
Selepas kepergian Calvin, Tania lebih banyak disibukkan dengan membantu orang tuanya di rumah makan milik mereka. Kalau bisa dibilang perasaannya hanya milik Calvin seorang, yang membuatnya menjadi tambah sedih karena dia lebih mementingkan egonya dibandingkan perasaannya. Sebenarnya ada rasa penyesalan saat dia tidak bisa melihat Calvin pergi untuk terakhir kalinya. Calvin mengirim kembali mobil yang sempat dia kembalikan dulu, dengan sedikit paksaan dari orang tuanya akhirnya dia menerima kembali mobil itu.
Raka adalah pelanggan setia di rumah makan mereka, setiap hari dia selalu menyempatkan diri untuk singgah makan ditempat mereka padahal Tania sudah tahu maksud dari kedatangannya. Pastinya dia bukan hanya sekedar ingin makan tapi lebih tepatnya adalah bertemu Tania. Tania sampai sekarang belum bisa memberi celah sedikitpun untuk Raka masuk kedalam hatinya, karena dia tidak bisa menyayangi Raka sampai saat ini, dan Raka hanya sebatas teman baginya.
Tania tidak pernah sekali pun menanyakan kabar Calvin kepada Raka, terkadang Raka ingin memberi tahunya tapi dia hanya menghidari atau mengganti topik pembicaraan mereka. Tania bukan tidak ingin tahu kabar tentang Calvin, tapi dia hanya ingin melupakan Calvin secara perlahan dari dalam hatinya.
Raka meneruskan karier ayahnya dengan memilih kuliah di jurusan kedokteran, Julie dan Tania kuliah di bagian manajemen dan cita-citanya menjadi reporter hilang ditelan waktu.
Di kampus, Tania masih menjadi mahasiswi yang terbaik diangkatannya, kepintaran Tania tidak diragukan lagi sejak dulu, mungkin IQnya diatas rata-rata. Raka sudah berapa kali menyatakan perasaan cintanya dan Tania selalu menjawab dengan kata yang sama yaitu 'perasaan ini tidak lebih dari seorang teman Raka', dan untuk saja Raka bisa menerima keputusan Tania.
Di danau buatan dalam taman kota mereka duduk sambil bersandar dikursi panjang dan dua gelas minuman dingin menemani sore mereka. Tempat ini menjadi saksi rasa sakit hati Tania dulu kepada Calvin, dan tempat ini adalah tempat favorit bagi dia dan Raka saat ini. Bagi Raka tempat ini adalah hal terindah karena dia sudah diberi kesempatan untuk dapat memeluk Tania, dan bagi Tania tempat ini menjadi saksi bahwa hubungannya bersama Calvin telah berakhir tanpa ikatan dan kepastian.
"Raka mengapa kamu tidak mencobanya dengan Julie..?"
__ADS_1
"Maksudmu Tan..? kamu merelakan aku bersama dengan orang lain..? tega kamu Tan."
"Hehehe santai aja wajahmu Raka, kamu pasti juga tahukan kalau Julie menyukaimu..? kalian terlihat cocok walaupun kadang sering ada api kecil tapi itu membuat kalian menjadi lebih romantis."
"Bicara apa kamu Tan, aku hanya tidak ingin persahabatan ini menjadi rusak karena perasaan kita yang tidak saling bertemu satu sama lain. Kita terlihat begitu lucu yah., aku menyukaimu sedangkan kamu menyukai kakakku.."
"Dan Julie menyukaimu Raka, ingat itu.." Kata Tania sambil tersenyum.
"Tan.." Panggil Raka kepadanya.
"Aku ingin menjadi suamimu.."
"Aku masih ingin sendiri Raka.."
__ADS_1
"Hahaha entah sudah berapa ribu kali aku menyatakan perasaanku kepadamu dan jawaban itu yang selalu aku dengar keluar dari mulutmu Tania."
"Hahaha aku hanya heran mengapa ada laki-laki yang tidak tahu malu sepertimu, berapa ribu kali aku menolakmu tapi tetap saja berjuang mendapatkan cintaku. Sampai kapan kamu akan bertahan dengan rasa itu Raka."
"Sampai kamu menemukan jodohmu barulah aku melepasmu Tania.., tapi aku rasa jodohmu adalah aku Tan." kata Raka sambil tersenyum.
"Aku rasa jodohmu adalah Julie." Raka dan Tania akhirnya terkekeh bersama didepan danau.
"Kamu tidak merindukan kak Calvin..?" Pertanyaan Raka membuat Tania terdiam sejenak.
"Untuk apa aku harus merindukan laki-laki yang sedang berbahagia bersama wanita lain..!"
"Kamu salah Tan, dia sebenarnya tidak.." Raka berhenti bicara setelah melihat Tania sudah berjalan meninggalkannya.
__ADS_1
"Tan, Tania tunggu." Teriak Raka dari tempat duduknya.
Raka bukannya tidak tampan, dia sangat tampan tak beda jauh dengan Calvin, tajir pula, banyak wanita yang menyukainya tapi hatinya masih terikat kepada Tania seorang. Rasa cinta itu tidak bisa dipaksakan, tidak bisa dikekang, tidak bisa dibohongi dan tidak semudah itu bisa berganti secepat kilat kepada orang lain. Ditinggalkan orang yang kita cintai itu sakit, tapi lebih sakit jika orang yang kita cintai barada didekat kita, tapi hatinya milik orang lain.