
Tiga bulan telah berlalu, Tania sudah menempati apartemen milik Calvin. Dan hari hari ini adalah hari yang paling bersejarah untuk Rey, hari ini dia akan melangsungkan pernikahan disebuah hotel mewah milik papinya Calvin. Tania sudah bersiap di apartemennya tinggal menunggu Calvin menjemputnya. Tania duduk diruang tamu sambil mengotak atik hpnya.
Tring..Tring.Tring.. bunyi bel apartemennya.
Tania langsung berlari tak sabar ingin bertemu Calvin untuk mengomentari penampilannya malam ini. Tanpa pikir panjang Tania langsung membuka pintu, laki-laki tampan berdiri didepan pintu memberikan senyuman terindahnya kepada Tania.
"Kamu cantik, sangat cantik Tania." Ucap pria itu.
"Raka..?" Tania terkejut ternyata Raka yang datang menjemputnya.
"Iya, aku." Raka masih tersenyum masih terpanah dengan kecantikan Tania.
"Calvin mana?" Tania melihat dibelakangnya siapa tahu Calvin sedang bersembunyi dibelakangnya.
"Dia tidak ada Tania, hanya aku yang ada disini. Dia menyuruh aku untuk menjemputmu karena dia ada urusan mendadak."
"Okelah." Jawab Tania sambil tersenyum tapi hatinya sangat kecewa karena bukan Calvin yang menjemputnya.
"Kita berangkat aja Tan, aku takut kita akan terlambat." Kata Raka memberikan tangannya agar Tania menggandengnya.
__ADS_1
"Raka aku tidak bisa." Tania tidak memberikan tangannya untuk dipegang oleh Raka.
"Kalau kamu tidak mau biar aku yang menggandengmu." Raka sudah merangkul Tania dipinggang dan itu membuat Tania menjadi tidak nyaman karena Raka bertindak tidak seperti biasanya.
Setelah pertemuannya dengan Calvin, Tania tidak pernah bertemu lagi dengan Raka, mereka juga tidak pernah saling bicara atau sekedar menanyakan kabar. Raka menghilang begitu saja, datang kerumah Calvin saja tidak pernah entah apa yang terjadi dengannya. Mungkin dia belum menerima jika Calvin dan Tania kembali bersama.
Didalam mobil, Raka kembali memegang erat tangan Tania, sama seperti yang Calvin lakukan kepadanya.
"Ada apa dengan Calvin? mengapa dia tidak memberi tahuku jika kamu akan menjemputku karena biasanya dia selalu mengabariku."
"Aku tidak tahu, aku hanya disuruh menjemputmu. Untuk lebih jelasnya lagi kamu bisa bertanya kepadanya." Ucap Raka, dia terlihat sangat bahagia berada disamping Tania.
"Raka.., ada apa denganmu..?" Tania terlihat bingung dengan perubahan Raka yang tiba-tiba seakan dia itu ingin menjadi Calvin.
"Ada apa.? aku masih Raka yang dulu." Jawab Raka tersenyum.
"Okelah terserah kalian saja." Tania terlihat kesal dengan perlakuan adik kakak ini kepadanya.
Tania mengambil ponselnya, dia menelfon Calvin ternyata nomornya tidak aktif.
__ADS_1
"Raka jawab jujur, sebenarnya Calvin ada dimana? tidak mungkinkan dia tidak datang kepesta penikahan kak Rey..?"
"Kamu tenang saja Tania, dia tidak akan pergi meninggalkan kamu dari dunia ini. Beruntung sekali Calvin memilikimu aku sangat iri kepadanya. Andai aku bisa memiliki cintamu walaupun hanya sehari pasti aku akan sangat bahagia nantinya."
"Raka, kamu bicara apa.? jangan membuatku bingung dengan sifatmu ini. Aku menyayangimu sebagai seorang sahabat."
"Aku ingin kamu menyayangi melebihi seorang sahabat Tania. Maafkan aku yang terlalu egois."
"Aku tidak bisa memaksakan hatiku untuk mencintaimu karena aku sangat..."
"Tidak perlu dilanjutkan Tania, aku sakit mendengarnya." Raka lansung memotong pembicaraan Tania.
Akhirnya Tania hanya bisa diam selama perjalanan, mereka sampai di tempat acara berlangsung. Setelah tiba, Raka turun dan membukakan Tania pintu mobil, dia langsung menggandeng tangan Tania menuju tempat acara dilaksanakan. Raka memilih duduk paling depan, mereka sekeluarga berkumpul dibagian kursi VVIP tapi tak terlihat batang hidung Calvin dalam acara itu.
"Raka sebenarnya Calvin ada dimana?" Tanya Tania kembali.
"Tania, kamu sekarang menjadi pusat perhatian. Lihatlah dirimu, kamu sangat cantik malam ini." Jawab Raka mengalihkan pertanyaan Tania.
"Calvin, kamu ada dimana..? tidak biasanya kamu seperti ini." Gumam Tania dalam hati, kini kecantikan seakan pudar karena rasa sedihnya.
__ADS_1