Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
BAB 52 Suamiku Bossku


__ADS_3

Saat tiba dirumah Bryan, Hana mengikuti langkah kaki Bryan yang membawanya keruang keluarga. Sebenarnya Hana ingin langsung pulang tetapi karena Bryan memaksanya untuk masuk akhirnya dia luluh juga.


"Kiran, papa pulang..." Bryan langsung mengambil bayi dari tangan pengasuhnya.


"Papa.? Oh jadi itu anaknya Kiran. Eh, tunggu, bukannya tangannya sedang sakit tapi mengapa dia bisa terlihat sehat secepat itu.., jangan-jangan dia membohongiku. Awas kamu Bryan...!" Hana menatap sinis ke arah Bryan.


Bryan hanya tersenyum melihat Hana, dia pasti tahu apa yang ada dalam pikiran wanita didepannya itu. "Kiran.., lihat wajah calon mamamu, mengapa dia bisa secantik itu walaupun sedang cemberut dan bagaimana jika dia tersenyum pasti dia akan bertambah cantik." Bryan berbicara kepada Kiran kecil.


"Bryan, kamu membohongiku haa..? Tahu begitu aku meninggalkanmu tadi." Kata Hana dengan ketus.


"Ayolah Hana, tidak baik bertengkar didepan bayi mungil ini. Baiklah aku minta maaf..., sini duduklah bersama kami. Bukannya kita sudah terlihat seperti sebuah keluarga yang sempurna? ada papa, mama dan anak." Kata Bryan yang sedang duduk di sofa.


"Gombal terus sampai mulutmu jadi dower." Hana masih berdiri ditempatnya meski sebenarnya dia penasaran untuk memeluk bayi yang ada ditangan Bryan. Hana sangat menyukai bayi begitupun dengan Bryan mereka terlihat sangat serasi karena Bryan tampan dan Hana juga sangat cantik.


"Ayolah Hana, aku tahu kamu ingin memeluknya kan? Hilangkan gengsimu yang setinggi langit itu. Kiran juga sedang melihatmu..lihatkan? Dia tersenyum padamu."


"Benar Bryan, dia tersenyum padaku." Hana langsung duduk disamping Bryan dan mencium Kiran kecil dipangkuan Bryan. Akhirnya Hana bisa menghilangkan rasa penasarannya untuk mendekati bayi Kiran.


"Bryan, dia benar-benar lucu, aku sangat suka bau bayi. Mengapa mereka mempunyai aroma yang wangi seperti ini Bryan." Kata Hana tapi Bryan hanya diam. Hana langsung melihat wajah Bryan dan air matanya jatuh dikedua pipinya.


"Hey.., mengapa kamu menangis Bryan..? Apa tanganmu masih sakit atau aku berbuat salah lagi..?" Hana panik.

__ADS_1


"Tidak Han, aku hanya terharu dengan kehadiranmu. Andai saja Kiran masih hidup pasti dia bisa melihat anaknya yang cantik seperti ibunya. Kasihan Kiran, dia masih sangat kecil tapi dia sudah kehilangan kedua orangtuanya."


"Bryan..., aku tidak keberatan jika kamu menganggapku sebagai ibunya Kiran kecil."


"Benarkah Hana..?" Bryan langsung mencium Hana dengan spontan.


"Bryan...., beraninya kau..!" Hana begitu terkejut dan tidak sadar dia berteriak didepan bayi Kiran. Kiranpun menjadi kaget dan langsung menangis.


"Hana, suaramu mengagetkannya! lihat dia menjadi menangis karena kamu." Bryan berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Kamunya itu sih menyebalkan.., satu kali lagi kamu melakukannya aku akan memukul bibirmu itu." Bentak Hana.


"Aku akan mencobanya. Ini pertama kalinya aku menggendong bayi." kata Hana yang sudah menggendong Kiran dipangkuannya dan masih terlihat kaku.


"Belajarlah dari sekarang. Kalau kita punya anak nanti pasti kamu langsung pandai mengurus bayi kita." Bryan sangat pandai menggombal.


"Idiiiiih... aku tidak akan menikah denganmu." Jawab Hana.


"Hahahaha... benci jadi cinta. Lihat saja nanti.." Bryan hanya tersenyum melihat Hana.


"Mengapa kamu tersenyum seperti itu...? aku jadi geli melihatnya..., sana pergi...!"

__ADS_1


Bryan masuk didalam kamarnya. Rumah Bryan sangat besar dan hampir sama besarnya dengan rumah Hana tapi rumah ini terlihat sangat sepi. Hanya ada asisten rumah tangga yang lalu lalang dirumah ini.


Setelah keluar dari kamar, Bryan memakai kemeja dan celana hitam panjang serta rambutnya yang disisir kebelakang membuat Hana tidak sadar menatapnya beberapa menit.


"Hana...?"


"Ha... iya.."


"Hahaha... aku sudah bilang pasti kamu akan jatuh cinta kepadaku secara perlahan." Bryan tersenyum melihat ekspresi Hana.


"Tidak akan pernah, Bryan." Hana masih teguh dengan pendiriannya.


"Dia sudah tidur Han, ternyata kamu pandai juga mengurus bayi."


"Hehehe... tidak juga, mungkin dia hanya merasa nyaman didekatku."


"Aku akan menidurkan dia dikamar dan aku akan mengantarkan kamu pulang karena aku akan kembali ke Rumah Sakit." Ucap Bryan.


"Aku juga akan pergi ke Rumah Sakit untuk melihat Clara."


"Baiklah kalau begitu.. pas sekali waktunya..." Jawab Bryan.

__ADS_1


__ADS_2