Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
Suamiku Bosku two, part 49


__ADS_3

Setelah Tania pulang dari kantornya Calvin, dia menyempatkan diri untuk berbelanja keperluan sehari-hari di supermarket yang biasa dia singgahi. Tania memasukan barang-barang keperluan dapur dan kebutuhan mereka sehari-hari untuk seminggu kedepan.


Sebenarnya Calvin sudah beberapa kali menawarkan kepada Tania agar mereka memakai jasa ART, tapi Tania tidak mau dengan alasan dia masih bisa melakukan pekerjaan rumah dengan sendiri karena mereka hanya tinggal berdua. Calvin juga sedang merencanakan pembangunan rumah yang agak besar untuk masa depan mereka karena Calvin ingin Tania melahirkan anak yang banyak untuknya. Dia tidak mau mempunyai anak tunggal karena dia dulu sangat menginginkan adik tapi sampai dia besar mami Clara tidak diberi kesempatan lagi untuk hamil.


Masih disupermarket, Tania sibuk melihat-lihat apa lagi yang akan dimasukan kedalam keranjang belanjaannya. Tiba-tiba suara seorang laki-laki dan perempuan dibelakangnya memecahkan pemikirannya


"Tania..?" Panggil mereka secara bersamaan.


"Raka..? Julie.?" Tania langsung berfokus kepada tangan Raka yang melingkar penuh dipinggang Julie.


"Istri yang baik." Ucap Raka melihat setumpuk belanjaan Tania yang begitu banyak mulai dari sabun cuci sampai dengan cairan untuk membersihkan lantai.


"Bisa jelaskan maksud dari lingkaran tangan itu.?" Ucap Tania melirik aneh mereka berdua yang sedang tersenyum kasmaran didepannya.


"Kami sudah jadian." Ucap Julie malu-malu.


"Benarkah..? akhirnya dua mahkluk yang saling bertengkar ini bisa bersatu dalam cinta. Aku kan sudah bilang pasti kalian berjodoh." Tania tertawa kecil melihat sahabatnya itu yang selalu bertengkar bisa berdiri akur dan seromantis itu dihadapannya.


"Semoga saja Tania, kami ingin bahagia seperti kalian." Ucap Raka sambil menoleh kearah Julie.

__ADS_1


"Mau apa kalian datang kesini..?"


"Julie akan berbelanja keperluannya.., bagaimana jika selesai belanja kita makan bareng yuk? Sudah lama kita bertiga tidak jalan bertiga." Ucap Raka.


"Baiklah sekarang aku yang akan menjadi pengamat kebahagiaan kalian."


"Hehehe." Julie tertawa kecil mendengar Tania berbicara.


Raka masih memandang Tania dengan seperti biasanya dia tidak bisa membohongi jika perasaannya kepada Tania belum bisa di hilangkan dengan sepenuhnya. Tidak gampang melepaskan orang yang kita cintai begitu saja, apalagi orang tersebut masih sangat dekat dengan kita dan dia tidak menjaga jarak sekalipun. Tania bisa mengetahui perasaan Raka hanya saja mereka berusaha senormal mungkin dihadapan Julie yang sangat mencintai Raka.


Setelah habis berbelanja merekapun sama-sama membayar dikasir belanjaan mereka. Raka juga ikut membantu Tania mengangkat barang-barangnya kedalam mobil.


Julie berjalan dibelakang mereka terlihat mukanya cemberut melihat Raka dan Tania berjalan didepan mereka. Raka dan Tania yang menyadari lansung berhenti dan membalikan badan mereka melihat Julie.


"Haaa aku cemburu." Julie merengek didepan mereka.


"Muacchh, aku mencintaimu Jul." Raka langsung mencium kening Julie.


"Oh mesranya, rasanya aku ingin lari dari sini." Ucap Tania sambil memegang belanjaannya.

__ADS_1


"Hahaha, kamu milik Calvin, Tania." Raka pun tertawa melihat mereka berdua masih akur walaupun ada cinta segitiga diantara mereka.


Setelah sampai di Cafe, handphone Tania berdering dan ternyata itu panggilan telpon dari Calvin.


"Halo sayang..?" ucap Tania.


"Lagi dimana?"


"Di kafe sayang."


"Dengan siapa.?" Tanya Calvin kembali.


"Raka dengan Julie." Jawab Tania.


"Tunggu aku akan kesitu, nanti kirimkan saja share locknya sayang."


"Sayang mau datang? bukannya kamu lagi sibuk."


"Aku enggak biarkan kamu sendiri menyaksikan mereka berbahagia didepanmu."

__ADS_1


"So sweet." Ucap Tania berseri-seri mendengarkan ucapan Calvin.


"Love you Tania." Ucap Calvin mengakhiri panggilannya telponnya.


__ADS_2