Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
BAB 55 Suamiku Bossku


__ADS_3

Setelah menjalani rangkaian perawatan beberapa bulan akhirnya Clara diizinkan untuk pulang kerumah. Clara sudah terlihat segar tapi ingatannya belum bisa sepenuhnya kembali.


"Aku akan pulang Hana.., terimakasih sudah membantu ibuku untuk merawatku." Ucap Clara memeluk Hana. Hana dan semua orang yang ada dalam ruangan itu menjadi bingung karena Clara akan pulang ke rumah siapa.


"Kamu akan kemana Clara..?" Kata Hana sambil mengerutkan dahinya menatap Clara.


"Pulang kerumah ibuku Han, kamu lupa..? memangnya aku mau kemana lagi." Jawab Clara sambil tersenyum bingung melihat Hana.


"Kamu bekerja denganku sebagai asisten pribadiku Clara, selama ini kamu tinggal bersamaku dan mengurus semua keperluanku. Aku sangat takut tinggal sendiri. Jadi aku mempekerjakan kamu untuk menemaniku setiap hari dan kemana aku pergi kamu selalu ikut bersamaku." Cakra berbicara panjang lebar sehingga Clara terlihat berpikir dengan ucapannya.


"Tidak perlu berpikir kita pulang sekarang Clara...!" Ucap Cakra kembali sedangkan maminya mengedipkan matanya agar Cakra tidak terlalu berbicara terlalu jauh lagi.


"Benarkah yang dia bilang bu..?" Clara kembali bertanya.


"Eh.. iya nak benar, dia bosmu." Kata ibunya.


Semua orang begitu senang dan tak lupa mereka berpamitan dengan Bryan.


"Jangan lupa untuk kontrol kesehatanmu Clara." Bryan menjabat tangan Clara dan Cakra berdiri disamping memegang tangannya.


Clara masih terlihat bingung dengan hidupnya. Didalam mobil Clara hanya duduk diam sambil menatap keluar jendela. Cakra memandangnya dan tersenyum. Setidaknya dia bisa kembali membawa Clara pulang ke apartemennya.

__ADS_1


"Biasanya aku memanggilmu dengan sebutan apa pak?"


"Panggil aku mas Cakra, itu sebutanmu untukku."


"Tapi itu terdengar mesra pak, eh mas."


"Hehehe aku menyukai kamu memanggil namaku seperti itu Clara." Cakra memegang tangan Clara dengan lembut.


Clara melotot menatapnya.


"Ada apa..? Kamu kaget yah..?" Ucap Cakra sambil tersenyum.


"Teruslah seperti itu Clara kamu pasti bisa mengingatnya secara perlahan."


"Maksudnya apa mas, aku sungguh tidak mengerti."


"Tidak ada apa-apa Clara."


Tiba di apartemen, Cakra sudah memarkir mobilnya dengan cepat. Dia turun untuk membukakan Clara pintu.


"Mas, mengapa aku merasa kamu begitu romantis kepadaku..? Apa dulu setiap hari kamu seperti ini memperlakukan aku."

__ADS_1


Cakra hanya diam menatapnya sambil tersenyum. "Dulu aku sering berbuat salah padamu Clara, bahkan aku telah menyakitimu berulang kali, aku pergi saat malam pertama kita, aku tidak pernah menemanimu memeriksakan kandunganmu, aku tidak benar-benar peduli dengan rasa cemburumu kepada Fely dan aku tidak akan mengulangi semua kesalahanku lagi karena aku tahu bagaimana sakitnya jika kamu tidak berada sisiku walapun hanya semenit." Cakra membatin.


"Mas Cakra.., apa kita akan tetap berada disini dan selamanya saling menatap."


"Hahaha.. tidak Clara, maafkan aku. Aku akan menggendongmu."


"Benarkah..? Ternyata kamu bos yang perhatian sampai anak buahmu saja kamu perlakukan seperti putri.


"Kamu memang putriku Clara." jawab Cakra dalam hati.


Sampai didalam apartemen Cakra masih tersenyum-senyum menatap Clara yang sedang duduk di sofa sambil memandang semua isi ruangan apartemennya. Dia tidak pernah menyangka Clara benar-benar ada didepan matanya dan masih secantik dulu walaupun ada bekas goresan-goresan kecil yang menghiasi badannya tapi itu tidak mengurangi rasa cintanya sedikitpun.


"Pak, eh mas Cakra.., biasanya aku tidur dimana?"


"Kamu tidur.., kamu tidur bersamaku Clara.." Ucap Cakra bingung mau menjawab apa.


"Haa benarkah..? jadi kerjaku menemanimu kemanapun termasuk tidur denganmu..? Apa ini hanya akal-akalan mas Cakra untuk memanfaatkan aku karena sekarang aku lupa segalanya."


"Bukan begitu Clara, aku sangat takut untuk tidur sendiri, jadi biasanya kamu akan menemaniku dan aku janji tidak akan melakukan hal-hal yang merugikan kamu."


Clara, aku sangat rindu memeluk tubuhmu, rindu dengan bau badanmu, rindu mencium rambutmu dan rindu dengan sifat manjamu.

__ADS_1


__ADS_2