
Hana memacu mobil SUVnya hingga memelankannya masuk ke pelataran parkiran sebuah Mall berlantai 5 yang cukup luas. Pohon-pohon Trembesi menjulang tinggi memayungi kendaraan pengunjung Mall yang diparkir. Clara yang ikut bersamanya agak diam sepanjang perjalanan. Hana tahu persis apa yang dipikirkan Clara sejak percakapan mereka di kantin kantor kemarin.
Hari ini hari libur. Mereka berdua janjian ke Mall untuk berbelanja. Cakra tidak berkeberatan dengan kepergian Clara dan Hana karena kebetulan hari itu ia juga sedang lembur akhir tahun di kantor.
Mall yang mereka kunjungi adalah Mall terbesar di kota yang terintegrasi dengan hotel dan taman bermain indoor. Berbagai jenis dan merek barang dari yang standar hingga branded tersedia disini. Pengunjung kali ini membludak karena bertepatan dengan libur akhir tahun yang juga berarti sedang ada diskon barang besar-besaran yang ditawarkan oleh pihak Mall ke konsumen.
Clara adalah wanita yang berjiwa sophaholic seperti wanita pada umumnya. Namun, ia juga cukup teliti dalam membelanjakan uang. Ia terbiasa dengan hal itu karena ia berasal dari keluarga menengah. Dulu, ia selalu diberi uang belanja bulanan oleh orang tuanya yang selalu dimanfaatkannya sebaik mungkin. Teman-teman sekolah dasarnya dulu pernah kagum dengan Clara yang punya koleksi boneka barbie yang dibelinya hanya dari hasil menabung uang jajan. Padahal, menurut mereka boneka barbie adalah mainan yang cukup mahal harganya.
Jejeran baju yang tergantung atau terpasang di manekin dan tas branded yang tertata rapi di dekat pintu masuk mall langsung menggoda Clara, apalagi hampir semuanya tertulis promo dan diskon. Bukan wanita namanya jika tidak akan tergoda dengan promo dan diskon.
Mata Hana dan Clara menjalar semua semua tempat yang menawarkan barang-barang diskon. Hana sangat suka berbelanja barang-barang diskon baginya itu adalah surga dunia sedangkan Clara jangan dipertanyakan, gaya belanjanya pasti sama persis seperti wanita pada umumnya.
"Hana aku mau yang itu.? Eh bukan yang itu saja atau yang ini saja..?" Clara menunjuk beberapa barang. Matanya tidak ada hentinya memandang semua barang yang ada dalam mall tersebut.
__ADS_1
"Clara...., ayo serbu....!" Clara dan Hana berlarian kesana kemari saling berdesakan dengan kerumunan orang yang sedang berburu diskon. Saking senangnya terkadang mereka memasukan barang yang tidak perlu untuk dibeli seperti sikat closet, gelas kembar dengan tulisan Mama Papa pokoknya semua yang bertulisan diskon mereka ambil.
Setelah selesai berbelanja berakhir dengan penderitaan karena panjangnya antrian membuat mereka kelelahan untuk berdiri. Setalah cukup lama mereka mengantri akhirnya tiba juga giliran mereka. "Hari ini aku yang traktir." Ucap Clara sambil mengeluarkan kartu dari dalam tasnya lalu mengacung-acungkannya ke arah Hana.
Hana hanya tersenyum geli melihatnya..
Mereka lalu masuk ke dalam sebuah gerai fried chicken ternama. Keduanya sudah dilanda rasa lapar karena kelelahan berbelanja. Dua porsi besar nasi, fried chicken plus minuman bersoda langsung dilahap oleh mereka.
"Apa kamu sudah melakukannya..?" kata Hana sembari menunggu jawaban yang keluar dari mulut Clara dengan menatap penuh rasa penasaran.
"Hahaha jangan sok bodoh, cepat jawab....!" Hana kembali memaksa Clara untuk menjawab pertanyaannya.
"Hana.., Aku tidak akan menjawab apapun yang kamu ucapkan karena aku tidak mengerti maksud dari pertanyaanmu." Clara masih saja mengelak.
__ADS_1
"Clara, apa kamu sudah bercinta dengan mas Cakra..? Hana memperjelas pertanyaan dan membuat Clara menjadi tersedak.
"Hei, pertanyaan macam apa itu..., aku tidak akan menjawabnya." Clara kembali menyantap makanannya.
"Baiklah, aku sudah tahu jawabannya, sudah berapa kali kamu melakukan dengan mas Cakra..?" Hana benar-benar antusias.
"Hana..., aku sudah bilang tidak akan menjawabnya...! Jadi berhentilah untuk bertanya hal itu." Clara masih terlihat sangat malu untuk membahas hal tabu seperti itu.
"Katanya nggak cinta, eh ternyata mau juga..!" Hana kembali meledek Clara.
"Itu karena kakakmu yang memaksaku, nafsunya kepadaku tidak bisa ditahan walaupun hanya semenit. Jadi itu bukan salahku." Clara menutup mulutnya karena telah keceplosan berbicara.
"Hahaha benarkan kalian sudah melakukannya padahal aku hanya mengujimu."
__ADS_1
"Hana.....!" Wajah Clara langsung memerah karena malu.