
Sementara itu Calvin sudah siap dengan baju kerjanya dan Tania masih tertidur.
"Aku berangkat kekantor sayang." Bisik Calvin ditelinganya sambil mengecup kening Tania.
"Selamat bekerja sayang." Ucap Tania sambil menutup matanya.
"Jangan pergi-pergi, kalau butuh sesuatu hubunggi Rey."
"Baiklah."
Calvinpun berangkat kekantor meninggalkan Tania sendiri.
Tak lama dari dari kepergian Calvin bel apartemennya berbunyi.
"Calvin kebiasaan, pasti ada saja yang ketinggalan." Tania bangun dan membuka pintu.
"Ibu? Kakak.? silahkan masuk" Tania mempersilahkan mereka masuk.
"Bagaimana kabarmu nak., ibu dengan kakak tiba-tiba rindu padamu." Ucap ibu angkatnya sambil tersenyum seperti dibuat-buat.
"Iya ada apa bu.? tumben datang berkunjung."
"Anu Tan, ibu gimana yah ngomongnya jadi nggak enak sama kamu." Ucap ibunya malu.
"Ngomong aja bu nggak apa-apa."
"Suami kamu dimana? sudah berangkat kerja.?" Tanya ibunya.
"Iya sudah bu."
"Ah ibu kelamaan biar Vina aja yang ngomong. Tan, aku dan ibu ingin minta uang 5 juta."
"5 juta kak? aku nggak bisa kak, aku takut takut memberi uang uang tanpa sepengetahuan Calvin." Jawab Tania.
"Jadi begini caramu balas budi pada keluarga Tania..!" Ucap kakaknya.
__ADS_1
"Bukan begitu kak, Calvin akan marah kepadaku jika mengetahui aku memberi uang kepada kalian."
"Kalau begitu jangan memberi tahu kepadanya kamu memberi uang kepada kami. Gampang kan.?" Jawab kakaknya.
"Kak, aku mohon mengerti dengan keadaanku. Aku akan memberi kalian uang tapi aku harus minta izin dulu kepada Calvin."
"Tania..! kamu lupa dari mana kamu berasal.? kamu itu anak yang tidak di inginkan siapapun jadi jangan bangga kamu bisa jadi orang kaya sekarang karena keluargakulah kamu masih bisa hidup sampai saat ini" Ancam kakaknya.
"Baiklah." Tania berjalan masuk kedalam kamar dan tidak ingin ribut lagi dengan kakaknya.
"Bagus Vina, setelah ini kita akan datang lagi meminta uang jadi kita tidak perlu repot bekerja siang malam.
Tania datang membawa uang ditangannya.
"Hanya ini yang bisa aku berikan bu., hanya ini yang ada didompetku." Kata Tania sambil memberikan uang kepada ibu dan kakaknya.
Kakaknya langsung cepat menarik uang dari tangannya dan menghitungnya.
" Dua juta.? hanya ini.?" Kakaknya melototi Tania.
"Iya ka nanti sisahnya aku tranfer."
Mereka langsung pergi tanpa perlu basa basi lagi kepada Tania.
"Mengapa aku yang berhutang.? jika Calvin mengetahuinya pasti akan ribet masalahnya." Ucap Tania, dia lupa jika dalam rumahnya ada cctv.
//////
Sore hari Tania memasak untuk persiapan makan malam bersama dengan Calvin.
"Sayang aku pulang." Suara Calvin membuatnya terkejut.
"Sayang.?" Tania terlihat gugup apakah dia akan bilang kepada Calvin atau tidak masalah kedatangan ibu dan kakaknya.
"Ada apa dengan wajahmu.? apa kamu tidak senang suamimu datang." Tanya Calvin.
__ADS_1
"Hehehe senang sayang, mau makan.?" Tania berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Boleh.?" Calvin duduk dimeja makan.
"Maaf sayang aku belum mandi, pasti kamu tidak suka lihat penampilanku kusam seperti ini didapur."
"Tania, aku sangat bangga punya istri yang berantakan karena sibuk mengurusi keperluan suaminya. Kamu tidak perlu menjadi orang lain cukup seperti ini saja aku sudah bahagia.
"Kalau aku hanya jadi ibu rumah tangga tidak apa-apa.?" Tanya Tania, dia hanya mengunakan daster dan rambutnya di ikat asal-asalan dengan celemek yang belum lepas dari badannya.
"Terserah kamu mau jadi apa asalkan kita tetap bersama sayang dan tidak ada rahasia yang disembunyikan diantara kita." Calvin menarik tangan Tania hingga Tania berada dipangkuannya sambil menciumnya.
Kembali keperasaan bersalah kepada Calvin setelah mendengar ucapannya.
"Sayang sebenarnya aku memberi ibuku uang 2 juta, mereka datang untuk meminta uang kepadaku. Maafkan aku sayang aku salah, seharusnya aku memberi tahumu lebih dulu" Tania langsung membalikan badannya dan menangis memeluk Calvin.
"Aku tidak marah sayang, masalah keuangan biar kamu yang mengaturnya. Yang aku tahu hanya mencari uang dan kamu tidak perlu memberi tahuku jika kamu menginginkan sesuatu karena uang aku itu juga adalah uang kamu." Jawab Calvin sambil mengelus kepala Tania.
"Sayang mengapa kamu baik sekali, aku tidak tahu harus membalasnya dengan apa."
"Kamu yakin ingin membalas kebaikanku.?"
"Iya sayang, apa yang aku lakukan."
Calvin membuka celemek yang terpasang ditubuh Tania dan mengangkat Tania masuk kedalam kamar. Dengan pelan dia menjatuhkan Tania di atas tempat tidur. Calvin melempar jasnya kelantai dan membuka kancing bajunya satu persatu lalu mendekati Tania.
"Aku hanya minta kepadamu, jangan pernah bosan melayaniku diatas ranjang Tania."
"Jadi hanya perlu membalas dengan ini.?" Jawab Tania.
"Hemm benar."
"Kalau masalah ranjang akan ku buat kamu bahagia sayang. Jadi aku akan memulainya dari mana.?" Kata Tania nakal.
"Ternyata kamu sudah pandai yah., mulai dari sini sayang." Calvin menunjuk bibirnya sambil merapikan rambut Tania.
__ADS_1
Tania langsung mengecup lembut bibirnya dengan lembut dan membuat Calvin menjadi sangat liar melihat Tania sudah lihai dalam permainannya. Untuk waktu yang lama tubuh mereka kembali bersatu diatas ranjang.
Happy Reading guys 😄