Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
BAB 48 Suamiku Bossku


__ADS_3

Sudah hampir sebulan Clara terbaring tak sadarkan diri. Tubuhnya sudah tampak lebih kurus, silih berganti keluarganya menjaganya di rumah sakit dengan penuh kesabaran. Cakra adalah orang paling terpukul dengan kejadian ini, kini dia bagaikan mayat hidup yang berjalan ditengah kerumunan orang tapi dengan tatapan kosong. Semua pekerjaannya dikantor menjadi berantakan dan kendali perusahaan diambil alih oleh papinya tentu saja dengan bantuan Lira sebagai tangan kanannya.


Cakra terkadang hanya duduk menatap foto Clara yang di galeri hpnya. Kadang dia tersenyum dan kadang pula dia menangis dalam kesendiriannya. Sampai saat ini dia belum menginjakkan kakinya diapartemennya karena bayang-bayang Clara masih teringat jelas didalam apartemennya.


Mami dan papinya juga ikut bersedih melihat anaknya yang tidak mempunyai semangat hidup terkadang mereka harus menemaninya seharian untuk berbicara tetapi Cakra masih diam membisu bahkan untuk makanpun maminya harus menyuapinya. Dia tidak pernah merasa lapar, jadi orang tuanya yang harus lebih ekstra sabar merawat anaknya dan merawat Clara. Untung saja ibunya Clara sudah banyak membantu menjaga Clara di rumah sakit jadi mereka bisa saling berbagi tugas.


Hari ini peristiwa yang paling bersejarah untuk Hana dan Clara. Ini hari wisuda mereka dan seharusnya Clara juga ikut bersamanya. Hana meneteskan air mata saat dia memakai toga didepan cermin, mami dan papinya juga ikut menangis melihat Hana.


Di aula yang begitu besar acara wisuda sudah setengah berjalan. Tiba saatnya nama Hana dipanggil ke podium karena nilainya mendapatkan cumlaude. Semua orang pun bersorak. Semua mahasiswa menatap Hana, Hana hanya diam terpaku di tempat duduknya dan dia menarik nafas panjang lalu maju ke podium untuk menyampaikan pesan dan kesannya.


"Terima kasih atas kesempatan yang diberikan pada saya... Hadirin sekalian, terima kasih pada Tuhan yang telah memberi anugerah tiada terkira pada saya dan kita semua, terima kasih pada rektor, dekan fakultas, dosen dan teristimewa kedua orang tuaku.... " Perkataannya terhenti sejenak, matanya langsung berkaca-kaca. Ingatannya kembali kepada Clara. "Maaf, aku tidak bisa melanjutkannya.." Hana turun dari podium. Air matanya yang sedari tadi dia tahan akhirnya jatuh juga membasahi pipinya.

__ADS_1


Dosennya langsung mengambil alih pembicaraannya. "Mari kita mendoakan teman kita Clara yang sedang terbaring di rumah sakit, semoga doa kita bisa dikabulkan oleh Tuhan agar Clara bisa sembuh dan bisa beraktifitas kembali, berdoa dimulai." Semua orang menundukkan kepalanya sembari mendoakan Clara.


Setelah seluruh hadirin mendoakan Clara, ruangan seketika menjadi haru setelah foto-foto Clara ditampilkan dilayar lebar, ini adalah peristiwa besar dikampus ini karena Clara ditabrak tepat didepan kampus dan Clara adalah wanita yang terkenal akrab dengan semua orang, dia juga merupakan wanita terpopuler dikampus itu jadi siapa saja pasti mengenalnya. Tangis merekapun bertambah pecah setelah salah satu mahasiswa dipersilahkan naik ke panggung lalu menyumbangkan sebuah lagu untuk Clara :


Ada cerita...


tentang aku dan dia...


Saat dulu kala...


Ada cerita...

__ADS_1


Tentang masa yang indah...


Saat kita terluka...


Saat kita tertawa...


Setelah acara wisuda selesai Hana langsung pergi ke rumah sakit menemui Clara yang masih terbaring dan tidak ada menunjukan perkembangan yang lebih baik.


Hana duduk disamping dan meluapkan semua emosinya dihadapan Clara.


"Clara.., aku tidak pernah mengenal namanya sahabat sejati. Tapi setelah bertemu dirimu, aku tahu kamu bukan hanya sekedar sahabat tetapi kamu sudah seperti saudara kandungku dan mungkin lebih dari itu. Aku tidak pernah merasakan yang namanya susah sejak dari kecil, tapi semenjak aku mengenalmu, aku bisa belajar bagiamana kamu bisa bertahan dari semua derita yang kamu alami, bagaimana kamu harus sabar dengan semua masalah yang kamu alami, bagaimana kamu bisa tegar dengan keluarga yang berantakan, bagaimana kamu harus merelakan kekasihmu meninggalkanmu dan bagaimana kamu harus belajar mencintai seseorang karena keterpaksaan hanya untuk bertahan hidup. Sungguh Clara, aku tidak bisa menjadi dirimu. Aku bukan kamu Clara, aku belum siap menerima ini Clara jadi aku mohon kamu bangun sekarang...! Mengapa kamu menjadi selemah ini.., mana Clara yang aku kenal begitu kuat menghadapi masalah. Sekarang kamu terlihat cemen Clara.., aku tidak sangka kamu bisa selemah ini sekarang Clara, Clara aku mohon dengarkan aku. Lihat mas Cakra sekarang kamu menyiksanya Clara, lihat dia Clara, dia sangat terpukul melihat keadaanmu sekarang." Hana menangis disamping Clara sampai napasnya terasa sesak.

__ADS_1


__ADS_2