Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
Suamiku bosku two, part 40


__ADS_3

Setelah lelah berbelanja akhirnya Raka membawa Julie ketempat kesukaannya. Di danau buatan yang menjadi tempat spesialnya bersama dengan Tania. Mereka berdua duduk dikursi kayu panjang.


"Raka.., dulu saat pertama kali melihat Tania wajahmu memerah, saat itu juga aku tertawa melihat ekspresi mukamu yang lucu itu." Julie terkekeh didepan Raka sambil menyeruput minumannya didepan danau buatan yang menjadi tempat favorit Raka dan Tania.


Raka langsung mencium bibirnya membuat Julie berhenti tertawa dan terkaget minta ampun.


"Raka., kamu.." Belum selesai Julie menyelasaikan omongannya Raka kembali mencium bibirnya dengan lembut sontak membuat Julie semakin terkejut tapi dia tidak menolak Raka untuk melakukan itu.


"Maafkan aku Jul." Raka melepaskan ciumannya dan langsung berdiri dari tempat duduknya.


"Raka., aku mencintaimu., sangat mencintaimu." Kata Julie menahan tangan Raka pergi.


"Aku..., maafkan aku Jul." Raka duduk kembali dan memeluk Julie.


"Aku juga minta maaf karena telah mencintaimu., aku tidak pernah sangka persahabatan kita akan hancur karena cinta." Mata Julie berkaca-kaca sambil memeluk Raka.


"Aku yang bodoh, aku tidak pernah peduli dengan perasaanmu, aku hanya sibuk mengejar gadis lain yang telah menjadi milik orang lain sedangkan kamu ada didekatku tapi aku pura-pura tidak mengetahui perasaanmu padaku."


"Kita sama-bodoh Raka." Mereka pun tertawa bersama.

__ADS_1


"Jadi hubungan kita berdua ini apa..?" Ucap Julie ragu.


"TTM." Jawab Raka.


"Teman tapi mesra..?" Julie mengatakan dengan ragu-ragu.


"Eehmm seperti itu awalnya."


"Memangnya ada akhirnya..?" Tanya julie kembali.


"Ada..?" Raka masih menjawab singkat.


"Teman tapi menikah. Aku harap hubungan kita bisa sampai disana nantinya."


"Raka, aku mau pingsan mendengar kata-katamu, sepertinya malaikat pencabut nyawa ada didekatku. Aku merasa jantungku mau keluar dari dalam dada ini." Julie seperti melayang kelangit ketujuh mendengar perkataan Raka sambil memegang dadanya yang berdegup lebih cepat dari biasanya.


"Hahaha hanya bercanda Julie., aku tidak mau menikah denganmu." Kata Raka sambil tertawa melihat Juli.


"Jahat..., jahat.. kamu sangat jahat Raka.." Julie berdiri dan berlari meninggalkan Raka.

__ADS_1


Raka mengejarnya, Raka langsung memeluk Julie dari belakang.


"Jangan tinggalkan aku Jul, aku butuh kamu disampingku. Aku ingin kita selalu bersama. Semoga ini awal yang baik untuk kita berdua." Raka membalikkan badan Julie hingga mereka saling berhadapan. Julie masih menundukkan kepalanya menyembunyikan tangisannya.


"Peluk aku, aku ada disini Jul, aku tidak akan pernah pergi dari kamu. Maafkan aku yang selalu membuatmu sedih, sebenarnya aku juga menyukaimu hanya saja aku masih belum bisa move on dari Tania, tapi aku akan berusaha yang terbaik untuk hubungan kita kedepannya."


"Raka.., aku.." bibir Julie bergetar dia tidak mampu mengucapkan kata-kata mendengar kabar bahagia yang keluar dari mulut Raka .


Raka pun memeluk Julie dibawah sinar rembulan dengan dihiasi bintang-bintang dilangit. Setelah cukup lama mereka berpelukan akhirnya Raka mengantar Julie pulang kerumahnya.


/////


Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, setelah melangsungkan pernikahan didepan pemuka agama pagi hari dengan mengunakan baju serba putih hingga mereka akhirnya sah menjadi suami istri. Kini mereka lanjut ke acara resepsi pada malam hari. Sejak sore hari Tania sudah sibuk berhias, perasaan campur aduk antara bahagia dan sedih menjadi satu. Setelah menjalani proses alot karena terkendala masalah orang tua Tania. Tania memohon kepada Calvin agar orang tuanya bisa mendampinginya diatas pelaminan dan akhirnya Calvin luluh juga dengan tangisan Tania yang telah sah menjadi istrinya saat ini.


Tania dan Calvin berjalan melewati karpet yang terbentang panjang sampai mendekati pelaminan. Dengan menggunakan gaun putih yang terurai panjang kebelakang membuat Tania menjadi Cinderella di dunia modern. Calvin mengunakan jas hitam senada dengan sepatu dan celana yang dia gunakan.


Semua tamu undangan berdiri saat mereka masuk, tak henti-hentinya mulut mereka mengatakan kagum dengan penampilan Tania dan Calvin. Akan banyak barisan wanita patah hati berdiri melihat mereka, bukan hanya wanita tapi Raka pun berdiri dibarisan patah hati melihat Tania.


Tapi kali ini Raka terlihat berbeda dia tersenyum bahagia melihat Tania, tangannya tidak pernah lepas menggenggam tangan Julie. Mereka berdua terlihat bahagia melihat sahabat mereka akhirnya bisa menemukan sandaran hidupnya.

__ADS_1


__ADS_2