Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
BAB 63 Suamiku Bossku


__ADS_3

Setahun telah berlalu.


Ingatan Clara sudah pulih dengan sempurna setelah ia menjalani pemulihan dengan konsisten. Berat badannya naik 5 kg sehingga kini ia terlihat sedikit lebih gemuk. Hana sudah sibuk dengan kuliahnya di Amerika yang sebentar lagi akan memasuki semester ke 3. Sejak dua bulan terakhir Clara membantu mami Anita di butik sembari belajar meneruskan usahanya karena nyonya Anita ingin istirahat untuk sementara waktu.


Minggu ini Cakra dan Clara berencana akan pergi liburan kebeberapa negara di Eropa melaksanakan bulan madu mereka yang sempat tertunda. Mereka akan berlibur selama dua minggu di Swiss, Austria dan Italia yang sedang memasuki musim semi. Clara merasa begitu senang karena ini pertama kalinya dia akan menginjakkan kakinya keluar negeri apalagi bersama dengan orang yang dia cintai.


Walaupun saat ini mereka belum diberi kesempatan untuk mempunyai anak, tetapi Cakra tidak pernah menuntut itu karena baginya Clara adalah fokus utamanya dan anak adalah kehendak Tuhan, jika Tuhan mengizinkan mereka memilikinya maka itu adalah bonus dan merupakan hadiah terbesar bagi mereka berdua.


Saat malam hari di tempat tidur mereka sudah berbaring dan kebiasaan Cakra yang tidak pernah berubah adalah menciumi bau badan istrinya sambil memeluk tubuh Clara bila dia sedang berada didekat wanita itu. Tempat ini menjadi tempat yang paling indah bagi mereka berdua, tempat yang selalu menjadi tempat melepaskan rindu dan menyelesaikan segala masalah. Pokoknya apapun masalahnya akan diselesaikan di ranjang ini.


"Sayang, apa yang kamu kerjakan hari ini di butik..?"


"Seperti biasanya mas, aku masih terus belajar mas, terutama tentang desain dan mode baju wanita yang terus berkembang dari waktu ke waktu, masih banyak yang belum aku ketahui tapi sudah beberapa baju buatanku yang setujui oleh mami."

__ADS_1


"Aku senang mendengarnya sayang." Cakra menciumnya entah sudah beberapa kali dia mencium Clara selama mereka berbaring di tempat tidur.


"Mas..? boleh aku minta sesuatu..?"


"Hemmm.. boleh sayang, apapun yang kamu minta akan aku berikan..?"


"Benarkah..? bolehkah aku lanjut kuliah jurusan fashion design?"


"Akan aku pikirkan, tapi sepertinya aku tidak akan memberi kamu izin. Aku tidak bisa jauh darimu dan jika kamu mau kuliah kamu ambil yang dalam negeri saja."


"Sayang mukanya kok gitu..? Sayang jangan Menyiksaku dengan kerinduan, aku belum bisa jauh darimu dan sampai kapanpun aku tidak bisa jauh dari kamu."


"Baiklah mas."Jawab Clara pasrah.

__ADS_1


"Kuliah dalam negeri bolehkan..?"


"Heemm boleh sayang, selesai liburan aku akan mengurus semuanya."


"Sekarang tidurlah mas, kamu pasti lelah."


"Aku lagi ingin main bersamamu sayang." Cakra kembali genit dan tangannya sudah menjalar ke tubuh Clara.


"Mas, mas..." Clara hanya bisa pasrah merelakan tubuhnya jadi bahan untuk meluapkan segala hasrat suaminya.


Hari keberangkatan mereka ke Eropa pun akhirnya tiba. Sebelumnya Cakra sudah mendelegasikan urusan perusahaannya kepada Lira. Kedua orang tua Cakra mengantarkan mereka berdua hingga ke lobi bandara. Hal ini terasa sangat spesial bagi Cakra karena sebelumnya setiap ia bepergian selama perjalanan bisnis, tidak pernah sekalipun orang tuanya mengantarkannya ke bandara.


Setelah bersalaman dan memeluk kedua orang tuanya, Cakra dan Clara segera menuju ke ruang tunggu keberangkatan. Banyak orang telah memenuhi ruang tunggu karena telah masuk musim liburan.

__ADS_1


"Are you ready, honey...kita refreshing sejenak melepas kepenatan dari rutinitas." ucap Cakra bersemangat sembari menggenggam telapak tangan Clara. Di sisi lain tangannya menggenggam gagang koper silver berukuran besar miliknya.


"Sangat siap, mas." Kata Clara sambil tersenyum dan menyandarkan bahunya kepada Cakra yang sudah duduk di menunggu panggilan keberangkatan.


__ADS_2