapi itu tidak mungkin karena Bryan sudah memberi tahunya untuk tidak memaksakan ingatan Clara.


Clara kembali memandang Hana dan ibunya.


"Hana..?


"Iya Clara, kamu mengingatku..?


"Ibu..?"


Dan kemudian memandang kedua mertuanya yang sedang tersenyum kepadanya. "Mereka siapa..?" Tanya Clara kepada Hana.


"Mereka orang tuaku, Clara.." Jawab Hana sambil menahan air matanya jatuh.

__ADS_1


"Dan dia itu siapa..?" Clara melihat ke arah Cakra.


"Aku....." Cukup lama Cakra terdiam, bibirnya bergetar ingin meluapkan semua emosinya.


"Aku bossmu Clara.."


"Dan aku adalah karyawanmu..? Maafkan aku bisa bisa lupa dengan kamu pak."


"Dan dia dimana..?" Tanya Clara kembali.


"Dia siapa Clara.. " Tanya ibunya Clara.


"Willi bu..? William, dimana dia..? Bukannya dia menemaniku disini..? Apa dia sedang pergi bu..?"


Semua orang menjadi diam menatap ekspresi Cakra. Cakra yang tidak mampu mendengar perkataan Clara akhirnya meninggalkan ruangan itu. Dia duduk menangis didepan ruangan Clara dan Bryan menghampirinya.


"Dok.., mengapa dia mengigat William? sedangkan aku? Aku tidak ada dalam ingatannya sedikitpun. Apa perasaannya kepada William lebih besar dari pada perasaannya kepadaku..! Dok.. tolong jelaskan..!" Cakra benar frustrasi dengan kenyataan yang benar-benar pahit ini.

__ADS_1


"Cakra, kamu harus sabar. Dia kehilangan sebagian ingatannya dan dia bisa mengingat sebagian masa lalunya sehingga dia merasa masih ada dimasa itu. Bukan berarti dia tidak mencintaimu dan bukan berarti cintanya kepada William lebih besar. Hanya saja masa lalu itu yang masih melekat dalam ingatannya."


__ADS_2