
Hari-hari tak terasa begitu cepat berlalu, seminggu lagi pernikahan Calvin dan Tania akan dilaksanakan. Calvin sangat sibuk mempersiapkan segalanya walaupun semuanya sudah diserahkan kepada WO tapi Calvin juga ikut membantu mempersiapkan pesta pernikahannya. Calvin sangat detail mengurus pernikahannya agar berjalan dengan lancar dan mendapatkan hasil yang sempurna.
Sebenarnya bukan Calvin yang lelah mengurus pernikahannya tapi Rey dan semua asisten rumah tangganya yang sangat kelelahan karena Calvin hanya memerintah mereka. Beberapa kali Calvin mengganti tema pernikahannya membuat tim WO kewalahan dibuat olehnya.
Setelah cukup lama berunding akhirnya Calvin memilih tema dengan bernuansa putih untuk bagian interior. Calvin ingin membuat bahagia Tania dihari pernikahan mereka dan dia berharap inilah pernikahan sekali dan seumur hidup untuk mereka berdua.
"Sayang, sudah siap..? mami sudah lama menunggu kita dibutik." Ucap Calvin sambil menunggu Tania selesai ganti baju.
"Nih lihat, aku sudah cantik." Tania sudah mengandeng tas kecilnya.
"Cantiknya calon istriku." Calvin pun tersenyum sambil merangkul pinggang Tania menuju parkiran.
Hari ini mereka fiting baju pengantin di butik maminya. Dibutik, mami Clara sudah menunggu mereka dengan persiapan baju hampir 100 persen sempurna.
"Sayang aku gugup..? Ucap Tania keluar dari mobil.
"Aku disini sayang, jangan pernah takut selama aku disini." Calvin memegang tangan Tania sambil berjalan masuk kedalam butik.
"Terima kasih sayang."
Pas tiba dipintu butik ternyata mami Clara sedang duduk sambil tersenyum kepada mereka.
"Calon mantuku.." Pelukan hangat dari mami Clara membuat hati Tania menjadi lebih tenang.
"Maaf membuat mami menunggu lama."
"Apapun akan mami lakukan untuk kalian sayang. Ayo langsung masuk keruang ganti, mami sudah menyelesaikan gaunmu."
"Mami, aku juga boleh mau lihat Tania menggunakan gaun.?"
__ADS_1
"Enggak boleh, nanti hari pernikahan baru kamu bisa lihat Tania, nanti mami akan beri kejutan untukmu." Ucap mami Clara sambil berjalan masuk keruang ganti sedangkan Calvin terlihat sangat cemberut.
"Mami jahat..!"
Diruang ganti Tania sangat bahagia melihat penampilannya dicermin, mami Clara juga terlihat bahagia melihat Tania bisa puas dengan baju yang dirancang olehnya.
"Mi aku suka, suka banget. makasih mami atas segalanya." Tania masih tersenyum lebar.
"Iya Tania."
///////
Dilain tempat, Raka duduk didalam kamarnya, dia melihat foto Tania di gealeri hpnya.
"Tan, tidak lama lagi kamu akan menjadi milik Calvin seutuhnya. Aku tidak pernah menyangkah jika selama ini aku hanya bisa menjadi sahabatmu dan yang paling aku tidak terima mengapa kakakku yang menjadi suamimu. Tania, aku akan berusaha melepaskan kamu dari hatiku walupun berat tapi inilah jalan yang terbaik."
"Haloo Julie.." Raka berbicara kepada Julie dari balik telfonnya.
"Raka, temani aku beli baju untuk aku kenakan saat acara pesta pernikahan Tania."
"Aku sedang tidak enak badan Jul, kamu pergi saja sendiri."
"Kamu enggak enak badan atau masih belum terima dengan keputusan Tania..? ayolah Raka, kamu itu jahat...! kalau Tania yang minta tolong langsung cus berangkat tapi kalau aku pasti banyak banget alasannya."
"Baiklah gadis bawel, aku akan mengantarmu tapi aku mandi dulu. Jangan lama-lama dandan, aku tidak suka lihat wajahmu yang tebal dengan make up." Ucap Raka langsung mengakhiri panggilan Julie.
"Raka..? Tapi.." tut...tut..tut..Raka langsung mematikan panggilanya.
///////
__ADS_1
Raka sudah bersiap dan menuju garasi mobilnya. Dia kembali lagi masuk kedalam rumah karena ada yang ketinggalan.
"Kok balik lagi tuan." Kata asisten rumah tangga dirumahnya.
"Aku lupa kunci mobilku bi." Raka langsung masuk kedalam kamarnya dan balik lagi dengan setengah berlari menuju garasi.
"Bi aku pamit yah, bilang sama mama aku pulangnya agak telat." Teriak Raka berlari menuju garasinya.
"Oke tuan." Jawab asisten rumah tanggannya.
Raka pun melaju dengan cepat dia samgat tahu Julie akan marah jika dia telat walapun hanya sedetik. Sampai di rumah julie, Raka pun buru-buru keluar dari dalam mobilnya dan benar saja Julie sudah berada didepan rumahnya sambil memasang muka cemberut melihat Raka, ternyata dia bukan hanya terlambat semenit tapi setengah jam.
"Julie aku sampai.." Raka memberikan senyuman terindahnya kepada Julie.
"Aku batal pergi..!"Jawab julie dengan wajah cemberut.
"Ayolah, rugi loh kamu sudah
secantik itu tidak jadi pergi.." Raka masih merayu Julie agar tidak cemberut lagi.
"Cantik..? kamu bilang aku cantik..? Ini petama kalinya kamu mengatakan aku cantik. Biasa kata itu hanya untuk Tania seorang.."
"Dasar wanita, suka sekali dipuji padahal sebenarnya kamu tidak cantik, aku hanya ingin membuatmu senang sesaat." Ucap Raka.
"Raka, kamu jahat..! kali ini aku batal benaran pergi sama kamu.!" Julie sudah membalikan badannya dan hendak masuk dalam rumah.
" Julie.., jangan pergi..! aku butuh kamu untuk menumpahkan kesedihanku.." Raka menarik tangan Julie, mereka terlihat sangat romantis.
"Baiklah aku lagi, aku lagi jadi tempat pelarian." Jawab Julie pasrah, dia tahu perasaan Raka saat ini sangat sedih tapi begitu juga dengannya dia sangat sedih karena Raka tidak pernah memberikan cintanya walaupun hanya sesaat. Padahal Raka tahu jika julie sangat mencintainya tapi dia hanya menganggap seperti tidak terjadi apa-apa diantara mereka.
__ADS_1