Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
Suamiku Bosku two., part 33


__ADS_3

Setelah orang tuanya pergi Calvin dan Tania Beradu pandang ditengah kesunyian malam yang penghuninya sedang terlelap dengan mimpi indah mereka.


"Tania, bagimana rasanya malam pertama yah..? aku udah nggak sabar menunggu hari itu." Ucap Calvin sambil menatap dalam Tania yang ada didepannya.


"Apa, mengapa mentapku seperti itu, kamu pikir aku sudah berpengalaman dengan hal semacam itu, aku masih perawan. Kamu tuh mungkin udah pernah melakukan dengan wanita lain. Dari caramu menciumku bahwa kamu sudah berpengalaman." Kata Tania menuduh Calvin.


"Kamu pikir aku laki-laki macam apa..? buang pikiran negatifmu bahwa aku ini laki-laki play boy Tania. Aku tidak pernah mau berciuman dengan wanita lain selain kamu, sumpah jijik menyentuh mulut orang lain." Ekspresi Calvin menunjukan mau muntah didepan Tania.


"Mustahil laki-laki sepertimu tidak penah mencium wanita lain.." Tania masih memaksa Calvin.


"Aku hanya melakukanya dengan kamu Tania..! percaya sama aku. Kalau kamu tidak percaya hubungi Rey sekarang, dia tahu aku seperti apa." Calvin mencoba membela dirinya dari serangan pertanyaan gila Tania.


"Kamu dan Jenifer belum pernah berciuman..? aku tidak percaya."


"Ya ampun Tania, apa aku juga harus menelfon Jenifer sekarang agar kamu percaya padaku.?" Calvin sudah mengeluarkan hpnya dari kantong celananya.


"heii apa yang kamu lakukan..? jangan menelfonya Calvin..! baiklah aku percaya padamu sekarang." Tania akhirnya bisa percaya kepada Calvin.


"Jadi kita masih sama-sama perawan dan perjaka..?" Tanya Calvin terlihat malu-malu didepan Tania.


"Aku malu sama kamu membicarakan ini. sumpah aku malu."

__ADS_1


Calvin hanya tersenyum melihat Tanianya masih sepolos dulu.


"Calvin aku sudah mengantuk." Terlihat beberapa kali Tania menguap.


"Aku akan mengantarmu kekamar tamu."


"Tumben pikiranmu lagi jernih, biasanya kamu menyuruhku tidur dikamarmu."


"Aku takut jika nanti menyentuhmu lebih jauh lagi, aku ingin malam pertama kita penuh kesan dan bisa kita kenang bersama sampai tua.


"So sweet." Tania memeluk Calvin.


"I Love You Tania." Calvin mengecup kening Tania sebelum mengantarkan Tania kedalam kamarnya.


Pagi hari Tania terbangun, dia melihat Calvin sudah berada didepanya sambil memandang wajahnya. Senyuman Calvin membuat Tania memeriksa wajahnya dengan memegang mulutnya dia takut kalau sampai air liurnya keluar dan itu bisa membuatnya malu didepan Calvin.


"Ada apa.? jangan bilang kamu tidur bersamaku lagi.? Tania kembali melihat bajunya apakah masih lengkap atau tidak.


"Kamu ternyata masih selucu dulu, aku tidak melakukan apa-apa Tania. aku


hanya ingin memandang wajahmu saat bangun tidur ternyata kecantikmu tidak berkuramg sama sekali."

__ADS_1


"Tumben kamu cepat bangun..?" Tanya Tania heran melihat Calvin bangun sepagi ini.


"Tania, Tania.., tiga tahun telah berlalu dan aku bukan Calvin yang dulu lagi. Aku sudah terbiasa bangun pagi jika diluar negeri. karena aku melakukannya dengan sendiri tanpa bantuan orang lain."


"Jadi Rey tidak ikut bersamamu saat itu..?"


Calvin hanya menggelengkan kepalnya.


"Jadi selama ini dia hanya berada disini..?"


"Heeemm benar, aku menyuruhnya untuk menjagamu setiap hari."


"Astaga ternyata kak Rey hanya berpura-pura baru pertama kali bertemu denganku. ternyata dia ada didekatku selama ini. Sungguh kalian memang pintar menyembunyikan sesuatu."


"Hahaha maafkan aku Tania, aku tidak tenang jika jauh darimu makanya Rey aku tugaskan untuk menjagamu setiap hari didepan rumah makan orang tuamu. Dan dia selalu mengikutimu kekampus dan kemanapun kamu pergi.


"Sialan ternyata aku di mata-matai., awas kamu kak Rey."


"Sekarang makanlah, aku sudah mebawakan makanan untukmu. Rey juga sudah membelikan beberapa baju ganti untukmu. sekarang dia sedang mengambil barang-barangmu yang ada dirumahmu dan aku pidahkan ke apartementku. Untuk sementara waktu kamu tinggal disitu sampai kita menikah."


"Calvin bukanya itu sangat berlebihan..?"

__ADS_1


"Akan aku lakukan semuanya untukmu Tania, termasuk nyawaku akan ku berikan kepada orang lain jika nyawamu terancam."


"Terima kasih Calvin" Tania langsung memeluknya


__ADS_2