Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
BAB 35 Suamiku Bossku


__ADS_3

Di kantin kantor entah apa yang sangat istimewa dari wajah mereka berdua. Clara dan Hana adalah dua wanita yang selalu menjadi pusat perhatian untuk semua orang yang melihat mereka. Baik pria ataupun wanita akan selalu terkesima dengan penampilan mereka dan lebih tepatnya kecantikan mereka. Terlebih lagi posisi Clara sekarang adalah istri konglomerat dan bagaimana ekspresi mereka jika mengetahui bahwa Hana adalah adik direktur di perusahaan ini? Pastinya seisi kantor akan heboh dan tidak akan ada yang berani mendekati mereka. Hana selalu memilih tempat paling sudut dengan alasan yang sama yaitu menjaga privasinya.


Beberapa karyawan bahkan berpendapat bahwa Hana itu orangnya introvert karena sikapnya, padahal kenyataannya tidaklah demikian.


Menu makan siang mereka di kantin kali ini agak komplit. Berbagai macam lauk yang dihidangkan hari ini di kantin sangatlah beragam tidak seperti hari-hari biasa. Maklumlah karena ini adalah akhir Desember.. akhir tahun yang berarti tutup buku tahunan dimana karyawan-karyawan di perusahaan disibukkan dengan pekerjaan dan target masing-masing.


"Hana, lihat..? Kamu tahu ini apa?" Clara menunjukan kartu ATM ditangannya.


"Emang kamu gila, anak-anak juga tahu itu apa.?" Hana hanya menyedot minumannya.


"Bukan itu maksudku, mas Cakra memberikannya ini kepadaku. Kakakmu benar-benar gila, kamu tahu tidak isi saldo dalam ATM ini...? ini cukup untuk membayar semua gaji karyawan yang ada dikantor ini."

__ADS_1


"Kamu baru tahu dia segila itu..? Dia bahkan pernah memberikan kak Fely sebuah pulau yang sangat indah disebuah provinsi karena kak Fely sangat menyukai tempat itu saat mereka pergi liburan. Mas Cakra langsung membelinya dengan tidak perlu waktu yang lama pulau itu sudah menjadi milik kak Felysha." Hana belum menyadari bahwa Clara menunjukan muka masam mendengar ucapannya. Akhir-akhir ini Clara agak sensitif jika mendengar nama Fely ditelinganya. Perasaannya kepada Cakra sudah mulai tumbuh seiring berjalannya waktu tetapi dia masih ragu untuk mengatakannya.


Dilain tempat Cakra sedang berbicara dengan Lira asistennya.


"Pak, ini pencapaian perusahaan kita tahun ini." Lira menunjukan file data rekap selama setahun di iPadnya.


"Syukurlah...tahun ini perusahaan kita mencatat kenaikan profit hingga 35%. Piutang perusahaan kita juga berkurang signifikan.. luar biasa.." kata Cakra dan tidak lupa dia memberikan pujian kepada Lira atas kerja kerasnya selama ini yang telah membantunya menjalankan perusahaan miliknya.


"Wah.. saya ikut senang mendengarnya pak, ini semua karena kerja keras semua insan di perusahaan terutama pak Cakra iya kan.." balas Lira bernada memuji.


"Februari..?" Lira terlihat bingung.

__ADS_1


"Aku akan pergi bulan madu.." Cakra menjawab keterbingungan Lira.


"Oh iya, baiklah pak."


Sekilas tentang prinsip hidup Cakra. Cakra orang yang gemar mendiversifikasikan asetnya ke berbagai jenis. Mungkin seperti kata pepatah yang mengatakan "jangan menaruh telur dalam satu keranjang" Makanya Cakra punya tabungan, deposito, saham, properti, logam mulia hingga barang antik. Itu filosofi yang diajarkan orang tuanya sejak mereka kecil dulu selain kerja keras, tekun dan disiplin. Ia dididik keras tentang cara menggunakan uang dan pekerjaan.


"Aku akan mengantarmu pulang.." Pesan dari Hana masuk, kemudian Clara membalasnya.


"Tidak perlu..!" Jawab Clara singkat.


"Hey, hey, aku tahu kamu sekarang sedang marah. Clara, apa aku berbuat salah.? Kita sudah lama berteman jadi aku tahu sekali sifatmu itu seperti apa jika sedang marah." Jawab Hana panjang dipesan WAnya.

__ADS_1


"Aku tidak marah kepadamu Hana, aku hanya sedikit kesal kepada seseorang. Sudahlah, kamu pulang saja, tidak usah memikirkanku." Clara kembali membalas pesan dari Hana.


"Aku akan tetap mengantarmu pulang. Aku ada didepanmu sekarang..." Tanpa sadar Hana sudah berdiri didepannya sedangkan Clara masih fokus dengan hpnya dengan muka cemberut.


__ADS_2