Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
Suamiku Bosku two, part 44


__ADS_3

Digedung Golden group tepatnya dilantai 7 Calvin sedang berkutak dengan komputernya, mata dan tanganya seirama bekerja dengan penuh ketelitian. Terkadang Calvin memeriksa Handphonenya berharap Tania mengirimkan pesan untuknya tapi sampai matahari sudah terasa diatas kepala oleh orang yang sedang sibuk mencari rejeki diluar gedungnya, Tania belum juga mengirimkan pesan untuknya.


Tak lama kemudian suara ketukan pintu terdengar, Rey berdiri tegap dengan gayanya yang cool dan tak pernah lepas dari dari kaca mata hitamnya. Calvin memandangnya sejenak melihat Rey dari head to too, terlihat ada yang berbeda dari Rey hari ini. Hampir 17 tahun bersama Calvin, baru hari ini Calvin melihatnya sangat berubah.


"Apa yang salah denganmu hari ini Rey..?" Ucap Calvin sambil memandangnya dengan serius.


"Aku masih seperti yang dulu tuan muda." Kata Rey masih berdiri tegap.


"Yah.., aku tahu. Hahaha ternyata penampilanmu sangat berbeda hari ini. Mengapa ada warna putih dirambutmu..?" Calvin seperti menemukan emas jatuh dari langit melihat keburukan Rey.


"Ada apa dengan rambutku..?" Rey langsung membuka kaca matanya dan melihat rambutnya dengan kaca mata hitamnya..


"Ternyata kamu sudah tua, lihat rambutmu sudah ada yang memutih. Segerahkanlah punya anak jangan sampai aku yang mempunyai anak duluan."


"Siap tuan muda, masih dalam usaha tiap malam."


"Oh pantas saja tiap malam nomormu tidak pernah aktif, sekarang kamu punya alasan untuk lari dariku.." Ucap Calvin.


"Bukan lari tuan muda, aku hanya berpikir ternyata punya istri itu sangat enak. Jika aku tahu menikah itu enak mengapa aku tidak menikah saat lulus SMA saja, Hidupku sia-sia hanya mengurus anak berandalan sampai dia menikah dan akhirnya aku melupakan kebahagiaanku sendiri." Rey mengucapkan sindiran kepada Calvin.


"Kurang ajar kau Rey...! oh sekarang kamu sudah berani sama aku yah.?" Teriak Rey.


"Hahaha percuma marah, kamu tidak akan pernah menang jika melawanku." Rey hanya tertawa melihat Calvin marah kepadanya. Calvin dan Rey tak pernah benar-benar bertengkar secara serius karena mereka sudah saling mengenal karakter masing-masing. Walaupun perbedaan usia yang sangat jauh tapi Rey bisa mengimbanggi sikap Calvin yang semena-mena secara bijaksana.

__ADS_1


"Okelah aku selalu kalah darimu." Ucap Calvin langsung kembali duduk tegap dikursi kebesarannya.


"Apa yang akan saya lakukan tuan muda? sepertinya anda sangat resah hari ini.?"


"Rey berhenti bercanda, aku serius sekarang..!" Calvin kembali berteriak, dia terkadang selalu naik pitam jika bersama Rey.


"Cari tahu wanita yang bertemu denganku saat berada di mall..?"


"Wanita yang mana.? Tuan muda selingkuh..?"


"Benar-benar kamu Rey..? mana mungkin aku selingkuh. Tania itu sudah mewakili semua wanita cantik didunia ini jadi mataku sudah tertutup untuk wanita lain."


"Yaelah, anak muda lagi dimabuk cinta. Oke jadi siapa wanita itu.?" Rey kembali ke topik pembicaraannya.


"Bodoh, bodoh.., dimana-mana kalau orang menyuruh itu ada petunjuknya atau gambar wajahnya. Setidaknya ada gambaran begitulah tentang target. Aku ini bodiguard bukan detektif jadi.."


"Rey...! Aku lempar pakai sepatu atau bergerak sekarang..?" Calvin sudah mau mencopot sepatunya dari kakinya.


"Baiklah, sepertinya semakin dewasa otak tuan muda semakin menurun kwalitasnya." Rey langsung berlari cepat tapi Calvin sudah melayangkan sepatunya mengenai belakangnya.


"hahaha akhirnya kamu kalah Rey.." Calvin tertawa dan Rey memegang belakangnya karena sakit.


"Tunggu jangan pergi...!" Calvin menahan Rey yang berdiri dipintu.

__ADS_1


"Ada apa lagi., jika ini ditempat latihan sudah ku patahkan tanganmu itu tuan muda."


"Sayangnya ini bukan ditempat latihan kak Rey." Calvin kembali tertawa


"Ada apa lagi Tuan muda aku buru-buru, istriku menunguku makan siang bersama." Ucap Rey masih memegang belakangnya.


"Sepatu, bawa kesini..!" perintah Calvin.


"Owww sepatu..? Ini ambil saja sendiri.." Rey membuang sepatu Calvin ke luar pintu dan menutup pintu sambil tertawa keras.


"Rey......! Teriak Calvin sampai suaranya memenuhi ruangan tersebut.


krekkk, pintu kembali terbuka.


"Hahahah maafkan aku, ini sepatunya tuan muda." Rey kembali masuk dan mendekati Calvin lalu memasang kembali sepatu Calvin dikakinya.


"Sana pergi..! Jangan lupa antarkan aku makanan. Besok pagi aku harus mendapatkan hasil dari penyelidikanmu. Kalau sampai pagi belum ada kabar apapun, jangan harap liburan bulan madumu akan bahagia." Kata Calvin dengan mengancam.


"Oke baiklah. Besok pagi aku akan mengabarimu tuan muda manja."


"Rey....!" Calvin kembali berteriak.


"Bye, bye tuan muda. Rey melambaikan tangannya dengan gemulai melewati pintu.

__ADS_1


__ADS_2