Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
Suamiku bosku two, part 41


__ADS_3

Selesai acara berlangsung Tania dan Calvin menginap dihotel. Mereka duduk di pinggir sudut tempat tidur dan saling pandang memandang. Tania masih menggunakan gaun pengantinnya, sebenarnya dia sangat gerah, dia ingin mandi tapi dia terlalu malu untuk mebuka bajunya dihadapan Calvin yang masih memandangnya dengan tatapan penuh senyuman mematikan.


"Sayang aku mau mandi." Ucap Tania melepaskan aksesorisnya.


"Siapa yang melarangmu mandi..?" Ucap Calvin masih dengan tatapan mematikan kepada Tania.


"Tapi kamu masih berada disitu, aku malu sayang."


Calvin mendekati Tania, dia mulai mencium bibir Tania dengan lembut. Tangannya mulai mencari sesuatu yang bisa membuat Tania merasakan kebahagiaan. Dan akhirnya tubuh mereka menyatu dalam cinta yang selama ini telah dinantikan oleh Calvin, istrinya sekarang bisa dia miliki seutuhnya tak ada rasa canggung lagi karena mereka sama-sama sudah terbawa dengan cinta yang mereka ciptakan.


Setelah selesai dengan permainan mereka, Tania pun mandi dan membersihkan dirinya sedangkan Calvin sudah terbaring lemah diatas tempat tidur, matanya seakan berat untuk dibuka karena lelah sejak kemarin dan ditambah lagi mereka sudah wik, wik, wik entah beberapa kali malam ini.


"Sayang, aku lapar.." Bisik Tania ditelinga Calvin.


"Lapar..?" Calvin langsung bangun dan membersihkan tubuhnya, dia tidak ingin Tanianya menahan rasa lapar pada malam hari.


"Kamu mau apa sayang..?" Tanya Tania melihat Calvin memegang hpnya.


"Menelfon Rey."


"Jangan menganggu kak Rey, ini sudah larut."

__ADS_1


"Dia tidur disebelah kamar kita."


"Jadi kak Rey berada dihotel ini..?"


"Iya, dia ada depan pintu, aku menyuruhnya menjaga kamar kita malam ini. Aku tidak ingin ada orang yang datang menganggu dimalam penuh dengan kebahagiaan ini." Calvin menarik tangan Tania hingga tubuhnya terjatuh dalan pelukannya.


"Jangan bilang dia mendengarku mendesah tadi .?" Tania mulai panik.


"Bisa jadi." Kata Calvin santai.


"Sayang kamu kok enggak bilang sama aku kalau kak Rey ada didepan pintu, aku jadi malu."


"Dia tidak mendengarmu, aku menyuruhnya mendengarkan musik dengan keras." Calvin masih santai sambil mengelus kepala Tania dengan lembut.


Tak lama kemudian bunyi bel dikamar hotel mereka berbunyi.


"Itu pasti Rey, bukakan dia pintu sayang." Calvin menyuruh Tania.


"Malas ah.., sana kamu yang buka pintu." Tania mendorong Calvin dari tempat tidur.


"Baiklah." Kata Calvin sambil berjalan ke pintu.

__ADS_1


Calvin membuka pintu setengah, dia tidak membiarkan Rey melihat Tania yang sedang menggunakan baju tidur tipis.


"Sekarang kamu boleh istrahat Rey, aku dan Tania juga akan tidur setelah makan." Ucap Calvin kepada Rey yang masih tersenyum aneh kepada Calvin.


"Baik tuan muda."


"Satu lagi, jangan tersenyum aneh seperti itu jika didepan Tania, dia sangat malu kepadamu."


"Malu kenapa tuan muda?" Tanya Rey bingung kerana dia tidak tahu Tania malu kerena apa dengannya.


"Sudah sana pergi..!" Kata Calvin mengusir Rey.


"Sayang makanannya tiba.."


"Akhirnya perutku bisa terisi lagi, apa yang kak Rey katakan padamu sayang..? apa dia bertanya tentang apa yang kita lakukan tadi.?" Tania masih sangat malu kepada Rey.


"Aku tidak akan mengatakan apapun kepada orang lain tentang ini sayang, aku mencintaimu jadi cukup kita berdua saja yang tahu kalau malam pertama kita sangat indah.


"Terima kasih sayang." Tania memeluk Calvin.


"Jika kamu meresa lelah tolong beritahu aku karena aku tidak akan memaksamu melakukan wik wik wik jika kamu dalam kondisi yang tidak fit." Seru Calvin.

__ADS_1


"Aku akan mengatakannya sayang, dan aku akan berusaha menjadi istri yang baik untukmu." Tania melepaskan pelukannya dan makan malam mereka menjadi sangat romantis.


__ADS_2