Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
suamiku Bosku two, part 19


__ADS_3

Tania masih termenung duduk di kamar Calvin sambil memikirkan ciuman dari Calvin yang beberapa kali mengenai bibirnya.


"Ada apa dengan bibirmu..? Tanya Calvin saat melihat Tania tanpa sadar memegang bibirnya.


"Ada apa..? aku tidak apa-apa, hanya ingin memegang bibirku.


"Kamu merindukan ciumanku.?" Kata Calvin sambil tersenyum tanpa dosa setelah apa yang dia lakukan kepada Tania.


Sialan dia, otaknya memang mesum...!


"Kenapa dengan tanganmu..?" Calvin fokus kepada tangan Tania yang memar sehingga dia turun dari tempat tidurnya mendekati Tania.


"Bukan apa-apa.." Tania menyembunyikan tangannya dibelakangnya.


ini karena ulahmu bodoh...! tuan muda yang manja dan mesum sampai tanganku memar. Dia tidak sadar tadi dia meremas tanganku dengan kuat.


"Astaga Tania tanganmu memar., aku akan akan memijatnya" Calvin sudah memegang tangan Tania.


"Tidak perlu kak Calvin..!"


"Ini perintah Tania..!"


"Terserah kamu saja..!" Tania masih menjawab Calvin dengan ketus, rasa sakit hatinya belum bisa hilang secepat itu kepada Calvin.


"Oke sekarang kamu sudah berani melawanku dan memanggilku dengan tidak sopan, tapi kali ini aku maafkan karena hari ini aku banyak salah padamu."


Tania hanya tersenyum mendengar Calvin dan dia mulai memijat dengan pelan tangan Tania, Tania ikut merasakan sentuhan lembut dari tangan Calvin.


Ternyata ada juga yang bisa di lakukan anak manja seperti dia. Mulai hari ini aku akan mengajarnya melakukan apapun karena tidak mungkin dia akan terus bergantung kepada orang lain.


"Sepertinya kamu sangat keenakan dengan pijatanku Tania."


"Terima kasih tuan muda."


"Terima kasihnya disini..!" Calvin menunjuk pipinya, itu kode untuk Tania agar menciumnya.

__ADS_1


"Males...!" jawab Tania.


"Kau..!" Calvin akhirnya yang mencium pipi Tania.


"Kak Calvin...!" Teriak Tania karena Calvin kembali menciumnya.


"Tania aku mau mandi.." Calvin sudah berdiri dihadapannya.


"Lalu kenapa jika kamu ingin mandi..?"


"Kamu lupa aku mempekerjakanmu untuk apa..?"


"Lihat ini.., masih sakit." Tania mengangkat tangannya yang memar. Sebenarnya tangannya tidak terlalu sakit tapi dia hanya ingin menjahili Calvin.


"Belajar mandiri kak Calvin, aku dan kak Rey tidak selamanya ada disampingmu dan belum tentu istrimu kelak bisa melakukan pekerjaan yang begitu banyak setiap hari seorang diri. Kamu itu akan menjadi kepala keluarga, jadi aku mohon dewasalah mulai sekarang."


"Menusuk sampai ketulang-tulang kata-katamu Tania.., Baiklah aku akan belajar mandiri demi kamu."


"Bukan demi aku, tapi demi kepentinganmu pribadi kak Calvin, semoga jika kita dipertemukan lagi kamu bisa menjadi laki-laki dewasa yang bertanggung jawab kepada dirimu sendiri dan orang lain."


Calvin akhirnya melepaskan pakaiannya sendiri, dan Tania memalingkan wajahnya karena Calvin begitu santainya melepaskan pakaiannya didepannya.


"Maaf kak, aku akan pergi kekamarku."


"Hemm pergilah.."


Tania meninggalkan Calvin dan masuk kedalam kamarnya. Sampai didalam kamar Tania langsung merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur.


bip..bip..bip.. suara telfon Tania.


"Halo Raka..?" Kata Tania pada orang yang ada dibalik telfon.


"Tania.., tanganmu masih sakit..?"


"Nggak sakit lagi, maafkan aku meninggalkanmu tadi, Raka."

__ADS_1


"Nggak apa-apa dan syukurlah kamu baik-baik saja Tania."


"Oke baiklah aku tutup telfonya Tania."


"Iya terimakasih atas perhatianmu Raka."


Raka mematikan hpnya. Tania masih berbaring menatap langit-langit kamarnya sampai dia tidak tersadar karena tertidur.


Pagi hari seperti biasanya Tania mengganti pakaiannya dan langsung pergi kekamar Calvin.


"Kamu telat bangun yah..!" Kata Calvin sedang mamakai bajunya.


"Kak Calvin..? tidak mungkin terjadi secepat ini.!" mata Tania melotot melihat Calvin sudah bangun sepagi ini lengkap dengan pakaian sekolahnya.


"Ada apa..?" Kata Calvin mendekati Tania.


"Mungkin aku masih bermimpi.." Tania mencubit pipinya.


"Awww ternyata sakit.., ini bukan mimpi."


"Mmmmuuuuuaaaaach." Kecupan lembut dari Calvin mendarat dikening Tania. "Kamu sadar Tania, sekarang kita berangkat kesekolah."


"Baiklah.., semoga ini akan seterusnya seperti ini."


Calvin dan Tania sudah berada didepan rumahnya, kak Rey masih setia setiap pagi menunggu mereka didalam mobil.


"Haii Rey.." Sapa Calvin sambil membuka pintu mobil. Sedangkan Rey baru keluar dari dalam mobil hendak membukakan pintu mobil untuk Calvin.


"Maaf tuan muda, aku lambat membuka pintu untuk anda." Rey menundukan kepalanya, walaupun mereka sangat akrab Rey tetap berlaku sopan kapada Calvin.


"Aku punya tangan Rey jadi kamu tidak perlu membukakan aku pintu mobil lagi.."


Tania hanya tersenyum membuat Rey menjadi bingung melihat sifat tuan mudanya pagi ini.


"Ada apa dengannya Tania.." Sedikit berbisik ditelinga Tania.

__ADS_1


"Entahlah hanya dia dan Tuhan yang tahu kak Rey..." Tania tertawa kecil melihat tingkah Calvin pagi ini yang sunguh diluar dugaannya.


__ADS_2