Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
BAB 42 Suamiku Bossku


__ADS_3

"Sayang, aku benar-benar hamil.." Clara mengirimkan pesan kepada Cakra.


"Mas, kamu di mana? Apa masih sangat sibuk sampai tidak membalas pesanku." Pesan kedua dari Clara tapi belum dibaca juga oleh Cakra.


"Baiklah, aku menunggumu dirumah mas." Pesan ketiga dari Clara.


Tiba dirumah Hana sudah menyambutnya di depan pintu.


"Bumil...?" Teriakan dari Hana saat melihat Clara.


"Hei bebs... aku benar-benar lemas sekarang, jadi bisakah kamu mengambilkan kakak iparmu ini air minum..?" Clara duduk diruang keluarga.


"Okelah, kamu ratunya sekarang." Hana lalu pergi mengambilkan Clara air minum padahal Clara hanya bercanda.


"Hahaha ternyata kamu benar-benar mengikuti perintahku." Clara tertawa kecil melihat Hana membawakan air minum kepadanya.


"Aku akan melakukan semua perintahmu asal keponakanku yang ada diperut ini bisa sehat sampai dia lahir." Hana sangat senang setelah mendengar kabar kalau Clara sedang mengandung.


"Mas Cakra belum pulang..?" Ucap Clara.


"Sudah ada dikamarnya, mungkin sedang tidur karena kelelahan." Hana masih mengelus perut Clara sambil tersenyum bahagia.


"Ada apa denganmu? Kamu seperti ayah dari bayiku." Clara merasa lucu melihat Hana yang begitu bersemangat.


"Aku ingin dia cepat-cepat lahir didunia ini Clara, dari dulu aku sangat menginginkan adik tetapi mami tidak bisa mengandung lagi." kata Hana.

__ADS_1


"Benarkah..? Pantas saja kamu sangat bahagia. Han, antar aku kekamar, aku ingin menemui mas Cakra."


"Baiklah kakak ipar hehehe. Kira-kira nama yang bagus untuknya apa yah..? Nanti aku yang akan memberikan nama untuknya jadi kalian jangan berani-berani memberi nama untuk keponakanku ini.


"Baiklah, kamu ibunya, Hana.." Clara hanya tertawa melihat tingkah Hana.


"Mi, aku akan mengantarkan Clara kekamarnya.." Teriak Hana.


"Iya sayang, hati-hati jangan sampai dia jatuh." Maminya sedang berada dimeja makan membantu menyiapkan makan malam.


Hana dengan hati-hati membawa Clara menaiki anak tangga satu persatu.


"Hana gendong..?"


"Idiih tubuhmu lebih besar dariku masa iya aku menggendongmu, yang ada kita bisa jatuh dari tangga." Katanya sambil memegang tangan Clara.


"Mas Cakra." Clara memanggil sambil mengetuk pintu.


"Sayang kamu sudah pulang? Maaf aku baru terbangun." Cakra memeluk istrinya.


"Hargai aku yang jomblo donk." Ucap Hana yang masih berdiri disamping mereka.


"Anak dibawah umur dilarang melihat." Cakra menutup mata adiknya saat mencium kening Clara.


"Kalian berdua sama saja." Hana pergi dengan wajah cemberut.

__ADS_1


Cakra menggendong tubuh Clara sampai ditempat tidur. Mereka duduk berdampingan diatas tempat tidur.


"Jadi bagaimana hasilnya ..?"


"Aku mengirimimu pesan tapi mas tidak membacanya."


"Benarkah?" Cakra langsung mengambil hpnya dan melihat isi pesan dari Clara.


"Sayang, kamu benar-benar hamil..? Terima kasih kamu sudah memberikan aku seorang malaikat kecil dan aku sangat tidak sabar menanti kelahirannya." Cakra mengelus perut Clara yang masih terlihat datar.


"Iya sayang, kamu terlihat sama bahagianya dengan Hana."


"Kami berdua sangat menyukai anak-anak."


"Hemmm pantas saja."


"Ayo tidur sayang kamu pasti sudah sangat lelah." Cakra menyelimuti Clara dan memeluk tubuhnya.


"Sayang aku takut...," Suara Clara membuat Cakra membuka matanya kembali.


"Takut apa? kamu bisa menceritakannya."


"Aku takut tidak bisa melihamu lagi disampingku, aku takut kamu pergi meninggalkan aku dengan bayiku, aku takut kamu kembali dengannya dan aku takut kalau kamu.."


"Clara Aku akan tetap disisimu, jadi berhentilah untuk menakuti segala hal yang tidak mungkin terjadi."

__ADS_1


"Janji..?"


"Aku janji sayang."


__ADS_2