Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
BAB 47 Suamiku bossku


__ADS_3

William menatap Clara, "Clara aku sangat mencintaimu sampai kapanpun, walaupun saat ini aku tahu kamu sudah memberikan hatimu kepada suamimu. Tidak ada wanita yang bisa menggantikan posisimu dalam hatiku."


Tringg.. Tringg.. nada telpon William memecahkan lamunannya. Terlihat William sedang berbicara dengan seseorang.


"Hana, aku ada urusan mendadak, besok aku akan datang mengunjungi Clara lagi." William sudah melangkah pergi tapi dia kembali lagi ketempatnya semula sambil menatap Clara beberapa menit. Hana yang bingung melihat William kemudian mendekati William.


"William..., aku tahu kamu sangat mencintainya, tapi aku tidak akan membiarkan kamu merebutnya kembali dari mas Cakra. Mereka sudah saling mencintai jadi aku berharap kamu bisa melepaskan perasaanmu kepadanya Willi. Ini demi kebahagiaan Clara karena mustahil bagi Clara untuk kembali kepadamu." Hana mempertegas perkataannya kepada William.


"Aku tidak bisa menjaminnya Hana, aku juga masih sangat mencintainya, jadi biarkan waktu yang akan menjawab Clara akan menjadi milik siapa." William pergi meninggalkan Hana yang masih tercengang dengan perkataannya.


"Dasar kau.., apa dia itu tidak pernah merasa bersalah kepada Clara.., karena ulahnya Clara hampir putus asa dengan hidupnya sampai dia rela mengorbankan perasaannya untuk menikah dengan mas Cakra. Tapi untung saja sekarang Clara mendapatkan orang yang baik walaupun mas Cakra belum bisa menjadi laki-laki yang sempurna baginya." Kata Hana dengan kesal.


Seorang Dokter muda berjalan mendekati Hana. Hana bisa melihat pria dengan postur tinggi itu berjalan ke arahnya dengan tersenyum melihatnya dari kejauhan.


"Kamu seorang dokter..?" Kata Hana.

__ADS_1


"Aku sudah bilang pasti kita akan bertemu lagi. Sekarang aku boleh mengetahui namamu..?" Kata Bryan yang belum menyerah untuk mendapatkan nama Hana.


"Hana, Ibu mau pulang dulu yah. tolong jaga Clara." Ucap ibunya Clara yang terlihat kelelahan mendampingi Clara.


"Iya bu hati-hati." Hana berdiri didepan pintu kamar Clara dirawat sambil melambaikan tangannya.


"Owwwh..sungguh sulit mendapatkan namamu, ternyata namamu Hana ya..?" Bryan tersenyum.


"Hei, jika kamu sudah tidak urusan sana pergi! bukannya kamu sangat sibuk melayani pasienmu."


"Aku tidak suka orang lain memandangku seperti itu." Hana melihat sinis dengan alisnya terangkat menatap Bryan.


"Oke, baiklah aku akan pergi...! tapi tunggu kamu sedang apa disini? Tanya Bryan.


"Bukan urusanmu.!" Jawab Hana sinis.

__ADS_1


"Baiklah Hana, aku akan pergi. Tapi mengapa kamu berdiri didepan kamar nona Clara..?"


"Kamu mengenal Clara..?" Tanya Hana dengan polos.


"Hahaha, apa kamu lupa aku seorang dokter, Hana. Sepertinya sekarang aku suka menyebutkan namamu. Aku dokter yang menangani Clara dan mulai sekarang kita akan bertemu. Apa kamu saudaranya atau sahabatnya."


"Benarkah? terdengar sangat buruk ditelingaku." Jawaban ketus dari Hana hanya membuat Bryan tersenyum.


------------------------------


Dikantor polisi Cakra datang dan menemui pelaku tersebut. Pelaku sudah memakai baju tahanan dan tangannya diborgol. Langkah kakinya agak pincang seperti terkena tembakan. Pelakunya mencoba melarikan diri saat dilakukan penyergapan dirumahnya. Cakra sudah duduk saling berhadapan tangannya mengepal tanpa sadar dia melayangkan pukulan keras dibagian wajah pelaku itu padahal polisi sudah mengawalnya untuk menjaga kejadian seperti ini terjadi.


"Pak Cakra kamu harus sabar, Jangan bertindak main hakim sendiri seperti ini biarkan hukum yang berbicara." Seru seorang polisi yang sudah menarik tubuhnya menjauh dari pelaku tersebut.


"Oke, maafkan aku, aku terbawa emosi. Aku tidak bisa berada disini terlalu lama bisa saja aku akan menghabisinya didepan kalian. Aku ingin kasus ini secepatnya bisa terselesaikan dengan baik." Cakra masih berpikir positif. Jika dia menuruti amarahnya, bisa saja dia akan masuk penjara karena akan menghabisi orang tersebut. Dia tidak ingin hal itu terjadi dan dia tidak ingin berpisah lagi dengan Clara.

__ADS_1


"Baiklah pak Cakra, kami akan berusaha..pokoknya kami segera mengabari pada bapak kemajuan kasus ini!" jawab polisi itu.


__ADS_2