
Tania memilih mengambil mata kuliah pada malam hari, karena siang harinya dia sibuk bekerja dirumah makan orang tuanya. Sampai dikampus Calvin langsung memarkirkan mobilnya di area kampus.
"Calvin, kamu mengapa masuk dalam parkiran..? kamu belum pulang..? Tanya Tania bingung.
"Aku akan menunggu Tania, kamu cepat masuk kelas nanti terlambat." Kata Calvin sambil menghidupkan musik didalam mobilnya.
"Maaf, aku jadi merepotkanmu Vin."
"Aku mencintaimu Tania." Jawaban dari Calvin membuat Tania berhenti berbicara.
"Baiklah terima kasih untuk segalanya, aku juga mencintaimu Vin."
"Terima kasihnya disini.." Calvin menunjuk pipinya.
"Mmmuaachh" Tania mendekat dan mencium pipi Calvin lalu dia keluar dari dalam mobil.
"Bye Tania." Calvin melambaikan tangannya dan menutup pintu mobil kembali.
"Tania, aku tahu kamu berbohong demi melindungi mereka. Kamu lupa aku siapa..? Rey telah mengawasi gerak gerik keluargamu selama ini, jadi aku tahu segalanya walaupun aku jauh darimu. Aku akan mempercepat pernikahan ini agar kamu bisa keluar dari rumah hantu itu." Calvin kelihatannya sangat geram dengan keluarga Tania. Jika dia mengatahui bahwa Tania adalah anak pungut mungkin dia lebih geram lagi dan melindungi Tania dengan segala kemampuannya.
Setelah beberapa lama Calvin menunggu akhirnya senyumannya bisa terlihat setelah Tania menunjukan batang hidungnya sedang berjalan menuju mobilnya. Tapi senyuman Calvin seketika hilang karena ada pria yang sedang berjalan bersamanya menuju parkiran yang kebetulan mobilnya berdekatan dengan Calvin.
__ADS_1
"Haii, bosan yah..? maaf membuatmu menunggu lama" Kata Tania hendak menciumnya tapi Calvin sedikit menghindar darinya.
"Ada apa..? kan aku sudah bilang jangan menungguku nanti kamu bosan alhasil kamu jadi marah kepadaku kan.?"
"Aku tidak pernah bosan untuk menunggumu walaupun dalam waktu yang panjang Tania..!"
"Lalu apa masalahnya..? aku datang kamu seperti tidak bahagia." Tania mulai kesal juga melihat kelakuan Calvin.
"Siapa laki-laki yang berjalan denganmu tadi..?" Calvin tak menoleh ke arahnya.
"Siapa..? Aldo..?"
"Terserahlah siapa namanya aku tidak peduli..! yang aku tanyakan mengapa dia rela mengantarmu sampai diparkiran Tania, aku tidak menyukainya saat dia tersenyum padamu tadi." Calvin sudah meninggikan nada suaranya.
"Tania apa aku terlihat sedang bermain denganmu..?"
"Baiklah, dia bukan siapa-siapa untukku dan aku tidak mempunyai hubungan apapun dan kami hanya sebatas teman biasa Calvin."
"Oke aku percaya, lain kali jangan jalan dengannya lagi. Aku akan mengawasimu mulai sekarang..!"
"Ya ampun sejak kapan kamu jadi cemburuan seperti ini sih..? Calvin, aku tidak ingin kamu berpikir yang tidak-tidak denganku karena aku tidak mungkin selingkuh.
__ADS_1
"Iya Tan, maafkan aku yang terlalu khawatir kepadamu.
"Aku mengerti itu." jawab Tania.
Calvinpun mengantar Tania pulang kerumahnya. Setelah sampai Tania langsung berpamitan kepada Calvin.
"Tania.., mendekatlah.."Kata Calvin.
"Ada apa..?"
"Muaachh." Calvin mencium kening Tania dan Taniapun meninggalkannya.
Setelah didepan rumah, Tania mengetuk pintu beberapa kali tapi tidak ada sahutan dari dalam rumah.
"Ibu, aku pulang..," Kata Tania sambil mengetuk pintu.
"Bu, kak Vina..? tolong bukakan Tania pintu." Tania masih berdiri didepan pintu menunggu mereka tapi tetap tidak ada sahutan.
Akhirnya Tania hendak mencoba lagi mengetuk pintu tapi tangannya langsung berhenti seketika karena ditahan oleh orang yang berada dibelakangnya.
"Tania, berhenti memohon kepada mereka..! aku tidak suka melihat wanitaku tersiksa dan mengemis kepada siapapun..!"
__ADS_1
"Tapi Calvin, ini tidak seperti yang kamu pikirkan. Mungkin saja mereka sedang tertidur karena ini sudah sangat malam."
"Berhenti Tania, aku benci mendengar kamu terus melindungi mereka dihadapanku. Aku sudah tahu semuanya jadi tolong jangan siksa dirimu seperti ini lagi, aku mencintaimu Tania, aku tidak ingin melihatmu menderita lagi." Calvin menarik tubuhnya dan air mata Tania jatuh dikedua pipinya.