
"Bibi..? Sejak kapan bi Iyam berdiri dibelakangku..?" Clara kaget melihat bi Iyam menatapnya dengan penuh takjub.
"Ternyata non Clara berani juga.., Jika tuan Cakra mengetahui bahwa non bertemu dengan mba Fely, yakin saja dia tidak akan membiarkan non Clara akan berjalan bebas seperti sekarang lagi keluar rumah. Dia akan menyewa bodyguard untuk menjaga non Clara karena baginya hidup non sedang terancam."
"Yaelah bi, aku tidak ingin itu terjadi. Jadi anggap saja itu tidak pernah terjadi lagian aku tidak lecet kan..? Jadi bibi santai santai saja dan teruslah tenang, jangan sampai mas Cakra mengetahuinya." Clara sudah berjalan dan bersiap kekasir untuk membayar semua belanjaannya. Sedangkan bi Iyam hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat Clara.
"Non, non.. kamu benar masih terlihat seperti remaja yang baru lulus sekolah."
Clara sudah keluar dari area supermarket dan membawa semua belanjaannya kedalam mobil. Sebelum pulang dia singgah disebuah kafe untuk rehat sejenak. Bi Iyam juga ikut bersamanya dan duduk berhadapan dengan Clara. Karena Bi Iyam tidak tahu akan memesan apa jadi dia memesan makananan yang sama dengan Clara.
__ADS_1
"Bi Iyam, apa mba Fely itu pernah kerumah mas Cakra waktu mereka berpacaran..?"
"Iya non, hampir setiap hari dia datang kerumah tuan Cakra dan dia sangat angkuh. Bukan seperti mba Clara yang akrab kepada semua asisten rumah non Cakra. Kalau mba Fely nggak pernah menghargai kami. Kadang dia ingin dilayani walaupun air minum ada didepan matanya dia masih memanggil kami para pembantu untuk mengambilnya. Untung saja dia nggak jadi menikah dengan tuan Cakra, kami sangat bersyukur karena kami tidak sudi harus melayani majikan seperti dia."
"Aku juga hanya wanita dari keluarga yang biasa saja bi, jadi jangan pernah canggung jika bersamaku anggap saja aku sebagai teman bibi. Aku juga tidak akan ada artinya jika mas Cakra tidak menikahiku dan aku hanya beruntung ada diposisi ini."
"Mas Cakra tidak salah memilih non Clara, non itu sangat baik, cantik dan terlihat sangat modis dimata para lelaki."
"Benar non, itu benar adanya."
__ADS_1
"Ayolah bi..., sekarang kita makan dan selesai makan kita langsung pulang sebelum mas Cakra sampai dirumah."
"Iya non terimakasih atas semua perlakuan non kepadaku."
"Kata yang sama untukmu bi, tanpamu aku tidak bisa berbuat apa-apa."
Mereka sama-sama tersenyum dan menyantap makanannya dengan lahap. Ini pertama kalinya bi Iyam menginjak kakinya dikafe dan Clara juga memperlakukan dia bukan sebagai seorang pembantu tetapi dia sudah menganggapnya sebagai ibunya sendiri karena ibunya jarang sekali bertemu dengannya. Ibunya sekarang sudah hidup dengan bahagia dan membantu mengurus bisnis suaminya yang tinggal berbeda kota dengannya, sedangkan ayahnya sampai sekarang dia tidak ada kabar sama sekali.
Setelah selesai makan dan jalan-jalan mereka akhirnya pulang ke apartemen dengan setumpuk belanjaan yang begitu banyak sampai bi Iyam harus bolak-balik untuk mengambil belanjaan didalam mobil. Bi Iyam tidak mengizinkan Clara untuk membawa belanjaan karena dia takut Clara akan kecapean dan Clara harus menjaga kandungan dengan baik.
__ADS_1
Clara sudah merebahkan tubuhnya diatas kasur mengelus lembut perutnya dan berbicara kepada calon bayinya yang masih dalam kandungannya.
"Semoga kamu selalu sehat nak agar mama bisa melihatmu lahir didunia ini."