
Setelah selesai operasi, seorang dokter keluar dari ruang operasi. Seorang bayi cantik sedang menangis berada pelukan dokter tersebut dan memberikan kepada Calvin. Air matanya kembali jatuh saat menatap mata kecil itu yang sangat mirip dengan Tania. Mami Clara dan semua orang yang ada ditempat tersebut ikut berbahagia. Kemudian Calvin langsung memalingkan wajahnya menatap dokter tersebut yang masih berdiri didepan mereka.
"Bagaimana kabar istriku dok.?" Tanya Calvin.
Dokter tersebut memegang pundak Calvin, wajahnya Calvin langsung berubah menjadi takut karena melihat ekspresi yang diperlihatkan oleh dokter tersebut.
"Ada apa dengan istriku dok.?" Tanya Calvin kembali.
"Kamu tenang dulu, aku akan menjelaskannya diruang kerjaku." Dokter tersebut berjalan menuju ruangannya. Calvin juga mengikutinya berjalan masuk keruang kerjanya. Semua orang juga ikut panik dan menunggu Calvin dengan perasaan takut.
Setelah keluar dari ruangan tersebut Calvin langsung memeluk anaknya dan kembali menangis.
"Ada apa.? Bagaimana dengan Tania.?" tanya mami Clara.
"Aku- Tania. Aku tidak bisa mengatakan saat ini mi." Jawab Calvin sambil menangis memeluk anaknya.
/////
Lima tahun kemudian, Raka sedang bermain dirumahnya bersama dengan Laura. Laura kini tumbuh menjadi anak yang sangat cantik wajahnya campuran dari wajah Calvin dan Tania. Rambutnya lurus, kulit putih dan matanya begitu indah persis dengan mata Tania.
"Laura sayang adik Bunga." Ucap Laura mencium bayi kecil yang ada dipangkuan Raka.
__ADS_1
"Iya sayang, adik bunga juga sayang sama sama kakak Laura." Jawab Raka sambil mencium Laura.
"Om Raka, adik Bunga sudah tidur."
"Eh iya, Laura pintar persis seperti mama Tania." Jawab Raka dan membaringkan Bunga kedalam box bayi.
"Om tahu dari mana kalau mama Laura pintar.?" Laura begitu lucu dengan rasa ingin tahunya yang besar akan hal-hal baru dan terkadang membuat orang begitu takjub dengan kepintarannya.
"Mama Tania dulu adalah cinta pertama om Raka. Mau om Raka ceritakan tentang kisah cinta mama Tania dengan om Raka.?
"Om cinta sama mamaku? cinta itu apa om?"
"Cinta itu adalah sayang, seperti om sayang sama Luara dan adik bunga."
"Jangan keras-keras nanti tante Julie mendengarnya. Om cinta sama tante Julie tapi kalau sama mama Tania itu beda, mama Tania adalah cinta pertama om. Kalau sama tante Julie cinta terakhir." Jawab Raka.
"Iya Laura mau dengar cerita om." Jawab Laura antusias berada dipangkuan Raka.
"Mamamu itu adalah wanita yang sangat cantik dan saat pertama kali masuk sekolah om sudah jatuh cinta sama mama Tania, mulai saat itu om berusaha mendekati mama kamu tapi mamamu tidak menyukai om dan hanya menganggap om sebagai sahabatnya dan pada satu ketika datanglah papa Calvin merebutnya dari om Raka."
"Kasian yah om Raka, abisnya papa Laurakan ganteng, om Raka kurang ganteng makanya mama Tania pilih papa Calvin."
__ADS_1
"Sumpah yah anak sama bapak sama-sama nyebelin." Jawab Raka sambil mencubit pipi Laura.
"Hehehe." Laura hanya tertawa mendengar ucapan omnya itu.
"Laura, adik bunga sudah tidur.?" Tanya Julie dari depan pintu kamar.
"Tante Julie sini deh, ada yang mau Laura ceritakan." Ucap Laura sambil menunjuk tempat duduk disampingnya.
"Ada apa sayang.?" Tanya Julie kepada Laura
Laura turun dari pangkuan Raka dan mendekatkan mulutnya ketelinga Julie.
"Ini rahasia aku dengan om Raka, katanya nggak boleh bilang sama tante Julie. Om Raka itu suka sama mama Tania dulu, apa namanya om.? oh aku ingat.. Cinta.."
"Apa.?" Raka melihat kesal ke arah Laura.
"Kamu yah..!" Julie mencubit perut Raka.
"Ampun sayang." Raka meringis menahan sakit.
"Anak pintar, lain kali beri tahu tante jika om Raka bilang sesuatu lagi yah."
__ADS_1
"Siap tante Julie." sambil tersenyum Laura memeluk Julie.
Raka dan Julie sudah memiliki anak bernama Bunga. Usianya baru delapan bulan saat ini dan Laura sangat sayang kepada Bunga. Hampir tiap hari dia berada dirumah Raka dan Julie hanya ingin melihat Bunga dan ingin bersama Bunga.