Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
Suamiku Bosku two, part 13


__ADS_3

Calvin, Tania dan Rey sudah berada diruangan khusus yang telah dipesan oleh Rey.


"Tuan muda apa aku harus menunggu diluar..?" Rey terlihat canggung berada diantara dua para remaja yang yang sedang malu-malu saat beradu pandang.


"Terserah...!" Calvin sebenarnya memberi kode jika Rey pergi dari ruangan mereka.


"Kak Rey mau kemana..?" Tania menarik tangan Rey, dia sebenarnya sangat takut hanya berada berdua bersama Calvin.


"Maaf Tania, aku akan pergi mencari angin malam.." Rey melihat ke arah Calvin sambil mengedipkan matanya sebelah.


"Sial..! mereka berdua sedang bersandiwara didepanku. Mereka pikir aku begitu bodoh sampai tidak tahu maksud kalian.." Tania akhirnya menyandarkan badannya melihat Rey yang sudah meninggalkannya bersama Calvin.


"Tuan muda.., sebenarnya mau apa kita berada disini..? tuan muda boleh bersenang-senang bersama teman tuan muda biar saja aku sendiri disini.., nggak apa-apa kok aku berada sini seorang diri." Kata Tania mengusir halus Calvin.


"Maafkan perkataan temanku Tania..!" Calvin menatap Tania sehingga membuat Tania bertambah canggung.


"Nggak apa-apa kok tuan muda, aku tidak marah." Tania mulai mengeser badannya karena Calvin semakin mendekatkan tubuhnya kepadanya.


"Tania...!" Panggil Calvin dengan lembut sambil membelai rambut panjang Tania.


"I...iya tuan muda.." dag dig dug bunyi jantung Tania.

__ADS_1


"Mulai sekarang panggil aku kak Calvin.." Calvin membelai rambutnya.


"Tapi tuan..?"


"Itu perintah, Tania..!" Ucap Calvin.


"Baiklah tuaan.., maksudku kak Calvin."


"Astaga, tangan tuan muda bengkak..?" Tania panik. Memang tangan Calvin agak sedikit bengkak saat memukul temannya dengan keras. Tania langsung memegang dan mengurut tangan Calvin dengan lembut tapi pandangan Calvin belum beralih, dia masih terus menatap Tania.


"Apa ada yang salah dengan wajahku..? apa make upku terlihat berlebihan ..?" tanya Tania karena sejak tadi Calvin hanya memandangnya.


Calvin langsung menarik tubuh Tania lalu dia membungkam mulut Tania dengan menggunakan mulutnya dengan lembut.


Calvin melepaskan ciumannya saat melihat Tania hampir tidak bernapas karenanya.


"Kamu menangis..?" tanya Calvin saat melihat buliran bening jatuh dari kedua mata Tania. Tania sebenarnya ingin menahan air matanya tapi dia tidak mampu lagi menahan sakit hatinya karena ulah Calvin akhirnya air matanya tak bisa lagi dibendung olehnya.


"Maafkan aku Tania.." Calvin menarik tubuh Tania dan mendekapnya dengan erat. Tania polos akhirnya menangis terseduh-seduh dipelukan Calvin, hanya itu yang bisa diperbuat meluapkan segala amarahnya kepada Calvin.


"Anggap kejadian ini tidak pernah terjadi.." bisik Calvin ditelinganya.

__ADS_1


"Mana bisa seperti itu, setelah apa yang dia lakukan kepadaku dia masih mengatakan kata-kata itu, melupakan..? mungkin jika aku amnesia baru kejadian ini aku bisa lupakan. Ciuman pertama akhirnya berakhir bersama laki-laki yang paling aku benci didunia ini. Calvin....!" Batin Tania membara, mengomel dan mencaci dalam hati adalah kebiasaan buruknya setiap hari. Cukup lama dia menangis dipelukan Calvin hingga akhirnya suaranya tidak terdengar lagi oleh Calvin.


"Tania...?" Panggil Calvin.


"Astaga gadis ini tertidur.." Calvin mengambil hpnya dan menelfon Rey selang beberapa menit Rey sudah tiba dan tania masih dalam. pelukannya.


"Tuan muda.., kenapa dengan Tania..?" Rey keget.


"Kamu bisa menebaknya, jangan pura-pura bodoh...!" Calvin sudah mengangkat tubuh Tania berjalan keluar ruangan menuju mobilnya.


"Rey, bawa tas dan sepatunya..!"


"Siap tuan muda."


Rey membuka pintu mobil dan Calvin masuk bersama Tania yang sudah berada di alam mimpi.


Calvin meletakan kepala Tania diatas pangkuanya. Saat itu Calvin kembali tergoda untuk mencium kening Tania tapi dia lupa kalau Rey ada diantara mereka, akhirnya dia mengurungkan niatnya untuk mencium Tania.


"Tuan muda, anggap saja aku tidak berada disini..!" Kata Rey tanpa menoleh kepadanya yang duduk dikursi belakang.


"Kamu memang yang terbaik Rey.." Ucap Calvin dengan senyuman khasnya.

__ADS_1


Calvin akhirnya kembali melayangkan kecupan lembut dikening Tania dan mengelus lembut rambut Tania yang panjang.


__ADS_2