Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
Suamiku bosku two, part 42


__ADS_3

Sebuah perjalanan panjang akan di mulai dari sini, di mana Calvin dan Tania telah bersatu dalam ikatan pernikahan. Di usia mereka yang masih sangat muda akan banyak badai yang menghampiri pernikahan mereka. Katanya 5 tahun pernikahan itu sangat berat tapi itu berlaku bagi mereka yang kurang bersabar.


Disudut kota tinggalah wanita paruh baya sedang memegang baju anaknya saat masih kecil, hanya itu kenang-kenangannya yang tersisa dari masa lalunya. Air matanya jatuh dengan segenap penyesalan dihidupnya. Hari ini dadanya terasa sesak karena mendengar kabar jika putri mungilnya telah tumbuh menjadi gadis yang cantik.


Dia bisa menyaksikan di beberapa stasiun televisi wajah gadis itu sedang bersanding di atas pelaminan bersama seorang laki-laki tampan yang wajahnya tidak pernah dia lupakan seumur hidupnya.


"Tania, ternyata kamu telah tumbuh menjadi gadis yang cantik dan dewasa nak, maafkan ibu yang selama ini tidak mempedulikanmu." Gumam seorang wanita paruh baya menyaksikan acara pernikahan Tania distasiun televisi.


Rasa penyesalannya semakin besar, kini dia hidup sebatang kara. Keegoisannya dimasa lalu membuat dia jatuh kedalam lubang hitam penuh derita tak ada yang peduli degannya hanya bisa menangisi hidupnya setiap hari.


Terkadang dia ingin menemui anaknya, tapi perasaan takut itu terus mucul dibenaknya. Dia sangat takut jika anaknya tidak menerimanya dan membencinya seumur hidupnya.


/////


Tania dan Calvin sudah pindah ke apartemen, mereka memang masih pengatin baru tapi semua fasilitas telah disediakan diapartemen mereka tak seperti pengantin baru pada umumnya yang harus berusaha dulu dari nol.


Ditempat tidur Tania masih terlelap, Calvin terus memandangi istrinya itu dengan penuh kebahagiaan, dia tidak pernah menyangkah Tania yang selalu dia bilang jelek itu telah menjadi istrinya sekarang.


"Sebenarnya aku telah jatuh cinta saat pertama kali kamu menganti bajuku diWC sekolah Tania. Kamu polos tak seperti wanita lain yang menyukaiku karena harta orang tuaku." Gumam Calvin sambil memandangi istrinya lalu dia melayangkan kecupan lembut dibibir Tania.


"Kamu sudah bangun.?" Tania berusaha mebuka matanya setelah kecupan lembut yang diberikan oleh Calvin kepadanya.


"Sejak sejam yang lalu..?" Ucap Calvin sambil mengelus Kepala Tania.


"Jam berapa ini sayang?"


"Jam 9 pagi Taniaku sayang..?"


"Astaga sayang mengapa kmu tidak membangunkan aku?" Tania langsung duduk.

__ADS_1


"Untuk apa? Kamu terlihat sangat lelap jadi aku enggak tega membangunkan kamu." Calvin memeluknya kali ini.


"Aku belum masak sayang, dan mengapa kamu disini seharusnya kamukan pergi kekantor."


"Tidak perlu masak sayang, kita akan makan diluar hari ini kebetulan aku tidak ingin masuk kantor hari ini. Semua urusan kantor mba Lyra yang selesaikan."


"Oh syukurlah." Tania kembali berbaring.


"Kamu cantik." Ucap Calvin


"Kamu tampan." Ucap Tania membalas.


"Aku lagi ingin sayang.." Calvin sudah melayangkan kecupan beberaa kali diwajah Tania.


"Aku belum mandi sayang." Tania terlihat masih sangat malu.


Calvin berdiri, dia langsung mengangkat tubuh Tania dari tempat tidur.


"Kita akan mandi bersama Tania."


"Tapi sayang, aku."


"Aku sekarang suamimu Tania."


"Hehehe iya sayang."


Hari-hari yang sangat indah bagi mereka berdua.


Setelah selesai Tania dan Calvin keluar dengan rambut yang masih basah, tak henti-hentinya Calvin melayangkan ciuman kewajah Tania dan itu menjadi rutinitas yang tidak pernah dia lewatkan setiap pagi.

__ADS_1


"Kita mau kemana hari ini sayang..?" Ucap Tania sudah berganti pakaian.


"Kita ke pusat perbelanjaan sayang, aku akan membelikan beberapa barang untukmu.."


"Barang apa? Bukannya semua sudah tersedia disini sayang ?"


"Kejutan sayang, kalau aku bilang sekarang nanti tidak spesial lagi."


"Okelah suamiku." Tania tersenyum manis kepada Calvin.


Mereka berdua pun siap dan berjalan menuju parkiran mobil.


Setelah beberapa menit perjalanan mereka pun singgah disebuah dealer mobil. Tania menjadi tambah bingung mengapa Calvin membawanya kesini.


"Sayang kamu bilang mau belanja barang."


"Iya sayang, kita mau beli mobil." Kata Calvin santai.


"Mobil.? astaga sayang ini sunguh berlebihan, aku tidak butuh ini lagian masih ada beberapa mobil yang tidak terpakai dirumah mami. Aku bisa memintanya jika aku mau sayang."


"Itukan mobil mami dan papi sedangkan ini hadiah untukmu, ini kado pernikahanku untukmu." Tania masih menolak, dia tidak mau keluar dari dalam mobil


"Tania, aku sudah membayar lunas. Jika kamu tidak mau menerimanya aku akan kecewa." Raut wajah Calvin berubah menjadi sedih.


"Oke, oke, aku mau menerimanya tapi kamu janji lain kali jangan memberikan aku hadiah mewah seperti ini sayang."


"Kamu pantas menerimanya sayang." Calvin pun menarik tangan Tania keluar dari dalam mobil untuk melihat mobil yang telah dia pesan untuk Tania.


Tania dengan terpaksa turun mengikuti Calvin.

__ADS_1


"Kamu suka sayang.?" Calvin memperlihatkan mobil dengan didampinggi karyawan dealer tersebut.


"Suka sayang" Sahut Tania ingin menyenangkan Calvin. Sebenarnya baginya ini sangat berlebihan tapi bagi Calvin ini hanya hadiah kecil untuknya.


__ADS_2