Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
Suamiku Bosku two, part 5


__ADS_3

Bip..bip.. Suara pesan masuk di hp Tania.


"Tan, temani aku main basket hari ini. Aku jemput satu jam lagi yah." Isi pesan dari Raka.


"Aku nggak bisa Raka, ada urusan mendadak." Jawab Tania dipesannya.


"Urusan apa..?, kamu lagi bantuin ibumu jualan..?" Kata Raka masih dalam pesannya.


"Adalah...nanti aku ceritain besok."


"Ayolah cerita sekarang aja Tan." Raka kembali mengirimi dia pesan.


Beberapa kali Raka melihat layar hpnya menunggu jawaban dari Tania tapi ternyata Tania tidak membalasnya padahal Tania sudah membaca pesan dari Raka.


Di rumah Tania, Tania berjalan ke ruang tamu yang tidak begitu besar hanya ada kursi tua yang menghiasi ruang tamu rumahnya. Saat dia hendak memasuki ruang tamu terdengar suara laki-laki asing sedang berbicara kepada orang tuanya. Tania mencoba mendengar pembicaraan mereka dan dia mencoba melihat laki-laki tersebut dari celah gorden yang membatasi ruangan tersebut. Orang tuanya sedang duduk besama kakaknya Vina, dan laki-laki yang bertemu dengannya di toilet sekolah, Laki-laki itu yang memberikan baju Calvin kepadanya. Perasaannya menjadi tidak tenang karena laki-laki itu membawa uang didalam plastik bening dan Tania bisa melihat itu dengan jelas.


Pria itu memberikan beberapa kertas dan pulpen kepada orang tuanya dan terlihat mereka membuka satu persatu kertas tersebut dan menandatangani tanpa membaca isi yang tertera pada kertas tersebut. Setelah selesai pria itu menjabat tangan orang tuanya dan terlihat jelas senyuman bahagia dari keluarganya.

__ADS_1


"Aku akan berbicara dengannya..,tuan tunggu saja di mobil." Kata ibunya kepada pria itu.


Setelah pria itu keluar barulah Tania menghampiri orang tuanya. Tania sudah duduk didepan orang tuanya, masih dengan perasaan penuh tanya dengan setumpuk uang yang begitu banyak ada di atas meja yang ada didepannya. Orang tuanya masih fokus dengan uang itu, kakaknya juga terlihat sangat bahagia karena ini pertama kalinya mereka melihat uang begitu banyak secara langsung.


"Bu, uang ini dari siapa..?" Kata Tania bingung.


"Eh Tan, pas sekali waktunya. Ibu dan bapak mau bicara sangat penting dengan kamu. Begini lho, kan kakakmu lagi butuh uang banyak untuk biaya kuliahnya.., dan beberapa bulan ini penjualan ketoprak ibu sangat sepi dan satu lagi bapakmu sampai sekarang belum dapat pekerjaan tetap jadi bisakah kamu menolong bapak dengan ibu..?" Kata ibunya dengan antusias sedangkan bapak dan kakaknya masih fokus menghitung uang yang ada dimeja.


"Tolong apa bu.." Perasaan Tania sudah mulai khawatir mendengar perkataan ibunya.


"Tapi kamu janjikan mau tolong ibu..?" Ibunya kembali mengulangi kata-katanya.


"Terimakasih nak, kamu memang anak ibu yang paling baik." Ibunya memeluk tubuhnya.


"Sekarang kamu siap-siap, kumpul semua bajumu dan kamu akan ikut bersama orang yang ada didalam mobil diluar sana, jangan biarkan dia menunggu kamu terlalu lama..,Ibu akan membantumu membereskan semua bajumu nak."


"Ibu dan bapak mau menjualku kepada laki-laki itu..?" Tanya tania panik.

__ADS_1


"Ibu tidak menjualmu Tania, kamu akan bekerja dengannya dan kamu akan tinggal dirumahnya mulai hari ini dan tentu saja kamu tetap bersekolah."


"Bekerja sebagai apa bu...? Ibu mengapa tidak memilih ka Vina saja bu. Aku kan masih sangat muda untuk pergi dari rumah."


"Hei...! kamu itu harusnya bersyukur karena ada orang yang mau membantu keluarga kita, kamu mau ibu dan bapak menjadi sakit karena membiayai kita dan panas-panasan menjual ketoprak...!" Kakaknya sudah melotot kepadanya.


"Iya aku tahu, tapi mengapa harus aku..? Aku belum siap pergi dari rumah meninggalkan kalian." Tania sudah menangis menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


"Tania, dengarkan ibu ini demi kebahagiaan kita bersama.., tolong Tania, ibu sudah lelah menjadi miskin."


Tania hanya menangis dan ayahnya hanya mengelus lembut kepalanya berusaha menenangkan Tania kecilnya.


"Maafkan bapak Tania, ini salah bapak karena belum bisa membahagiakan kalian. Bapak janji, jika bapak sudah mendapatkan kerja tetap, bapak akan pergi mengunjungi kamu dan membawa kamu kembali kerumah ini." Bapak Tania jadi ikut bersedih melihat anak gadisnya yang masih sangat muda harus menanggung beban hidup keluarganya.


"Iya pa, Tania mau. Bapak tidak perlu repot-repot untuk mencari kerja lagi, karena Tania tidak ingin bapak jatuh sakit. Tania akan bertahan asalkan bapak dan ibu bisa bahagia." Suaranya begitu berat.


"Begitu donk dari tadi, ribet amat hidupmu, hal gampang aja dipersulit." Kakaknya menatap sinis kepadanya dan ibunya masih sibuk menghitung uang dan hanya bapaknya yang terlihat sedih dengan keputusannya.

__ADS_1


"Ayo dukung outhor dengan memberikan vote dan likenya terimakasih"


__ADS_2