
Malam semakin larut, Calvin dan Tania masih bercakap lama diatas tempat tidur. Ternyata sebesar apapun masalah suami istri bisa terselesaikan jika berbicang diatas ranjang.
"Untung kamu marah nggak lamaan sayang, kalau kelamaan bisa sakit kepalaku menahan rindu." Calvin mengelus rambut Tania yang berbaring diatas lengannya.
"Aku mana tahan lama-lama marah sama kamu sayang, anehnya mengapa kamu jodohku? Padahal kriteria calon suamiku seperti Raka yang lemah lembut dan penyabar." Tania sedikit terkekeh dengan ucapannya.
"Tania, jangan memulai pertengkaran lagi." Sahut Calvin melototi Tania.
"Hehehe bercanda sayang." Tania langsung berbalik dan memeluk badan Calvin yang kekar tanpa memakai baju.
"Kapan kita akan mengunjungi ibumu sayang?"
"Aku belum siap, nanti aku akan memberi tahumu jika aku sudah siap." Tania menatap suaminya itu yang mengecup keningnya dengan lembut.
"Aku mencintaimu Tania."
"Aku juga mencintaimu tuan muda." Tania tersenyum dan menutup matanya lalu menempelkan wajahnya didada Calvin.
"Tidurlah sayang." Kecupan kembali dilayangkan ke kening Tania sebagai pengantar tidur malamnya.
/////
Keesokan harinya, masih dengan posisi yang sama, Calvin sudah terbangun lebih cepat karena tangannya sudah terasa keram sejak semalam karena Tania tidak berpindah posisi tidurnya dan tangannyalah yang menjadi bantalnya sejak semalam. Belum juga lukanya ditangannya sembuh dan masih terasa sakit. Tapi dia tidak membangunkan Tania yang masih memeluknya sambil tertidur.
Setelah cukup lama akhirnya Tania bergerak dan pindah posisi tidurnya barulah Calvin menggoyang tangannya yang terasa pegal sejak semalam.
__ADS_1
Jam sudah menunjukkan pukul 08.00 pagi, Calvin masuk kedalam kamar mandi dan bersiap kekantor. Calvin melihat Tania belum juga bangun. Tidak biasanya dia seperti ini selama mereka menikah kurang hampir 6 bulan lamanya.
Calvin mendekati Tania, dia mengecup kening Tania barulah Tania terbangun melihat Calvin sudah masih memakai handuk bisa terlihat jelas dadanya yang bidang dan perut sixpacknya.
"Kamu sudah mandi..?" Suara Tania terdengar parau.
"Kalau kamu masih mengantuk tidak perlu bangun sayang, aku bisa memakai baju sendiri." Ucap Calvin sambil mencubit pipi istrinya.
Tania bangun dan mengambil baju Calvin yang telah disetrika dari dalam lemari. Dia memasangkan Calvin baju dan mulai mengancing satu persatu kemeja panjang suaminya itu."
"Aku beruntung memilikimu Tania." Ucap Calvin memandangi Tania.
"Aku yang beruntung memilikimu." sahut Tania kembali.
"Sayang aku kekampus hari ini." Tania telah selesai memasang baju dan dasi Calvin.
"Akan selalu terjaga untukmu." Ucap Tania sudah melingkarkan tangannya di leher Calvin.
Setelah selesai memasang baju Calvinpun mencium kening Tania dan mengambil jasnya lalu pergi pergi kekantor.
///////
Dikantor Calvin kedatangan sekretaris baru, kemarin Lira sudah mengundurkan diri karena akan fokus mengurus keluarganya. Kali ini sekretaris baru yang Lira pilihkan masih tergolong muda dan lebih tua 4 tahun dari usia Calvin. Penampilannya sangat seksi bisa dibilang dia tergolong dalah satu wanita cantik dari banyaknya wanita.
Tok..tok.. suara ketukan pintu.
__ADS_1
"Masuk." Sahut Calvin dari dalam ruangan.
"Tuan muda, ini sekretaris baru yang nona Lira bilang kemarin untuk menggantikan dia." Rey berdiri disampingnya dengan wanita tersebut.
"Silahkan duduk! Dan kamu Rey, bisa pergi sekarang." Ucap Calvin mempersilahkan sekretaris baru duduk dan Rey menundukkan kepalanya kepada Calvin sembari melangkah pergi.
Ternyata bosku tampan juga yah..! Gumam wanita tersebut sambil tersenyum manis kepada Calvin.
"Ada apa..? apa mukaku terlihat lucu?" Bentak Calvin kepada sekretarisnya itu yang terlihat mencari perhatian dengan memasang senyuman terindahnya didepan Calvin.
*Sial, ternyata dia galak..! akan buat kamu jatuh cinta kepadaku. Gumam wanita tersebut sambil memperbaiki cara duduknya dan terlihat senyumanya pudar seketika mendengar Calvin membentaknya*.
"Perkenalkan dirimu dan ceritakan pengalaman kerjamu selama ini. Dan apa visi dan misimu masuk ke kantor ini." tanya Calvin tanpa menatapnya.
"Nama saya Sherly pak, saya masih single pak, saya juga belum pernah berkeluarga apalagi pacaran lama dengan laki-laki lain."
"Ya ampun, manusia dari planet mana yang Lira kirimkan kepadaku..? apa kamu tidak mendengar tadi aku berkata apa.?" Calvin memukul meja dengan menatap kesal wanita didepannya.
"Dengar pak?" Ucap wanita tersebut terbata-bata.
"Lalu mengapa kamu menjawab bukan yang aku tanyakan, apa peduliku mau kamu single atau sudah pernah berkeluarga itu bukan urusanku. Jawab yang aku tanyakan. Mengerti..!" Calvin kembali membentaknya.
Uh sial laki-laki ini akan susah mendekatinya kalau sifatnya sepeti ini, sabar Sherly untuk menjadi nyonya harus banyak membuang energi!
"Iya pak.... maaf." Sherly terlihat mencari perhatian didepan Calvin dan membuka kancing bajunya sedikit agar belahan dadanya terlihat oleh Calvin.
__ADS_1
Setelah berbicara panjang lebar mengenai visi dan misinya serta pengalaman kerjanya, akhirnya permohonan kerja Sherly disetujui olehnya.