Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
Suamiku Bosku two, part 54


__ADS_3

Dirumah sakit terbaring wanita paruh baya, pandangannya kosong menatap foto yang ada ditangannya. Ingatannya kembali ke masa lalu di mana dia dengan teganya membuang putri kecilnya itu didepan rumah seseorang. Saat dia melahirkan bayi perempuan itu, dia sebenarnya ingin merawatnya, tapi karena bayi itu terus saja menangis minta disusui, membuatnya tidak tahan mendengarnya. Dia tidak ingin menyusui bayi itu dengan alasan takut payudaranya akan kendor.


Saat itu ia sangat frustasi. Orang tuanya tidak menerima kenyataan bahwa anaknya harus hamil diluar nikah dengan status ayah yang dikandungnya tidak jelas keberadaannya. Hari-hari dia lewati dengan sulit. Beberapa kali dia ingin bunuh diri karena karirnya hancur ditambah lagi obsesinya mengejar mantan pacarnya Cakra semakin besar. Kebahagiaan yang dia impikan sirna begitu saja karena seorang bayi yang dikandungnya dan telah dilahirkannya. Buatnya, anak itu adalah pembawa sial baginya.


Saat itu hujan sangat deras. Dia keluar dari mobilnya dan menyimpan bayi tersebut begitu saja tanpa ada rasa penyesalan saat itu. Bayi itu terus menangis dan harapannya bisa melihat bayi itu tumbuh dengan merasakan penderitaan yang dia alami sekarang ini. Dia seakan tidak terima harus menderita sendiri dan obsesi gilanya itu membuat dirinya harus berurusan dengan alkohol dan obat-obatan terlarang setiap hari untuk melampiaskan semua masalahnya selama ini.


"Selamat sore, salam kenal."


Suara itu memecahkan lamunannya, kini tubuhnya begitu kurus, kecantikannya pudar ditelan oleh waktu dan penyakitnya. Dia membalikkan wajahnya menatap gadis muda yang hampir mirip dengannya itu sedang berdiri dengan wajah yang sendu.


"Mau apa kamu kesini..?" Ucap Felysha ketus kepada Tania.


"Ak-u.., aku..." Tania terbata-bata bibirnya bergetar menahan tangisnya.


"Aku tidak butuh kamu disini, puas kamu menghancurkan hidupku selama ini. Puas..!" Felysha berusaha berteriak dengan tubuh yang lemah.

__ADS_1


"Salahku apa.? Aku hanya ingin menjagamu dihari tua. Maafkan aku jika telah lahir didunia ini dan menghancurkan hidupmu." Air mata Tania akhirnya tumpah, dia tak mampu menahannya lagi. Ibunya memang tidak menginginkan dia sejak dulu dan sampai sekarang ternyata masih sama.


"Keluar.., aku bilang kamu keluar sekarang....!" Felysha mengarahkan tangannya kepintu menyuruh Tania keluar.


Tania langsung berlari. Didepan pintu Calvin berdiri. Dia bisa mendengar apa yang wanita itu katakan kepada istrinya. Dia sengaja tidak masuk menemani Tania agar memberi waktu untuk anak dan ibu itu melepaskan kerinduan tapi tidak pernah dia sangka jika wanita itu memperlakukan istrinya seperti itu.


"Tania...?" Calvin berlari mengikutinya.


"Aku sudah bilang tidak akan menemuinya sayang.., dia tidak menginginkan aku ada disini." Tania menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Merekapun pulang dengan rasa kecewa, Tania hanya diam sejak tadi. Calvin sangat kasian melihat Tania yang begitu terpukul dengan kejadian ini. Dia juga bingung akan melakukan apa agar hati istrinya itu bisa kembali pulih.


"Sayang mau makan.? aku pesankan pizza yah.?"


Tania hanya menggengkan kepalanya pertanda dia tidak mau.

__ADS_1


"Mau belanja?"


Tania masih menggelengkan kepalanya.


"Sayang mau beli apa terserah." Calvin masih berusaha membujuknya.


Tania masih menggelengkan kepalanya.


"Mau ketemu Julie.?"


"Iya." Jawab Tania.


"Baiklah, aku akan mengantarmu." Calvin memutar arah mobilnya menuju kerumah Julie.


Terkadang disaat wanita sedih dia hanya butuh teman untuk mengeluarkan kesedihannya. Setelah semua amarahnya keluar barulah dia bisa kembali berpikir jernih. Terkadang menghadapi wanita itu sulit, wanita itu unik dengan berbagai macam karakter didunia ini. Jadi bagi laki-laki, hanya perlu kesabaran menghadapi mahkluk yang namanya wanita karena mereka terkadang tidak bermain dengan pikirannya melainkan dengan perasaannya.

__ADS_1


Haii readers jangan lupa Votenya yah, terima kasih sudah membaca 😘😘


__ADS_2