Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
Suamiku Bosku two, part 18


__ADS_3

"Ayo pergi..!" Calvin sedikit memaksa Tania.


"Aku tidak mau kak.." Tania berlari kebelakang Raka untuk melindungi dirinya.


"Tania jangan membuat aku memaksamu untuk pergi..!" Bentak Calvin.


"Kak Calvin.., Tania nggak mau jadi jangan memaksanya..!" Raka pasang badan melindungi Tania.


"Tania kamu lupa perjanjian itu..,?" Calvin menarik tangan Tania sedangkan Raka menahan tangan Tania untuk pergi.


"Awwws sakit.." Tania meringis tapi Calvin tidak melepaskan tanganya akhirnya Raka yang harus mengalah melepaskan tangan Tania karena tidak tega melihat Tania kesakitan.


"Keras kepala.., masuk...!" Calvin mendorong tubuh Tania masuk kedalam mobil.


"Hiks..,hiks..,hiks..," Hanya tangisan Tania yang terdengar dia belum mampu berbicara karena menangis tersedu-sedu.


"Rey..., cepat jalan..!" Ucap Calvin sambil bersandar dijok mobilnya.

__ADS_1


"Kamu tahu apa kesalahan terbesarmu Tania..!" Nada bicara Calvin masih tinggi.


Tania tidak menjawab dia hanya mengelengkan kepalanya pertanda dia tidak tahu.


"Aku paling tidak suka kamu kabur bersama pria lain dan tadi didepan mataku kamu berlindung sambil memegang tubuh Raka walaupun aku tahu dia itu adikku. Aku tahu dia mencintaimu tapi sampai kapanpun aku tidak merelakan kamu menikah atau pergi bersama pria lain...!" Calvin masih berteriak.


"Kamu egois Calvin...! Kamu punya pacar diluar sana dan kamu dengan enaknya menciumiku aku..! Kamu pikir aku wanita murahan yang bisa kamu pakai dan saatnya tiba kamu tingalkan begitu saja.., kamu sadar tidak perasaanku saat ini...? aku sangat sakit dengan perlakuanmu..sakit Calvin, sangat sakit disini...! Tania memegang dadanya sambil menangis dia tidak peduli lagi dengan panggilanya kepada Calvin.


"Tania...!" Calvin tidak tahu harus berbicara apa lagi kepada Tania, hubungannya dengan Jenifer akhirnya sampai juga ditelinga tania.


"Biarkan aku sendiri untuk saat ini kak, aku memang sudah terlalu bodoh sampai bisa suka sama orang yang memang tidak pantas bersamaku, kita beda level. Aku tahu kamu siapa dan aku hanya seorang pembantu. sampai kapanpun aku tidak bisa bersaing dengan pacarmu yang ada diluar negeri itu. memang aku yang bodoh..! Aku kira kamu benar mencintaiku ternyata aku salah karena dihatimu ada orang lain.." Tania menundukan kepalanya tidak mampu menatap Calvin.


"Tania tolong jangan bicara seperti itu, aku mencintaimu, benar mencintaimu Tania. Rasa itu tumbuh begitu saja dan aku tidak bisa menghalanginya masuk kedalam hatiku. Aku tahu aku egois.., aku memang sudah punya pacar tapi aku juga ingin memilikimu sepenuhnya.." Calvin memegang tangan Tania .


"Maaf tuan, aku tidak bisa menjalin hubungan seperti itu. Kamu satu-satunya pria yang bisa membuatku jatuh cinta saat ini.., mungkin kamu cinta pertama dan terakhirku tapi aku tidak ingin menjadi perusak hubungan orang lain." Jawab Tania dengan penuh kedewasaan.


"Biarkan ini mengalir Tania, aku mohon jangan menjauhiku.., janji..?"

__ADS_1


"Aku tidak janji.." Kata Tania sedih.


Akirnya pertengakaran mereka berakhir dengan sendirinya setelah ungkapan perasaan yang begitu dramatis dari Calvin dan Tania. Mobil mereka sudah berada dipintu gerbang rumah mewah Calvin, Tania langsung menyeka air matanya agar tak terlihat orang yang berada dirumah.


Seorang Satpam membukakan pintu gerbang dan menundukan kepalanya kepada mereka. Calvin keluar dari mobil sambil mamasukan tanganya kedalam saku celanya, itu adalah gaya khasnya saat berjalan.


"Rey.., suruh bi Lasti membawakan aku makan didalam kamar..!" Calvin berjalan dan Tania mengikutinya dari belakang.


"Iya tuan.., Tania kamu mau makan juga..?" Rey balik bertanya kepada Tania.


"Tidak kak, aku masih kenyang."


Calvin berhenti saat kakinnya menaiki anak tangga. "Rey berikan dua porsi untuk aku dan Tania..!"


"Oke bos." Jawab Rey sambil tersenyum bejalan menuju dapur menemui bi Lasty.


"Ya tuhan.., jodohku dimana.., ada dimana dia..? Jangan biarkan aku hanya jadi penonton mereka." Kata Rey sedikit bersedih.

__ADS_1


__ADS_2