Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
BAB 51 Suamiku Bossku


__ADS_3

Saat hendak keluar dari kantor polisi, Hana berpapasan dengan Bryan. Kali ini Bryan tidak menatap ataupun genit kepadanya lagi. Hana yang merasa aneh langsung pergi meninggalkan papinya dan Cakra.


"Pi, kalian pulang saja dulu, aku akan menemui seseorang." Hana langsung balik kedalam kantor polisi. Dia melihat Bryan sangat serius berbicara dan terlihat sangat emosi. Bryan berjalan menuju tempat yang dia lewati saat menemui William tapi Hana tidak masuk ataupun bertanya kepada polisi tentang kedatangan Bryan.


Hana menunggu Bryan didepan kantor polisi. Sekitar hampir satu jam Bryan berada didalam tetapi dia belum juga menampakkan batang hidungnya didepan Hana. Saat dia hendak pergi karena sudah terlalu lama menunggu Bryan, seseorang memegang bahunya dari belakang dan Hana langsung memutar tangan laki-laki itu dengan keras.


"Aaaaagggghhh... lepaskan...!"


"Bryan...? Maaf, mengapa kamu mengagetkanku..?" kata Hana yang masih memegang tangan Bryan dengan keras.


"Kamu ini wanita atau apa..? Aku sudah memanggilmu, tapi kamu hanya terus berjalan tanpa menoleh ke arahku. Akhirnya aku memutuskan untuk memegang pundakmu."


"Oke, baiklah aku minta maaf, kamukan seorang dokter jadi kamu harus bisa mengobati badanmu tanpa bantuan orang lain. Jangan manja Bryan, lagian itu hanya sedikit bengkak." Hana merasa tidak bersalah sama sekali kepada Bryan.


"Bagaimana aku mau pulang jika tanganku sakit seperti ini Hana..?" Bryan masih meringis menahan sakit.

__ADS_1


"Aku akan mengantarmu, gampangkan..?"


"Benarkah? Sekarang antar aku pulang..!" Bryan terlihat bersemangat dengan ajakan Hana.


"Tapi aku lupa..., ternyata aku tidak membawa mobil, Bryan hehehe."


"Astaga Hana, kamu benar-benar wanita yang unik." Bryan kembali lagi menggombal.


"Ini..., antar aku pakai mobilku." Bryan memberikan kunci mobilnya kepada Hana.


"Baiklah... sebagai ucapan maafku aku mau mengantarmu." Kata Hana.


Hana fokus mengendarai mobil dengan jalanan yang macet sedangkan Bryan sekali-kali menatapnya yang berada disampingnya. "Sedang apa kamu dikantor polisi Hana..?"


"Aku sedang menemui pelaku yang menabrak Clara..."

__ADS_1


"Kalau kamu sedang apa..?" Tanya Hana balik.


"Sama sepertimu aku sedang menemui pelaku pembunuhan adikku.."


"Jangan-jangan itu orang yang sama..?William...?"


"Haaa...apa kamu mengenalnya..?" Kata Bryan kaget.


"Dia adalah pembunuh berdarah dingin, dia yang menyuruh orang membunuh Clara. Jangan bilang dia juga pelaku pembunuhan adikmu..?" Kata Hana sedih.


"Benar sekali ucapanmu itu Hana, dialah pelakunya. Adikku saat itu sedang mengandung dan usia kandungannya sudah hampir menginjak sembilan bulan. Adikku menabrak trotoar jalan karena rem mobilnya rusak dan untung saja bayinya bisa diselamatkan. Kasus ini sudah lama diselidiki, tetapi pelakunya begitu mulus melakukan kejahatannya sehingga nanti sekarang baru bisa terungkap pelakunya. Dan aku tidak pernah menyangka bahwa William melakukan ini kepada adikku padahal keluargaku sudah banyak membantunya dan kami rela dia tidak bertanggung jawab untuk menikahi adikku yang telah dia hamili." Kata Bryan matanya mulai berkaca-kaca.


"Kiran...? Apa dia adikmu Bryan..?" Hana bisa menebaknya.


"Kamu tahu adikku? Apa dia temanmu atau kamu pernah mengenalnya Hana..?"

__ADS_1


"Dia bukan temanku, aku juga belum pernah bertemu dengannya. Hanya saja dia adalah perusak hubungan Clara dan William, aku mengetahuinya dari Clara. Maafkan aku, mungkin kata-kataku terlalu kasar, Bryan." Hana mengigit bibir bawahnya karena telah keceplosan bicara.


"Aku tahu dia salah Hana, di akhir kehidupannya dia mengatakan ingin meminta maaf kepada pacar William yang telah dia sakiti dan dia ingin bertemu langsung kepada wanita itu. Ternyata wanita itu adalah Clara.., Aku akan berusaha sekuat mungkin membantu Clara cepat pulih dari sadarnya agar aku bisa meminta maaf langsung kepada Clara mewakili adikku." Bryan benar-benar sungguh-sungguh dengan ucapannya.


__ADS_2