Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
Suamiku Bosku two, part 36


__ADS_3

Pernikahan merupakan hal yang sangat dinanti-nantikan banyak orang. Baik pria ataupun wanita menginginkan pernikahan yang sakral dan hanya sekali dalam seumur hidupnya. Setelah acara selesai, Rey dan pasangannya membelakangi tamu undangan untuk melempar buket bunga kepada tamu undangan.


Calvin dan Raka juga ikut dalam barisan penunggu buket. Ini adalah hal konyol yang pernah dilakukan Calvin untuk mendapatkan bunga dari pengantin untuk diberikan kepada Tania. Rey saja sampai terheran-heran mengapa tuan mudanya menjadi sebodoh ini memperjuangkan cintanya. Calvin seorang yang dingin dan manja kini berubah jadi laki-laki dewasa yang sangat romantis kepada Tania. Sungguh cinta itu luar biasa, dia bisa membuat orang menjadi hilang akal.


Satu, dua, ti...ga.. Akhirnya bunga pun dilempar kebelakang.


Calvinpun ikut berjatuhan dengan para tamu lain untuk mendapatkan bunga. Saat mereka bangun dari tumpukan kerumunan orang akhirnya bungapun jatuh di tangan Raka, Calvin yang melihat Raka sedang memegang bunga padangan mereka langsung tertuju kepada Tania. Saat Raka hendak melangkah kepada Tania, Calvin langsung berlari ke arah Tania, dia langsung menggendong Tania keluar dari ruangan menjauhi Raka, alhasil semua tamu undangan tertawa terbahak-bahak melihat Calvin yang begitu paniknya. Rakapun ikut tertawa dia tidak sangka Calvin akan melakukan hal bodoh seperti itu ditengah banyaknya orang.


Mami dan Papinya sampai terpingkal-pingkal tertawa melihat anaknya sudah hilang dari pandangan mereka.


"Ya ampun sayang, mengapa anak kita menjadi sebodoh itu didepan Tania." Ucap papi Cakra yang tidak mampu menahan tawanya melihat betapa lucunya ekspresi panik Calvin saat Raka akan memberikan bunga kepada Tania.


"Tania, kamu memang hebat. Baru kamu satu-satunya yang membuat Calvin membuang harga dirinya didepan orang banyak." Mami Clara juga masih tertawa bersama teman-temanya.


Diluar sana Calvin menurunkan Tania dari gendongannya. Nafasnya masih tergesa-gesa karena berlari dengan jarak yang cukup jauh sampai dimobilnya. Dia pikir Raka akan mengejar mereka, sungguh Calvin telah menjadi sangat konyol.


"Tan.., hampir saja Raka akan menyatakan cintanya lagi. Aku tidak sudi dia memelukmu didepanku." Calvin masih mengatur nafasnya sambil berbicara.

__ADS_1


"Hehehe kamu sangat romantis Vin, aku tidak pernah sangka Tuhan mengirimkan laki-laki sepertimu." Tania hanya tersenyum melihat Calvin.


"Aku yang beruntung memilikimu Tania, banyak laki-laki diluar sana yang ingin menjadi kekasihmu tapi akulah pemenangnya." Calvin memeluk Tania.


"Kita sama-sama beruntung, sekarang aku ingin pulang.." Ucap Tania manja.


"Baiklah sayang, lebih enak jika kita memanggil dengan sebutan sayang. Bukannya itu terdengar sangat romantis, sayang..." Kata Calvin masih memeluk Tania.


"Aku suka sayang." Tania menjawabnya dengan sebutan yang sama.


Merekapun pulang meninggalkan pesta, untung saja mereka sudah selesai berfoto dengan kedua mempelai.


"Tidak boleh..!" Jawab Tania tegas.


"Aku rindu sayang, boleh yah untuk malam ini saja." Calvin masih terus merayu.


"Tidak boleh sayang, bulan depankan kita akan menikah, jadi bersabarlah untuk beberapa waktu."

__ADS_1


"Baiklah Taniaku tersayang."


Saat diperjalanan bunyi pesan WA Tania berbunyi, dia melihat ternyata itu pesan dari Raka, Tania pun membukanya.


"Tan, bunga sudah aku berikan kepada kamu, tapi sayangnya kamu telah mejadi milik orang lain." Isi pesan Raka kepadanya, Raka mengirimkan foto buket bunga tadi yang hendak di berikan kepada Tania.


"Raka maafkan aku., hanya kata-kata ini yang aku bisa ucapkan kepadamu." Jawab Tania dalam pesannya.


Kemudian Calvin langsung mengambil hp dari tangannya saat dia melihat Tania saling membalas pesan kepada seseorang.


"Raka, maafkan kakakmu yang


telah merebut kebahagiaanmu." Kata Calvin setelah membaca isi pesan dihp Tania.


"Kita seperti orang jahat sayang, aku merasa sangat bersalah sama Raka. Dia mencintaiku tapi aku lebih memilih kamu."


"Tenanglah sayang, Raka akan menemukan jodohnya. Aku tahu dia sangat baik, dia juga tidak ingin memaksakan kamu untuk mencintainya. Dia hanya butuh waktu untuk melupakanmu." Ucap Calvin.

__ADS_1


"Semoga saja sayang, aku ingin lihat dia bahagia dengan pasangannya." Ucap Tania sedih.


"Itu yang kuharapkan untuknya juga." Calvinpun ikut bersedih.


__ADS_2