
Setelah selesai membeli mobil, mereka pun pergi ke pusat perbelanjaan. Tania menggandeng tangan Calvin dengan erat. Mereka kini memasuki sebuah Cafe yang berada dalam Mall tersebut.
"Sayang kamu tunggu disini, aku akan pergi ke toilet." Kata Tania tiba-tiba karena dia ingin buang air kecil.
"Oke sayang, aku akan menunggumu disini." Calvin duduk di cafe yang ada dalam mall tersebut sedangkan Tania langsung berlari cepat.
Saat Tania berlari, tak sengaja dia menyenggol wanita paruh baya hingga belanjaannya terjatuh. Calvin yang melihat kejadian itu langsung berlari ke arah Tania berdiri.
"Maaf bu, saya buru-buru." Kata Tania langsung masuk kedalam toilet.
Ibu itu memungut barang-barangnya, dan Calvin langsung berjongkok membantunya memungut semua barang belanjaan yang berserakan dilantai.
"Maafkan istri saya bu, dia lagi kebelet ingin buang air kecil." Kata Calvin sambil memasukkan barang kedalam tas belanjaan.
"Kamu pasti anaknya Cakra..?" Kata ibu tersebut kepada Calvin saat dia melihat wajah Calvin.
"Ibu kok bisa tahu nama papiku.?"
"Kamu sangat mirip dengannya" Calvin pun berdiri dan memegang belanjaan ibu tersebut .
"Iya aku anaknya, kalau boleh tahu nama ibu siapa.?" Tanya Calvin kembali.
"Namaku..." Saat dia ingin memberi tahu Tania langsung menghampiri mereka.
"Saya minta maaf bu." Kata Tania sambil menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Kamu Tania.?" Ibu tersebut memegang wajah Tania dengan terharu air matanya keluar membasahi kedua pipinya.
"Ibu juga tahu nama istriku..?" Calvin langsung menarik tangan Tania mendekatinya. Dia takut ibu tersebut ingin akan menyakiti Tania.
"Aku, hiks.,hiks,hiks.." Ibu tersebut menangis dihadapan mereka berdua.
"Ayo, sayang kita pergi.." Calvin menarik tangan Tania. Tapi Tania tidak mau beranjak, dia masih penasaran dengan wanita tersebut.
"Sayang, dia hanya ingin berbicara kepada kita." Kata Tania setengah memohon kepada Calvin.
"Ayolah Tan, kita tidak tahu mana orang yang baik dan mana orang yang jahat kepada kita." Calvin masih was was melihat perempuan tersebut.
"Bu, bagaimana kalau kita duduk dan berbicara, kami tidak akan menyakiti ibu." Ucap Tania kepada wanita tersebut.
"Sayang, ayolah dia hanya berpura-pura sedih dihadapan kita." Calvin masih tidak percaya dengan wanita didepannya.
"Baiklah." Jawab Calvin pasrah, kali ini dia lebih banyak mengalah kepada Tania.
Akhirnya ibu tersebut mengikuti mereka berjalan dan duduk di cafe yang ada di mall tersebut.
"Sebenarnya ibu siapa? mengapa ibu mengetahui nama aku dan suamiku.?"
"Maafkan ibu Tan, ibu sangat malu mengatakan ini. Ibu takut kamu tidak menerima ini dan malah membenci ibu." Ucap ibu tersebut sambil menundukkan kepalanya.
"Cepatlah bicara...! aku sangat sibuk." Kata Calvin sudah terlihat kesal melihat ibu tersebut didepannya.
__ADS_1
"Sayang..!" Tania kembali menatap Calvin dengan mata melotot.
"Baiklah..!" hanya jawaban itu bisa Calvin katakan.
"Ayo bu, aku akan siap mendengarkan." Tania terlihat antusias.
"Maaf aku tidak bisa mengatakannya sekarang." Kata ibu tersebut sambil menyeka air matanya dan pergi meninggalkan mereka.
"Lihatkan dia berbohong, jangan percaya sayang. Aku kan sudah bilang jaman sekarang ini banyak sekali kasus penipuan semacam ini." Calvin langsung memotong pembicaraan mereka. Tania mencubit perutnya dengan sedikit keras membuat Calvin jadi terdiam.
"Awww sakit sayang." Calvin meringis menahan sakit sambil memegang perutnya.
"Sayang pokoknya aku ingin kamu cari tahu siapa orang itu, aku sangat penasaran dengan tatapannya kepadaku. Aku rasa aku sangat dekat dengannya." Ucap Tania.
"Mencari tahu dia..? ayolah sayang aku seperti orang kurang kerjaan saja."
"Sayang, kamu sayang tidak dengan aku..?" Ucap Tania sambil memegang tangan Calvin.
"Sayanglah, sangat sayang."
"Kalau begitu cari tahu siapa dia.!" Ucap Tania.
"Malas ah.."
"Baiklah, kalau begitu aku yang akan mencari tahunya sendiri." Tania memasang muka cemberut dan berdiri dari tempat duduknya.
__ADS_1
"Baiklah, aku mencari tahunya untukmu, kenapa kamu selalu membuatku gemas setiap hari Tania sayang. Hanya kamu gadis yang mebuatku bertekuk lutut dihadapanmu, jangan sampai kamu selingkuh karena jika aku mendapatkan kamu selingkuh pastinya akan ku habisi selingkuhanmu itu dihadapanmu." Calvin langsung memeluk Tania.
"Siapa juga mau selingkuh, kamu tuh banyak perempuan yang suka, bisa saja kamu selingkuh diam-diam dibelakangku." Calvin masih memeluk Tania, dia lupa atau tidak mau pusing dengan lingkungan sekitarnya jika mereka sedang berada di keramain dan beberapa mata sudah menatap mereka ada yang terlihat baper ada juga yang terlihat iri.