Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
BAB 53 Suamiku Bossku


__ADS_3

Bipp.. Bipp..Bipp.. Nada panggilan telpon Bryan berdering.


"Iya halo..?" Bryan terlihat serius berbicara kepada orang yang ada ditelpon. Setelah agak lama dia berbicara Bryan langsung memacu mobilnya melaju dengan kecepatan penuh.


"Bryan, ada apa..? Tanya Hana yang duduk berdampingan dengannya didalam mobil.


"Ini tentang Clara, Hana."


"Clara...? Kenapa dengan Clara, Bryan...? Tolong jelaskan. Bryan, kamu jangan membuatku takut, aku belum siap menghadapi kekhawatiranku selama ini."


"Aku belum bisa menjelaskan ini sekarang Han, ini bisa saja menjadi hal yang bahagia untuk kalian dan ini juga bisa menjadi hal yang menyedihkan untuk kalian." Ucap Bryan dengan wajah datar dan masih fokus mengendarai mobilnya.

__ADS_1


Wajah Hana terlihat begitu panik dan pucat begitu pun dengan bibirnya terlihat pucat. Dia tidak bisa menyembunyikan ketakutannya dari Bryan. Bryan yang melihatnya langsung memegang jemari tangannya dengan erat yang teraba begitu dingin.


"Hana.. aku disini, aku akan tetap berada disisimu. Jadi jangan pernah takut untuk menghadapinya."


"Aku hanya takut ini terjadi Bryan, aku belum siap Clara meninggalkan aku, aku belum bisa menerimanya. Aku tidak yakin aku akan baik-baik saja jika benar-benar kekhawatiranku itu terjadi Bryan." Hana kembali berderai air mata.


"Dia baik-baik saja Hana, hanya saja keadaannya belum bisa pulih sepenuhnya dan mungkin akan membutuhkan proses yang lama. Jadi sekarang hubungi keluargamu untuk datang Rumah sakit sekarang."


Hana melepaskan tangannya yang sudah teraba begitu dingin. Dia mengirimkan pesan satu persatu kepada orang tuanya dan kakaknya. Ibunya Clara sedang berada di Rumah Sakit dan Hana sedikit lega karena ada yang menemani Clara.


Mereka masih terjebak macet sehingga perjalanan menjadi begitu lama bagi Hana. Tak henti-hentinya Hana memanjatkan doa bisa terlihat jelas dari bibirnya yang merah dan tipis itu. Bryan yang duduk disampingnya sesekali menoleh ke arah Hana menatap wajah mulus yang sangat indah bagaikan bidadari yang turun dari khayangan. Hana memang sangat cantik, jadi wajar saja Bryan sudah jatuh cinta pada pandangan pertamanya.

__ADS_1


Setelah lama terjebak macet akhirnya mobil mereka bisa berjalan melewati jalanan dengan mulus dan tiba saatnya mobil Bryan mamasuki area parkiran Rumah Sakit tempatnya bekerja. Mereka sudah turun dari dalam mobil dan Hana masih ragu-ragu untuk melangkahkan kakinya lebih jauh lagi. Bryan yang melihatnya langsung memegang tangannya dan menariknya berjalan keluar dari area parkiran.


Hana kembali menangis tapi kini dia menangis dalam pelukan Bryan dan membenamkan wajahnya kedada bidang Bryan. Bryan langsung membalas pelukan dari Hana dan mengelus lembut kepala Hana dan inilah yang diimpikan oleh Bryan selama ini. Bryan ingin bisa memeluk Hana dengan penuh kasih sayang.


"Berhentilah menangis Hana.., aku ada disini. Aku akan tetap menemanimu sampai kapanpun. Dan aku tetap didekatmu sampai kamu benar- benar baik dan aku akan pergi jika kamu sudah tidak membutuhkan aku lagi."


"Aku takut kekhawatiranku terjadi Bryan..,, aku takut kalau Clara...?"


"Tidak ada yang perlu kamu takutkan, Clara sudah pulih Hana.., hanya saja dia.." Hana langsung melepaskan pelukannya dan meninggalkan Bryan yang masih terhanyut dengan cinta sebelah tangannya.


"Hana.., tahu begitu aku tidak mengatakannya tadi agar kamu bisa sedikit lama memelukku." Bryan masih berdiri ditempatnya sambil menatap Hana yang sudah pergi berlari menjauh darinya.

__ADS_1


Bryan akhirnya berjalan menuju ruangan Clara dan tersenyum membayangkan pelukan hangat dari Hana.


__ADS_2