Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
BAB 34 Suamiku Bossku


__ADS_3

Kembali Bekerja..


Clara sudah bersiap sedangkan Cakra masih tertidur pulas. Entah jam berapa dia datang semalam Clara tidak mengetahuinya karena setelah bercinta Clara ketiduran dan terbangun ternyata sudah pagi dengan posisi tubuhnya ada dalam pelukan Cakra.


"Mas, mas bangun, aku akan berangkat bekerja. Berikan aku uang jajan." seperti biasa Clara selalu meminta uang jajan sebelum berangkat bekerja.


"Hmmmmm." Cakra berusaha membuka matanya dan mengambil dompet dimeja kecil yang tepat berada disamping tempat tidurnya dan memberikan kepada Clara.


"Mas, aku minta uang bukan ini..?" Clara memberikan kembali kartu ATM milik Cakra.


"Itu untukmu, pakailah sepuasnya belanjakan semua kebutuhanmu. Pinnya****** ingat baik-baik jangan sampai salah." Ucap Cakra sembari menutup kembali matanya.


"Benarkah, beli mobil baru boleh..?" Clara masih tidak percaya dengan ucapan Cakra dan kembali meminta lebih.


"Belilah mobil dengan keluaran terbaru. Tapi terserah kamu saja mau model bagaimana ikuti sesuai seleramu, sana pergi kamu akan terlambat. Bagian kedisiplinan pegawai akan menegurmu jika kamu tiap hari datang terlambat."

__ADS_1


"Benarkah mas? kamu tidak sedang bermimpikan memberikan aku kartu ATM milikmu..?" Clara mencubit pipi Cakra memastikan Cakra tidak sedang tidur.


"Clara.. kamu mau pergi atau aku akan memaksamu untuk bercinta..!" Cakra memegang pipinya karena kesakitan.


"Baiklah aku akan pergi, terima kasih mas Cakra yang baik hati." Dengan cepat Clara pergi setelah mendengar perkataan Cakra.


Clara menaiki kendaraan umum seperti biasa. "Apa mas Cakra benar-benar serius dengan ucapannya..? Masa iya, dia berani memberikan kartu miliknya kepadaku. jangan-jangan kartu ini saldonya kosong." Tiba dikantor, Clara langsung berlari kemesin ATM untuk mengecek kartu milik Cakra. Dan betapa terkaget-kagetnya Clara setelah melihat saldo yang ada dalam kartu tersebut.


"Yah ampun, apa mas Cakra benar-benar gila, ini sungguh luar biasa. Ini pertama kalinya aku melihat saldo sampai sebanyak ini. Jangankan membeli mobil membeli rumahpun aku bisa melakukannya." Clara masih tidak percaya dengan apa yang ada didepan matanya.


Clara bisa melihat beberapa pasang mata melihatnya. Ya, dia tahu kalau mereka sudah bergosip tentang pernikahannya dengan direktur perusahaan ini tapi tak seorang pun yang berani bertanya kepadanya, justru mereka terlihat sangat canggung dengan kehadiran Clara. Padahal Clara bersifat biasa-biasa saja dan tidak menonjolkan kesombongan didepan mereka.


"Mba, ada pekerjaan yang bisa aku bantu..?" Clara menawarkan pekerjaan kepada pegawai yang ada disampingnya.


"Eh kamu..., maaf salah, maksudku nona Clara duduk saja nanti aku yang akan mengerjakan semuanya." Wanita itu terlihat salah tingkah didepan Clara.

__ADS_1


"Nona..? Aku membenci situasi seperti ini." Gumamnya dalam hati.


"Nggak apa-apa mba, mba terlihat sangat sibuk dan tidak mungkin mba mengerjakan semuanya secara bersamaan..?" Clara benar-benar bermohon kali ini karena sangat tidak mungkin dia datang kekantor hanya sekedar duduk dan memangku kaki.


"Baiklah kalau nona Clara memaksa." Wanita itu sudah memberikan beberapa berkas yang akan diketik kepada Clara.


"Mba jangan memanggilku dengan sebutan nona, panggil saja Clara." Clara mengedipkan matanya dan tersenyum kepadanya.


"Baiklah non.. eh Clara." Wanita itu terdengar sangat terbata-bata mengucapkan kata-kata. Bagaimana dia tidak canggung, posisinya Clara adalah istri dari seorang direktur dan menantu dari tuan Wibowo yang kaya raya.


Setelah selesai bekerja Clara pergi menemui Hana dimeja kerjanya. Karena ini merupakan jam istirahat Clara ingin mengajak Hana untuk makan bersama. Belum ada yang mengetahui tentang status Hana sebagai adik Direktur dikantor itu karena semua tertutup dengan rapat. Hana memang seperti itu, dia sangat mementingkan privasinya dan tidak ingin terganggu dengan orang yang memandangnya hanya karena dia adalah anak dari orang kaya raya.


"Hana..? Teriak Clara dengan keras di pintu ruangan. Semua menatapnya dan mereka hanya menundukkan kepalanya menunjukkan rasa hormat melihat Clara. Perlakuan ini sama seperti saat mereka melihat Cakra.


"Mengapa dengan mereka." Clara tidak nyaman dengan perlakuan yang diperlihatkan oleh karyawan kantor kepadanya.

__ADS_1


"Ayoo pergi....!" Hana menarik tangannya yang masih terpaku didepan pintu ruangan menatap semua karyawan yang ada didalam ruangan itu.


__ADS_2