Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
BAB 60 Suamiku Bossku


__ADS_3

"Sayang.., sayang, aku berangkat kekantor yah...! Kamu dirumah saja." Bisik Cakra lembut ketelinga Clara yang masih tertidur pulas.


Clara hanya mengangkat jempolnya tapi tak mampu membuka matanya pertanda dia setuju. Cakra masih berdiri didepan pintu kamar, dia kembali memandang istrinya yang sedang tertidur seakan sangat berat untuk berpisah dengan Clara. Akhirnya dia kembali lagi mendekati Clara dan menciumi istrinya itu dikening berulang kali tapi Clara tidak bergeming sedikitpun dari tempat tidurnya. Cakra hanya tersenyum dan menutup pintu dengan pelan keluar dari kamar agar istrinya itu tidak terbangun karenanya.


"Tuan Cakra nggak sarapan..?" Kata bi Iyam sedang membersihkan ruang tamu.


"Aku akan sarapan dikantor bi, jangan lupa suruh Clara minum obatnya dan makan. Jangan biarkan dia keluar dari rumah atau hanya sekedar pergi jalan-jalan mencari angin. Jika dia bosan berada dirumah, bibi bisa membawanya pergi kerumah Mami dan Papi dan hubungi aku jika terjadi sesuatu kepadanya bi." Ucap Cakra yang sudah lengkap dengan jasnya.


"Iya Tuan." Bibi terlihat berpikir berusaha mengingat semua perkataan Cakra.


"Dan satu lagi bi, aku akan pulang telat hari ini karena aku akan pergi keluar kota untuk melihat kantor cabang, tapi akan aku usahakan untuk pulang malam ini juga. Sampaikan salam rinduku pada Clara bi, bilang aku sangat mencintainya." Cakra sudah melangkah pergi meninggalkan bi Iyam yang masih bengong dengan ucapannya.


"Loh, bukannya non Clara ada didalam kamar? trus kenapa Bibi yang harus sampaikan lagi. Mengapa tuan Cakra tidak bilang langsung saja pada orangnya kan gampang. Sungguh bibi tidak mengerti dengan cinta anak muda jaman sekarang." Bi Iyam hanya mengelengkan kepalanya.


"Eh bi, ngapaian bengong disitu..? Clara berdiri dibelakang bi iyam yang masih terpaku ditempatnya masih memikirkan perkataan Cakra.


"Eh anu non, tuan Cakra bilang sampaikan salamku rinduku kepada non Clara dan bilang aku sangat mencintainya. Trus tuan Cakra bilang dia pulang telat hari ini karena akan keluar kota." Bi iyam mengulang kata-kata Cakra.

__ADS_1


"Hehehe iya bi, padahal aku ada didalam kamar, seharusnya bilang langsung padaku tak perlu melalui bibi kan aku jadi malu dengan bibi." Clara tersipu malu didepan bi Iyam.


"hehehe, bibi juga berpikiran begitu non." Mereka sama-sama tertawa dengan tingkah laku Cakra.


"Ayo non, sarapan dulu dan minum obat."


"Kita sarapan bersama bi, Clara nggak suka kalau dimeja makan cuma duduk seorang diri."


"Tapi bibi nggak pantas duduk berdampingan makan bersama non Clara."


Mereka duduk saling berhadapan tidak ada batasan atau canggung karena Clara orang yang baik dan tidak pernah membedakan status sosial seseorang selama orang itu baik kepadanya.


"Non Clara sangat baik... beda sekali dengan Non Fely.." Ucap Bi Iyam tanpa sengaja.


"Fely..? Siapa dia bi..? Apa dia pacar mas Cakra atau dia istrinya juga..? Atau aku benar-benar hanya istri simpanannya bi?" Clara langsung menatap bi Iyam dengan serius menunggu jawaban keluar dari mulutnya.


"Eh, bukan siapa-siapa non. Bibi hanya asal bicara." Bi Iyam jadi salah tingkah karena tidak sengaja mengucapkan nama Felysha.

__ADS_1


"Bibi bohongkan? Ayolah bi, beri tahu aku....! Kalau bibi tidak memberi tahuku aku akan pergi dari rumah dan tidak pernah kembali karena aku tidak mau jadi istri simpanan mas Cakra. Buktinya dia tidak pernah mengenalkan aku dengan orang tuannya. Selama keluar dari rumah sakit aku hanya menemaninya dan setiap hari harus ada dirumah." Clara mulai cemberut dan membiarkan makanannya begitu saja.


"Bibi akan membawa non kerumah orang tua tuan Cakra."


"Dan Fely..? Siapa dia bi..?" Tanya Clara kembali.


"Dia mantannya tuan Cakra. Tapi aku mohon jangan bilang sama tuan Cakra kalau Bibi memberi tahu non Clara." Kata Bi Iyam sambil memohon.


"Entahlah bi aku tidak janji." Jawab Clara cuek.


"Non, aku bisa dipecat."


"Hehehe dia tidak akan berani memecat bibi nanti Clara yang akan tangani. Senyum dong bi jangan cemberut. Lagian tidak akan terjadi apa-apa Clara janji." Clara mengangkat jari telunjuk dan jari tengah untuk berjanji.


"Terimakasih non Clara yang cantik."


"Gombal! hahaha" Clara dan bi iyam tertawa bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2