Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
Suamiku Bosku two, part 11


__ADS_3

Jauh sebelumnya Raka sudah lebih dulu mencintai Tania sejak pertama kali masuk ke sekolah itu. Saat itu Tania yang polos sedang melihat pengumuman nama-nama yang lolos masuk kesekolah mereka. Tania peringkat pertama dan Raka peringkat kedua.


Saat itu mereka berdiri berdampingan dan tangan mereka tidak sengaja bersentuhan saat menunjuk nama di papan pengumuman. Tania polos hanya melayangkan senyuman indahnya terlihat giginya yang ginsul dan lesung pipinya disebelah kanan tambah mempercantik dirinya.


Raka yang terpanah dengan inner beauty seorang Tania, saat itu juga di menyuruh mamanya Hana untuk menghadap kepala sekolah agar dia dan Tania bisa sekelas. Jadi bukan secara sengaja mereka sekelas tetapi sebenarnya Raka sudah merencanakannya sejak awal agar dia bisa menjadi dekat dengan Tania.


Yang membuat Raka benci ketika ternyata Erika mantan pacarnya saat SMP masih terus mengejarnya hingga dia juga mengikuti Raka bersekolah ditempat yang sama dan untung saja mereka tidak sekelas. Erika sebenarnya gadis yang sangat cantik tapi sifatnya yang cemburuan itu membuat Raka tidak tahan dengannya dan akhirnya hubungan cinta monyet mereka berkahir secara sepihak oleh Raka.


Di meja makan, Raka dan Calvin duduk berdampingan. Raka masih saja kesal dengan kakak sepupunya itu bisa terlihat jelas dari raut wajahnya.


"Mi aku akan keluar bersama Tania malam ini..?" Calvin menyantap makanannya dan ingin mendengarkan kepada Raka jika dia akan pergi bersama Tania.


"Kak Calvin jangan ajak dia ketempat yang aneh-aneh, dia itu masih polos, kalau terjadi apa-apa dengannya memangnya kakak akan bertanggung jawab."


"Kamu tahu dari mana dia masih polos.?" Calvin masih serius menyantap makanannya.


"Kalian ini ribut mulu kalau ketemu, bisa-bisa oma dan opa mati jantungan karena kalian." Oma Anita berusaha melerai cucu-cucunya.


"Iya mereka ini selalu saja seperti ini..., habis makan Raka langsung pulang, tadi mama Hana udah nelfon mami, katanya kamu harus pulang Erika udah lama nunguin kamu dirumah sejak pulang sekolah.." Ucap Clara.


"Ngapain lagi gadis itu, malam ini aku akan harus tuntaskan masalah dengannya dan sisa Tania lagi fokus utamaku." Guman Raka dalam hati.


"Tuh dengar...! urus tuh gadis manjamu sepertinya dia ingin dinikahi..!" Calvin terseyum meledek kepada Raka.

__ADS_1


"Lihat saja besok, aku akan berusaha memenangkan hatinya Tania." Raka langsung berdiri dari tempat duduknya dan menciumi oma dan opanya untuk berpamitan pulang.


"Bye Raka, salam untuk Erikamu." Calvin melambaikan tangan dan Raka hanya membalasnya dengan


membalik ibu jarinya kebawah.


"Calvin kamu itu.. jangan berbuat seperti itu kepada adikmu...!" Ucap Clara kepada Calvin.


"Iyalah Mi ngaak lagi deh...,Tapi aku keluar yah malam ini..?"


"Ijin dulu sama papimu.."


"Udah mi, aku udah telfon papi tadi, papi bilang nikmati aja masa mudamu nak, ntar kalau udah tua nyesal nggak bahagia." Calvin mengedipkan matanya kepada maminya.


"Ini karena turunan dari opanya, setelah itu anaknya sekarang lagi cucunya.." Oma Anita hanya menggelengkan kepalanya.


"Iya donk oma, buah tak jauh jatuh dari pohonnya." Calvin dan opanya pun tertawa bersama.


Selesai makan Calvin langsung menemui Tania dibagian belakang rumahnya, Tania sedang makan bersama asisten rumah tangga yang lainnya. Untung saja dirumah Calvin ada banyak asiten rumah tangga jadi dia tidak kesepian dan terkadang mereka juga curhat tentang kehidupan pribadai mereka.


"He Tania...?" Ini pertama kalinya Calvin menyebut namanya.


Semua orang yang makan menjadi diam dan tidak berani menatap Calvin dan ini pertama kalinya mereka melihat seorang Calvin datang menghampiri asisten rumah tangga didapur.

__ADS_1


"Iya tuan muda." Jawab Tania lembut.


"Kamu tidak lihat jam berapa ini..?" tanya Calvin dengan mukanya yang sangar tapi Tania masih polos melihatnya.


"Jam 21.30.." Tania melihat jam dinding yang kebetulan tergantung dekat meja makan mereka.


"Dan..?" Kata Calvin mengangkat alisnya.


"Dan apa.." Jawab Tania masih bingung.


"Bodoh..! Sini..!" Bentak Calvin.


Tania langsung berdiri dan asisten rumah tangga yang lain masih menundukkan kepala mereka seakan tidak mendengar pertengkaran Calvin dan Tania.


"Rey tidak memberi tahumu jika malam ini kamu akan menemaniku..!"


"Kak Rey sudah memberi tahuku tuan muda, tapi akukan sudah bilang kepadanya jika aku tidak akan pergi bersama anda ketempat itu."


"Oh jadi sekarang kamu berani mebantahku..! Dan sekarang Rey majikanmu ha..?" Calvin melotot melihat Tania."


"Bukan begitu tuan muda.." Tania hanya menundukkan kepalanya.


"Cepat ikut aku..!" Calvin menarik tangannya dengan kasar sedangkan Tania hanya bisa pasrah mengikuti langkah kaki Calvin.

__ADS_1


__ADS_2