Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
Suamiku Bosku two, part 3


__ADS_3

"Maaf ka.., Aku.. tersandung.." Tania masih berada diposisinya menatap ke wajah laki-laki yang ada didepannya.


"Maaf..? Cepat berdiri...!" Bentak Calvin dan bajunya sudah penuh dengan tumpahan air bakso panas.


"Maaf kak.., aku salah..!" Tania kembali meminta maaf dan berusaha berdiri tapi lututnya masih tersasa sakit.


"Kamu tahu aku siapa..?" Tanya Calvin dengan wajah garang.


"Tidak.." Tania sambil mengelengkan kepalanya.


"Benar-benar kamu yah..! hanya kamu satu-satunya wanita disekolah ini yang tidak mengetahui aku siapa..? Apa kamu pura-pura bodoh atau hanya berusaha menyembuyikan sifatmu dengan wajah polosmu...?" Teriak Calvin


"Jadi mau kamu apa..? apakah aku harus bersujud ditelapak kakimu untuk meminta maaf..!" Tania juga sudah terlihat emosi. Julie yang berada dibelakangnya menarik bajunya berusaha memberi tahu siapa yang sedang berdiri didepannya tapi dia tidak menghiraukan kode dari Julie.


"Kamu tahu mauku apa..? Sini....!" Calvin menarik tangannya dengan kasar menuju toilet pria. Tania tidak bisa melepaskan tangannya Karena Calvin memengangnya dengat erat. Semua wanita histeris melihatnya karena Tania bisa beruntung memegang tangan Calvin. Mata semua orang tertuju kepada mereka berdua, Semua orang kaget melihat Calvin sedang berada di kantin. Biasanya dia tidak pernah menginjakan kakinya di area kantin entah karena Tania begitu sial hari ini sampai ini terjadi kepadannya.


Saat di toilet Calvin menutup pintu dan menguncinya. Calvin mengeluarkan hpnya menelfon seseorang dan Tania masih berdiri didepannya dan tangannya masih dalam genggaman Calvin.


"Buka bajuku..!" Calvin berteriak..

__ADS_1


"Buka apa kak.? baju? kenapa aku yang harus membukanya apa kamu tidak mempunyai tangan untuk membukanya. " Tania terlihat cuek dengan perkataan Calvin.


"Siapa namamu.? Sepertinya kamu terlihat berani kepadaku...? Jika kamu tidak mau melakukannya jangan salahkan aku jika aku harus berbuat kasar kepadamu gadis cupu dan kusam...!"


Tanpa pikir panjang Tania langsung membuka satu persatu baju Calvin dia takut jika Calvin benar-benar melakukan hal-hal yang tidak terduga. Wajah Tania terlihat antara benci, kesal dan takut kepada laki-laki didepanya itu. Tania tidak menatap Calvin ataupun berbicara lagi setelah mendengar ancaman dari Calvin.


"Sudah selesai sekarang aku boleh pergikan..?" Tania sudah tersenyum lebar kepada Calvin.


"Siapa yang menyuruhmu pergi.., buka semua baju dalamku dan lepas celanaku..!"


"Apa..? Celanamu..? apa kamu benar sudah gila yah..?"


"Baiklah.."


Ya tuhan apa orang ini akan mengerjaiku habis-habisan. Percuma dia punya tangan jika membuka baju saja dia tidak bisa, ternyata ada juga manusia seperti dia ini didunia ini. Sial mataku yang suci ini harus melihat tubuhnya yang tanpa busana ini sekarang. Tania membatin.


"Sekarang bersihkan tubuhku mengunakan tisu itu.." Calvin menunjuk tisu yanga ada didekat Tania.


"Oke." Tania berusaha ihklas.

__ADS_1


Tania mulai membersihkan tubuh Calvin, terlihat jelas otot-otot perutnya dan kulitnya yang putih. Tangan Tania gemetar menyentuh tubuh Calvin dia tidak bisa menyembunyikan itu. Setelah selesai membersikan tubuh Calvin Terdengar suara ketukan pintu dari luar toilet.


Tok.. tok.. tok.. "Tuan muda ada didalam." Suara laki-laki dari luar WC sekolah.


"Buka pintunya dan setelah itu tutup kembali, dan kamu kembali lagi kesini dan jangan pernah berpikiran untuk kabur..!" Calvin masih berdiri ditempatnya sedangkan Tania benar mengikuti kata Calvin. Dia mengambil baju dari seorang laki-laki berbadan tegap dan kemudian dia kembali menutup pintu toilet.


"Dan setelah itu apa kak..? Tanya Tania gugup.


"Pakaikan aku baju kembali...!" Jawab Calvin datar.


"Oke." Tania mengangkat ibu jarinya sambil tersenyum kepada Calvin tetapi sebenarnya hatinya sangat membenci orang yang ada didepannya itu.


Semoga ini terkahir kalinya aku bertemu denganmu laki-laki manja.


Setelah selesai memakaikan baju Calvin, Tania akhirnya bisa bernafas lega. Calvin sudah beranjak pergi meninggalkannya.


"Kamu termasuk orang yang beruntung bisa menyentuh tubuhku." Kata Calvin tanpa menoleh ke arahnya dan sudah membuka pintu untuk keluar dengan pakainnya yang sudah rapi kembali.


"Apa beruntung menyentuh tubuhmu..? Aku tidak pernah sudih menyentuh tubuhmu itu. kata-katamu sangat menjijikan tuan muda cih.." Tania terlihat sangat kesal dan tambah kesal setelah mendengar perkataan Calvin.

__ADS_1


__ADS_2