
"Calvin...! apa yang kamu lakukan kepada Tania...?" Mami Clara tepat berada di pintu masuk.
"Nanti aku jelaskan mi, dia sangat berat." Calvin mengangkat tubuh Tania sampai masuk kedalam kamar Tania. Mami Clara dan Rey masih mengikutinya dari belakang menaiki anak tangga.
Calvin keluar dari dalam kamar Tania dan menemui maminya.
"Rey.., kamu boleh istrahat." Ucap mami Clara.
"Iya nyonya Clara, terimakasih." Rey balik kanan dan pergi meninggalkam Calvin.
"Mami lihat kamu sudah sangat keterlaluan akhir-akhir ini Calvin, besok kita harus bicara lebih serius bersama papi mengenai keberangkatanmu ke Amerika.., mami dan papi sudah menyetujuinya jika kamu akan melanjutkan sekolah disana."
"Mami.., aku batal melanjutkan sekolah di Amerika, setelah aku pikir-pikir didalam negeri masih banyak tempat kuliah yang sama bagusnya dengan luar negeri."
"Tidak boleh kali ini...! mami dan papi yang memaksamu pergi..!"
"Mami sayang, please aku mohon..!" kata Calvin sambil mencium tangan maminya.
"Ada apa denganmu..? Kemarin kamu ngotot mau pindah keluar negeri, sekarang mami dan papi sudah izinkan kamu pergi tapi malah nggak mau..., Jangan-jangan kamu dan Tania..?"
"Mami..., tidak boleh memikirkan hal-hal negatif kepada anak sendiri, seharusnya mami dukung keputusan Calvin untuk tetap berada didekat mami."
"Sudah.., pergilah tidur...! kamu pikir ini jam berapa..? mami peringatkan sekali lagi jangan membuat ulah, Tania itu masih polos. mami tidak ingin dia berubah ke arah negatif karena ulahmu...!"
"Iya mi, aku tahu batasannya.." Pelukan manja Calvin mengakhiri percakapan mereka.
"Dan sampai kapan kamu berani tidur sendiri..? mami takut kamu.."
"Ayolah mami Calvin sangat lelah. Besok saja dibahas mumpung hari libur."
"Baiklah.."
__ADS_1
"Selamat malam mamiku sayang."
"Selamat malam anak manjanya mami."
"Mami..!" Calvin langsung memasang muka cemberut.
Kali ini Calvin tidur sendiri di kamarnya, Calvin berusaha menutup matanya dan membolak balikan tubuhnya tapi matanya tidak bisa terpejam sama sekali. Akhirnya Calvin pindah ke kamar Tania dan tidur disampingnya barulah dia bisa tertidur pulas. Calvin sejak kecil tidak pernah tidur sendiri selalu ada orang yang menemaninya jadi dia sangat takut untuk tidur sendiri walaupun sudah sebesar ini.
Pagi hari Calvin yang masih sangat mengantuk terbangun karena guncangan keras terasa ditubuhnya.
"Calvin...? Calvin..?" Panggilan dari seorang perempuan terdengar di telinganya.
"Aku sudah bilang jangan membangunkan aku dengan kasar Tania....!" Calvin berusaha membuka matanya.
"Mami...?"
"Astaga mami, papi..? mengapa mami dan papi membangunkan aku sepagi ini..?"
"Cepat keluar..!" Maminya sudah menarik tangannya turun dari tempat tidur Tania.
"Tunggu mami, aku bisa berjalan jadi jangan menarikku..!"
Sampai dikamarnya, Calvin duduk di ranjang dan orang tuanya duduk di sofa melihatnya tanpa menggunakan baju tapi masih memakai celananya semalam.
"Calvin kamu sudah keterlaluan.., papi pikir dengan memberimu kebebasan kamu akan menjadi anak yang penurut ternyata papi salah menilaimu." Papi Cakra terlihat sangat marah kali ini.
"Salah Calvin apa papi..?"
"Salah kamu..? masih saja kamu tidak menyadari kesalahanmu..? mengapa kamu berani sekali masuk kedalam kamar Tania..? papikan sudah bilang jika dia menemanimu didalam kamar, kalian tidak boleh tidur bersama. Tapi kali ini kamu sangat keterlaluan, papi akan menikahkan kamu dengannya..!"
"Ayolah papi itu sangat tidak mungkin, dia bukan tipeku, dia kampungan pokoknya aku tidak mau menikah muda dan aku tidak akan menikah dengannya walaupun papi memaksaku, aku hanya bermain-main dengannya Pi." Sebenarnya yang Calvin ucapkan tidak sesuai dengan kenyataan hatinya.
__ADS_1
"Kalau begitu setelah tamat SMA kamu akan kuliah di Amerika..! bermain-main tapi sampai ketagihan dekat dengannya, apa itu yang namanya main-main Calvin..? papimu ini pernah muda jadi papi sudah tahu semua taktik kamu, kamu tidak perlu berbohong kepada papi."
"Iya pi, aku lebih baik pergi ke Amerika dari pada menikah dengannya..."
"Mami tunggu kamu dibawah untuk sarapan.. cepat bersihkan dirimu."
"Iya..,iya..mami.." Jawab Calvin ketus.
mami Clara dan papi Cakra sudah keluar dari dalam kamar dan ternyata Tania berada didepan pintu menunggu orang tua Calvin keluar dari dalam kamar. Setelah itu barulah dia masuk ke kamar Calvin.
"Selamat pagi Nyonya dan tuan Cakra." Ucap Tania sambil menundukan kepalanya.
"Pagi Tania, tolong urus bayi remaja itu yah..!" mami Clara memegang pundak tania tentu saja yang dimaksud mami Clara adalah anaknya Calvin.
"Iya nyonya Clara."
"Tania..?" panggil Calvin dengan kaget saat melihat Tania.
"Astaga apa dia mendengar ucapanku tadi..? Calvin jadi salah tingkah dengan kehadiran Tania.
"Iya tuan muda.., maaf aku telat bangun hari ini." Tania menundukkan kepalanya kali ini dia sudah mengganti baju dan terlihat segar karena selesai mandi.
"Apa aku bilang semalam Tania.., panggil aku kak Calvin..!"
"Maaf tuan muda, aku rasa aku tidak pantas memanggil tuan muda dengan sebutan itu, karena aku hanya pembantu dirumah ini dan kamu majikanku."
"Tania..., aku hanya.. sebenarnya bukan maksudku berbicara seperti itu.." Calvin terdengar tebata-bata.
"Aku sadar siapa diriku tuan muda, jadi tuan muda tidak perlu merasa bersalah. Aku akan membersihkan kamar tuan muda dan jangan membiarkan mami dan papi tuan menunggu lama di meja makan.
"Tania...?" Calvin menarik tubuhnya hingga Tania berada dipangkuan Calvin. Calvin hendak mencium pipinya tapi Tania langsung berdiri dan menjauhi Calvin.
__ADS_1
"Maaf tuan muda, aku mohon, kita sangat tidak pantas untuk berdekatan seperti ini.."