
Diparkiran Calvin menyandarkan badannya dimobilnya sambil melihat semua orang yang keluar dari pintu gerbang sekolah. Calvin paling tidak suka menunggu seseorang tapi untuk Tania prinsip itu seakan sirna ditelan oleh rasa cinta diam-diamnya Kepada Tania. Calvin mengambil hpnya dari dalam saku dan menelfon Tania.
"Rey cek didalam kelasnya., jangan-jangan dia masih berada disana..! nomor hpnya tidak aktif." Calvin sudah terlihat stres memikirkan Tania.
"Iya tuan muda.." Dengan sedikit berlari Rey masuk kedalam sekolah.
Hampir sepuluh menit menunggu akhirnya Rey kembali juga.
"Mana dia..?" Tanya Calvin.
"Tania tidak ada didalam kelas tuan, mungkin dia pulang bersama Raka.."
"Telfon Raka sekarang...!"
Rey mengambil hpnya dari saku bajunya..,
"Raka tidak mengangkatnya tuan.."
"Telfon orang dirumah, pastikan dia sudah pulang atau belum..!"
"Tapi tuan, Tania tidak akan berani kabur.. jika dia kabur mungkin dia hanya pulang kerumah orang tuanya.!"
"Rey.., itu perintah.. telfon dia sekarang...!" Teriak Calvin.
"Oke.., oke..!" Rey kembali menelfon orang yang ada dirumah Calvin.
"Tuan muda, dia belum pulang kerumah."
"Kemana sebenarnya dia Rey..!"
"Lebih baik kita menunggunya dirumah tuan muda, nanti dia akan pulang jika hatinya sudah merasa tenang begitu sekiranya."
"Antar aku ke studionya Raka."
"Ayolah tuan muda."
"Rey....!"
"Baiklah tuan muda." Rey akhirnya pasrah mengikuti semua perintah tuan mudanya.
Rey menghidupkan mobilnya dan melaju meningalkan area sekolah. Mobil mereka terkadang terjebak dengan mobil lain saat kemacetan menjadi rutinitas harian yang tidak bisa dihindari. Calvin masih sangat stres di kursi belakang memikirkan Tania.
"Rey.., dia tidak menyukaiku.." Kata Calvin sambil menutup matanya.
__ADS_1
"Siapa..? nona Jenifer..?"
"Bukan.., Tania.."
"Lalu, nona Jenifer bagaimana kabarnya..?"
"Baik." Jawab Calvin singkat masih menutup mata.
"Dan hubungan tuan muda dengan nona Jenifer..?"
"Baik.." Jawab Calvin masih singkat membuat Rey menjadi bingung sebenarnya Calvin menyukai siapa sekarang.
"Lepaskan dia tuan muda, tidak mungkin anda memiliki keduanya. Tuan muda harus putuskan memilih Jenifer atau Tania, Tania terlalu baik untuk jadi bahan mainan tuan muda.
"Jaga mulutmu Rey..! itu hakku mau memilih siapa...!"
"Baklah tuan muda, jangan bertanya soal cinta lagi kepadaku karena sampai saat ini aku saja belum menikah."
"Berapa usiamu Rey..!"
"32 tahun, tuan."
"Hahahahaha 32 tahun dan kamu belum menemukan wanitamu.?" Calvin tertawa sampai perutnya terasa sakit..
"Tidak ada yang salah hanya saja aku merasa lucu. Aku saja sekarang umur 17 tahun sudah diperebutkan banyak wanita, kamu sudah setua itu belum juga mendapatkan jodoh."
"Aku akan menunggu Tania lulus sekolah, saat itu tuan muda berangkat ke Amerika dan bersenang-senang dengan Jenifer, dan aku akan menikah denganya. Mungkin dia jodohku selama ini.."
"Kurang ajar kamu Rey..!" Calvin menendang kursi Rey dibagian depan.
"Hahaha pergilah ke Amerika, jodohmu ada ditanganku tuan muda." Sekarang Rey yang kembali tertawa.
"Tidak mungkin, karena papi akan memperpanjang kontrak kerjamu bersamaku sampai aku melanjutkan kuliah di Amerika, hahaha rasakan itu."
"Astaga berarti aku akan jadi perjaka tua dan menjadi pengawalmu seumur hidup"
"Kamu yang terbaik Rey."
"Baiklah..,setidaknya aku masih punya pekerjaan tuan, Terimaksih..."
"Ucapan yang sama untukmu Rey.." Kata Calvin seperti orang yang ingin berpisah dengan Rey.
Rey bekerja dengannya sudah hampir 10 tahun, saat itu umur Calvin masih 7 tahun dan itulah pertama kalinya dia masuk Sekolah Dasar. Rey masih sangat muda saat itu, menghadapi sifat Calvin bukanlah hal gampang bagi Rey terkadang dia harus banyak bersabar tapi terkadang juga dia ingin menyerah dengan keadaan. Seiring berjalannya waktu mereka semakin akrab dan kedekatan mereka sudah seperti sahabat sejati yang tidak tidak bisa dipisahkan.
__ADS_1
"Kita sudah sampai tuan.., sepertinya Raka sedang berada disini karena mobilnya juga berada disini tuan muda." Rey akhirnya bisa menyadarkan badannya melepaskan lelah didalam mobil dan membiarkan Calvin menyelesaikan masalah pribadinya.
Calvin turun dari dalam mobil lansung masuk kedalam studio pribadi Raka tanpa menunggu lama.
Calvin mendapati Raka sedang bernyanyi dihadapan Tania yang sedang berdiri menyaksikan mereka perform.
lirik lagu..
Kau begitu sempurna...
Dimataku kau begitu indah...
Kau membuat diriku...
Akan s'lalu memujamu...
Disetiap langkahku...
Ku kan s'lalu memikirkan dirimu...
Tak bisa kubayangkan...
Hidupku tanpa cintamu...
Janganlah kau tinggalkan diriku...
Takkan mampu menghadapi semua...
Hanya bersamamu ku akan bisa...
Kau adalah darahku...
Kau adalah jantungku...
Kau adalah hidupku...
Lengkapi diriku...
Oh sayangku kau begitu...
Sempurna...sempurna..
Calvin langsung menarik tubuh Tania dan mencium bibirnya saat penghabisan lagu yang dibawakan Raka, Raka dan teman-temanya hanya bisa menyaksikan kejadian yang tidak terduga itu didepan mata mereka dengan mata melotot dan bisa dipastikan Raka sangat marah besar saat itu.
__ADS_1